
Setelah Hana memberikan sebuah kesempatan kepada Asran untuk mendapatkan hatinya waktu itu ternyata membuat lelaki itu semakin gencar menampakkan rasa sukanya terhadap Hana juga perhatiannya yang semakin dalam. Namun, kini Hana tidak lagi merasa risih seperti dulunya.
Hana tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Hana seakan menikmati kebersamaannya dengan Asran yang padahal sebelumnya dia sudah bertekad untuk membuat ASran benci terhadapnya. Tapi, sekarang bukannya Asran menjadi benci namun malah sebaliknya.
Terkadang Hana merenung dan meresapi kenyataan yang sedang terjadi didalam kehidupannya, apakah kehadiran ASran cuman sebagai pelampiasan karena ditinggal Andra? Apakah Asran cuman sebagai alat untuk mengobati hatinya yang galau dan patah hati? Entahlah… Hana tidak tahu apa jawabannya.
Yang jelas saat ini ia hanya ingin hubungannya dengan ASran mengalir begitu saja. Walaupun Hana tidak memberikan sebuah kepastian mau dibawa kemana hubungan mereka ini, dan Asran juga tidak pernah memaksa Hana untuk memberikannya kepastian. Maka, seperti inilah hubungan diantara mereka akhirnya terjalin.
Asran yang supel, Asran yang paling bisa menghibur, terkadang lucu, terkadang nyebelin dan segala hal tentang ASran yang membuat rasa nyaman itu muncul semakin dalam di hati Hana terhadap Asran.
Hana juga sudah menjelaskan kepada kedua orang tuanya terutama Mama Hana perihal gagalnya tunangannya antara dirinya dengan Andra. Memang awalnya Mama Hana merah besar dengan mengomel panjang lebar ke Hana setelah itu mematikan hubungan teleponnya secara sepihak. Sedikitpun Hana tidak menjawab omelan Mamanya, dia tunggu beberapa jam sampai emosi Mamanya agak meredam barulah ia hubungi lagi dan menjelaskan semuanya perlahan-lahan.
Hana minta maaf ke Mamanya karena telah mengecewakkannya dan untuk menebus kesalahan tersebut Hana malah berbuat janji dalam waktu dekat akan mengenalkan seseorang yang tengah dekat dengan dirinya saat ini.
Yah. Siapa lagi kalau bukan Asran! Janji itu sudah terucap dan Hana yakin cepat atau lambat, Mamanya pasti akan menagih janji yang terlanjur ia lontarkan itu suatu saat nantik.
Mau tidak mau Hana harus mengenalkan Asran ke Mamanya, entah memperkenalkan Asran sebagai teman dekatnya, atau malah sebagai kekasihnya. Biarlah waktu yang akan menjawabnya nantik, Dan.. Entah apalah respon Mamanya nantiknya jika tahu usia Asran yang jauh lebih muda dari pada Hana.
Malam ini Asran mengajak Hana untuk jalan keluar, sebenarnya sudah sering Asran mengajak Hana tapi selalu Hana tolak dengan alasan ia yang tidak begitu suka keluar dimalam hari. Namun, kali ini Asran membujuk Hana mati-matian untuk mau diajak jalan. Ajakan dari Asran kali ini tidak mampu lagi Hana tolak yang akhirnya ia pun menyetujuinya.
“Malam ini aja kak, Sekali aja…Ya?”
“Emang mau kemana?” Tanya Hana. Saat itu mereka tengah berbincang lewat telpon.
“Jalan-jalan kak setelah itu kita makan, dan jalan-jalan lagi… putar-putar aja kak…” Kata Asran.
Hana menghela nafas panjang, sebenarnya dia tidak suka akan hal itu, mending dirumah nonton, baca buku atau tidur dari pada menghabiskan waktu dengan putar-putar tidak jelas. Tapi, balik lagi karena tidak sampai hati dan tidak tegaan terhadap Asran maka Hana memutuskan untuk pergi keluar bersama Asran malam itu.
Tepat jam 7 malam Asran sudah datang menjemput Hana, Hanapun sudah bersiap-siap dengan penampilan dirinya yang sederhana apa adanya. Hana yang memang tidak suka bercelana malam itu hanya memakai rok plisket warna navy di padukan dengan tunik berwarna biru muda.
__ADS_1
“Asran sukalah dengan penampilan kak Hana, selalu anggun.” Ujar Asran memuji Hana.
“Ya kak memang biasa seperti ini.” Kata Hana.
“Makanya Asran suka”
“Masak iya? Bukannya sebelumnya mantan kamu berpakaian seksi? Kak pikir Asran suka cewek yang berpakaian seksi” Tutur Hana yang seolah mengingatkan Asran sama Sherly, mantan pacarnya itu.
“Itukan dulu kak, sebelum Asran kenal dengan kak Hana.”
“Oh ya? Kak jadi penasaran jangan-jangan kamu putuskan Sherly memang karena kakak lagi” Kata Hana curiga.
“Memang iya, itu salah satunya selain dari hal-hal yang tidak aku sukai dari dia” Kata Asran.
“Apa emangnya?” Hana bertanya.
“Duh… Kok jadi bahas Sherly sech, Kak? Sudah jangan dibahas lagi lah, yang penting sekarang kan Asran sama kak Hana.. Dan dia cuman masa lalu. Asran mau focus dengan masa depan Asran aja sekarang ini kak” Jelas Asran.
Beberapa menit kemudian, akhirnya motor Asran membawa mereka singgah disebuah café yang bernuansa romantis. Sekalipun Hana belum pernah masuk kedalam café tersebut.
Didalam café itu sudah banyak pengunjung yang rata-rata duduk berpasang-pasangan.
“Kenapa kesini?” Hana bertanya dengan memandang sekelilingnya dengan pandangan tidak nyaman.
“Kenapa memangnya kak? Bukannya bagus tempatnya” Jawab Asran.
“Iya bagus, cuman… Kurang nyaman aja kakak dengan tempatnya”
“Hhhmm… Sebentar aja kok kak, kita cuman makan doank setelah itu kita jalan-jalan lagi” Kata Asran kemudian menarik lembut tangan Hana untuk menuju kemeja yang paling ujung.
__ADS_1
“Kamu kenapa milih meja paling jauh sech? Didepan itukan masih banyak yang kosong” Protes Hana setelah sampai dimeja paling belakang.
“Biar lebih leluasa aja kak” Kata Asran dengan nyengir-nyengir tidak jelas.
“Leluasa apanya?” Hana bertanya heran.
“Ya leluasa untuk ngobrol sama kak Hana Donk” Jawab Asran.
“Hhmm….”
“Oya kita pesan makanan dulu ya…” Asran lalu memanggil pelayan dan setelah pelayannya datang, Asran dan Hana memesan makanan secara bergantian.
“Kak…” Panggil Asran. Hana yang saat itu sedang bermain hp langsung menoleh ke Asran yang ada didepannya.
“Iya, Kenapa?” Tanya Hana.
“Ngak kenapa-napa. Cuman mau manggil saja” Kata Asran dengan tersenyum lebar. Hana melirik Asran dengan tatapan yang curiga.
“Bilang aja kalau ada yang mau disampaikan, terlihat kok dari gelagat kamu seperti ada yang di sembunyikan ini” Kata Hana.
“Hahahahha… ketara kali ya kak?” Tanya Asran masih dengan tawanya yang renyah.
“Ngak kok kak, Asran cuman mau bilang…. Kalau Asran bahagia sekali karena bisa bersama-sama dengan kak Hana… Asran harap… kita selalu seperti ini ya kak… Kak Hana jangan menjauh lagi dari Asran ya..” Lanjut Asran lagi dengan sorot matanya yang tulus.
“Ya, mudah-mudahan Asran, kalau kamu gak buat kelaku” Jawab Hana denga tertawa kecil.
“Iya.. Iya… Kenak lagi lah Asran…” Katanya.
Beberapa saat kemudian, makanan merekapun sampai dan mereka langsung menikmati makanan tersebut dengan lahap.
__ADS_1
Sedang asyiknya mereka menyantap makanan mereka masing-masing, tanpa mereka sadari sejak tadi ada seseorang yang tengah memperhatikan mereka dari kejauhan. Seeorang tersebut memandang mereka dengan pandangan tajam dan juga dengan rasa benci yang sangat dalam…
Bersambung…