Reminiscent

Reminiscent
DITEMANIN SAHABAT


__ADS_3

Akhirnya atas desakan Reynald, Asran pergi juga dari rumah sakit meninggalkan Hana seorang diri.


Hari sudah malam, Hana merasa kesepian. Adapun perawat yang jaga malam itu tidak mungkin menemani dirinya didalam kamar. Mau menghubungi Tia juga tidak bisa karena Hpnya yang tinggal dirumah.


Hana benar-benar suntuk. Lalu ia bermaksud untuk turun dari tempat tidurnya dan masih dengan tangan yang berinfus Hana berjalan menuju pintu.


Baru saja dia akan membuka pintu, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka lebar. Dan Sosok yang ia kenal langsung muncul dari balik pintu.


"Hana..??" Teriaknya langsung memeluk Hana.


"Tia.. Kamu kok ada disini?" Tanya Hana dengan bingung meskipun didalam hati ia sangat bersyukur akan kedatangan teman dekatnya itu.


"Kamu sakit apa ? Kok sampai dirawat ?" Tanya Tia bertubi-tubi.


"Terus... Ini kamu mau kemana? Sini aku antar kamu ketempat tidur, sudah tahu lagi sakit tapi malah berjalan-jalan pulak.." Omel Tia kepada Hana.


"Kamu tahu dari mana kalau aku dirawat ?" Tanya Hana setelah berada ditempat tidurnya kembali.


"Sudahlah gak penting tahu dari mana. Yang penting kamu tidak sendirian malam ini. Aku temanin kamu malam ini" Kata Tia yang seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari Hana.


"Jawab dulu Tia. Tidak ada yang tahu aku disini.. selain.. Asran.." Ucap Hana dengan curiga.


Tia yang tadi menyembunyikan wajahnya dari Hana lalu kini memandang Hana dengan tatapan sayu.


"Ya. Memang aku tahu dari Asran." Jawab Tia akhirnya dengan menghela nafas panjang.


"Hhmmm... Sudah kuduga.." Gumam Hana dengan nada bicara yang terdengar tidak senang.


"Kenapa kamu seperti gak suka gitu Hana? Sebenarnya bagus juga si Asran itu. Inisiatifnya tinggi, dia itu peka banget. Untung dia beritahu aku, kalau tidak kamu bakalan sendirian malam ini dirumah sakit. Emang kamu mau?" Kata Tia dengan memuji Asran


"Ya gak lah.." Jawab Hana dengan cepat.


"Tapi, aku gak senang aja itu anak selalu ngurusin hidup aku.." Kata Hana dengan kesal.


"Ya.. Berarti dia peduli sama kamu, Han.. Seharusnya kamu bersyukur ada orang yang peduli sama kamu" Ucap Tia.

__ADS_1


Hana diam, dia tidak menanggapi perkataan Tia barusan.


"Oya, kamu kenapa sech Hana, Sampai jatuh sakit seperti ini?? Kamu... frustasi ya karena diputusin Dokter Andra?" Tebak Tia dengan tatapannya tidak lepas dari Hana.


Hening beberapa saat, sampai akhirnya Hana mengeluarkan suaranya yang parau...


"Mungkin iya.." Jawab Hana dengan malas.


"Hhmmm... Hana, gak ku sangka ternyata kamu begitu menyayangi dokter itu, sehingga kamu jatuh sakit sampai dirawat lagi setelah putus dari dia." Kata Tia merasa prihatin.


"Apa perlu aku bicara sama Dokter Andra supaya dia balik lagi sama kamu, Han?" Tia menawarkan diri.


"Ngak perlu, Tia. Lagi pula.. Andra sudah dapat pengganti aku.." Ucap Hana dengan sedih.


"Apa?? Secepat itu dia mendapatkan pengganti kamu? Aku gak percaya, Han. Kalo aku nilai.. Dokter Andra itu bukan tipe cowok yang mudah tertarik dengan cewek Han." Kata Tia berpendapat.


"Tapi, seperti itu lah kenyataannya, Tia. Aku sudah bicara melalui telpon dengan pacar barunya Andra, saat aku menelpon Sherly. Ternyata saat itu Sherly sedang bersama pacarnya Andra. Jadi, Sherly memberikan telponnya ke Pacaranya itu.." Jelas Hana masih dengan wajah yang sedih.


"Kamu yang sabar ya, Han. Kalau kamu emang berjodoh dengan Dokter Andra, apapun rintangannya pasti dia akan kembali lagi sama kamu. Tapi, kalau dia bukan jodoh kamu.. Sekuat apapun kamu mengejar dia, tidak bakalan dia kembali sama kamu Hana.." Kata Tia berusaha menenangkan hati Hana yang kusut.


"Tia, Makasih ya.. Kamu sudah mau datang dan nemanin aku malam ini" Kata Hana dengan tersenyum tipis.


"Kalau mau berterimakasih, seharusnya sama Asran kamu berterimakasihnya, Han.."


Mendengar nama Asran disebut membuat Wajah Hana menjadi berubah.


"Han.. Kenapa kamu gak beri kesempatan untuk Asran aja sech?" Tanya Tia dengan suara pelan yang terdengar agak ragu-ragu.


Hana langsung menatap Tia dengan membesarkan matanya sehingga membuat sahabatnya itu langsung tertawa terkekeh.


"Maaf Han, bercanda. Tapi, ada seriusnya jugalah sedikit." Kata Tia.


"Kalo boleh aku berpendapat, Hhhmmm... Menurut aku, Asran itu tulus lah Han. Kebaikan dia.. Kepedulian dia sama kamu.. Perhatian dia juga.."


"Tia.. Aku lagi gak pengen ngomongin tentang Asran. Kita bahas yang lain aja." Potong Hana.

__ADS_1


"Ya dech.. Maaf Han.."


***


Asran yang sudah sampai di asramanya langsung masuk ke kamar, padahal diluar ada beberapa teman polisi lain yang tengah berkumpul. Mereka sempat mengajak Asran nongkrong tapi Asran menolak ajakan mereka dengan halus.


"Asran gak usah diajak. Dia tengah galau" Kata Reynald sedikit berteriak agar terdengar Oleh Asran yang sudah berjalan kekamarnya. Terdengar sayup-sayup teman yang lain menyahut kata-kata dari Reynald. Namun, Asran sama sekali tidak memperdulikannya.


Sesampainya dikamar, Asran langsung mengambil Hpnya dan ia terlihat sedang mengetik sesuatu.


[Kak Tia, Sudah Di Rumah Sakit?]


Selang beberap menit kemudian balasan dari Tia masuk.


[Sudah. sekitar 15 menit yang lalu]


[Syukurlah kalau gitu. Oya, Kak.. Asran titip kak Hana ya. Jaga kak Hana ya kak.. Kalo ada apa-apa cepat kabari Asran. Terimakasih banyak ya kak sudah membantu..]


[InshaAllah, Asran. Tanpa kamu suruh pun pastilah kakak akan jaga Hana. Karena Hana itu kan sahabat kakak. Terimakasih juga sudah membawa Hana kerumah sakit]


[Iya kak.. Sama-sama]


Setelah itu, Tia tidak membalasnya lagi.


Kemudian Asran membaringkan badannya kekasur. Saat ini ia sudah bisa bernapas lega karena sudah ada Tia yang menjaga Hana. Meskipun Asran ingin dirinya lah yang menemani Hana malam ini dirumah sakit. Tapi, hal itu mustahil dilakukannya. Reynald pasti akan melarangnya, belum lagi sikap Hana yang berubah jadi lain terhadap dirinya.


Asran yakin sikap Hana yang tadi itu hanyalah pura-pura saja. Hana sengaja melakukan itu agar Asran menjauh darinya bahkan membencinya. Tapi, hal itu sedikitpun tidak berpengaruh apa-apa bagi Asran. Bukannya jadi benci... Malahan Asran semakin merasa sayang yang teramat dalam kepada wanita yang berparas manis itu...


Asran menguap beberapa kali, rasa kantuk tiba-tiba menghampirinya. Ditambah lagi karena kelelahan seharian ini yang membuat dirinya ingin segera tidur.


Namun sebelumnya itu.. Asran sempat membuka-buka galeri Hpnya dan melihat beberapa gambar Hana yang pernah ia ambil secara diam-diam dulunya.


Ia pandangi dalam-dalam paras wanita itu hingga akhirnya Asranpun tertidur dengan bermimpi indah bersama wanita yang ia sayangi...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2