Reminiscent

Reminiscent
KETEGASAN


__ADS_3

Setelah itu, Hana langsung menghubungi Andra. 2 kali Hana menghubungi Andra namun tidak diangkatnya, padahal saat itu ia masih online.


[Bisa kamu angkat sebentar telponnya, Ndra? Biar aku jelaskan sebenarnya yang terjadi. Ini cuman kesalahpahaman saja]


Hana mengirim pesan tersebut. Andra langsung membacanya dan menjawab oke.


Kemudian Hana kembali menelpon Andra dan tidak menunggu lama akhirnya langsung diangkatnya.


"Andra.. Dari mana kamu dapat foto itu?" Tanya Hana langsung tanpa basa-basi, setelah Andra mengangkat telponnya.


"Kamu ngak perlu tahu, Na. Ya udah.. Jelaskan, apa yang mau kamu jelas kan" Ujar Andra.


"Sebenarnya bukan hanya aku berdua sama Asran aja tadi pagi di kantin, melainkan Ada Tia dan juga Rini. Aku juga gak tau, tiba-tiba aja Asran datang dan menghampiri aku dan Tia dikantin. Lalu.. Ya dia duduk disamping aku, saat Tia memesan makanan." Jelas Hana.


"Lalu? Apa yang kalian bicarakan?" Todong Andra.


"Ya biasa aja.. Gak ada yang penting, Ndra. Malahan aku sarankan ke dia supaya jangan terus-terusan menemui aku di Puskesmas. Karena aku merasa risih juga.." Jawab Hana.


"Jadi, dia selalu datang ke Puskesmas untuk jumpa kamu?" Selidik Andra.


"Ya.. Iya, Lumayan sering juga.." Kata Hana.


"Ngapain?"


"Apanya?"

__ADS_1


"Ngapain Dia selalu nemuin kamu?"


"Aku ngak tahu, Ndra.."


"Benar gak tahu?" Andra bertanya seakan tidak yakin dengan jawaban Hana.


"Apa dia pernah bilang suka sama kamu?" Sodor Andra lagi dengan pertanyaan yang membuat Hana langsung terdiam.


"Kenapa diam? Aku ulangi lagi, Apa Asran pernah bilang suka sama kamu ??" Ucapnya dengan nada suara yang mulai meninggi.


Terdengar helaan nafas berat dari Hana. Andra masih menunggu jawaban dari Hana.


"Iyaa.. Iya, Pernah." Jawab Hana akhirnya.


"Ternyata benar tebakan aku selama ini, Kenapa kamu ngak pernah cerita Hana? Kenapa kamu rahasiakan ini dari aku?"


"Dan.. saat ini kami hanya berteman aja Ndra, tidak lebih. Atau bisa dibilang cuman sebatas kakak adik aja.." Sambung Hana lagi.


"Apa? Kakak adik?" Terdengar tawa kecil Andra di ujung telpon sana.


"Hana..Hana.. Kamu itu terlalu polos, naif atau apa sech? Aku ngak yakin dengan hubungan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan yang mereka anggap cuman sebatas teman lah, sahabat lah atau kakak adik, tanpa ada tersimpan sebuah rasa yang lebih diantara mereka. Aku ngak yakin Han.. Awalnya mereka bisa bilang begitu.. Tapi, lama kelamaan apa? Karena seringnya bertemu, berkomunikasi dan akhirnya merasa nyaman kan? Kalau lah timbul rasa nyaman tidak akan dipungkiri lagi rasa sayang itu akan muncul. Bukan rasa sayang terhadap teman lagi, melainkan rasa sayang terhadap lawan jenis. Paham kamu?" Tegas Andra dengan panjang lebar.


"Iya, Aku paham.. Jadi, kamu maunya aku harus bagaimana Ndra?"


"Kamu harus tegas..!! Kamu harus buktikan ke aku kalau kamu memang tidak ada rasa dengan Asran. Yaitu dengan cara kamu menjauh dari Dia, menghindar dari dia. Jangan lemah Hana.. Itu yang aku mau.. Buktikan ke aku.. Aku ngak mau lihat dia datang lagi ke Puskesmas ketemu sama kamu, atau dimana pun itu.."

__ADS_1


"Dan.. Jika aku mendapati kamu masih berhubungan dengan dia.. Jangan salahkan aku Hana.. Aku akan tinggalin kamu. Jadi, aku mohon kalau kamu mau hubungan kita ini tetap berlanjut.. Kamu ikutin apa yang aku katakan ini. Demi hubungan kita. Oke?"


"Iya.. Oke.." Jawab Hana.


"Oke. Sekarang ini.. Aku lagi berusaha membujuk Lily agar bisa menerima kamu, Na. Kamu sabar aja dulu, aku akan mengusahakannya. Karena aku ngak mau menjalani hubungan dengan wanita yang dibencii oleh adik aku sendiri, Aku ngak mau Na. Mudah-mudahan hati Lily terbuka untuk menerima kamu ya, Bantu dengan doa jua Ya Na. Oke?"


"Iya. Mudah-mudahan. Aku selalu berdoa untuk kebaikan hubungan kita kok Ndra.." Ucap Hana.


Setelah itu, Andra mengakhiri obrolan panjang mereka melalui telpon.


Kemudian Hana membaringkan badannya diatas tempat tidur. Dengan posisi telentang, Ia menatap langit-langit kamarnya.


Dadanya berdegup dengan kencang saat ia kembali mencerna semua ucapan panjang lebar yang telah dikatakan Andra tadi.


Ada sebuah kalimat ancaman yang ditangkap oleh Hana. Dimana Andra mengatakan bahwa ia akan benar-benar mengakhiri hubungan mereka jika Andra mendapati Hana kembali berhubungan dengan Asran.


Hana sadar betul bagaimana dia selalu berusaha menjauh dari Asran. Sudah banyak cara yang ia lakukan, Tapi apa? Semakin kuat tekadnya untuk menjauh dari Asran, semakin gencar juga Asran mendekatinya.


Hana akui dirinya memang begitu lemah jika dihadapkan dengan kata-kata memohon dari Asran. Ia yang tidak tega hingga akhirnya selalu memberi kesempatan berkali-kali untuk Asran. Walaupun dia tahu niat awal Asran terhadapnya tidaklah seperti yang ia bayangkan. Niat buruk yang sebenarnya telah membuat luka dihatinya.


Namun, kali ini Hana memang harus bertekad. Dia memang harus tegas. Jika tidak.. Akan banyak hati yang di buatnya terluka. Hati Andra dan juga Mamanya. Hana sama sekali tidak mau mengecewakan hati dua orang yang ia sayangi itu.


Hana membuka Whatsaapnya. Lalu ia mencari nama Asran disana. Haruskan ia kembali memblokir nomor Asran agar lelaki itu tidak lagi menghubunginya ? Tapi, Hana merasa percuma jika nantiknya Asran akan tetap mencarinya ke Puskesmas. Hana tau sekali bagaimana keras kepalanya Asran. Sifat yang suka memaksa itu dan.. Hana begitu kesulitan untuk mengendalikannya. Bagaimana dia harus bersikap agar Asran bisa mengerti dengan kondisinya saat ini? Apa yang harus diperbuatnya supaya Asran pergi jauh darinya atau bahkan merasa benci dan tidak mau lagi melihat dirinya? Yah.. Jika bisa memilih Hana ingin Asran menjadi benci kepadanya, agar Hana benar-benar bisa terlepas dari Asran. Tapi, bagaimana caranya membuat lelaki itu membencinya?


Hana memijit kepalanya yang mulai terasa sakit karena dibawa untuk berfikir keras. Hana belum menemukan cara untuk mengatasi ini semua. Tapi, dia dituntut untuk segera mencari jalan keluarnya. Dia harus berpikir lebih keras lagi. Ya.. Harus.. Demi menyelamatkan hubungan dengan Andra..

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2