Reminiscent

Reminiscent
KEKASIH BARU


__ADS_3

Sudah 3 hari Hana tidak bisa menghubungi Andra. Nomornya selalu tidak aktif saat Hana menghubunginya, entah kebetulan nomornya tidak aktif atau entah dia mengganti nomornya, Hanapun tidak tahu.


Seperti sore dihari minggu ini, Hana duduk diteras rumahnya sambil menikmati semilir angin sepoi-sepoi yang menyerpa dirinya. Dilingkungan tempat Hana tinggal memang terkenal Asri dan masih terdapat banyak perpohonan sehingga membuat suasana disana menjadi lumayan sejuk.


Sebenarnya Hana merasa tidak rela dan tidak puas hati ditinggal Andra dalam keadaan seperti ini. Tanpa ia bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bibir Hana seakan gatal ingin mengeluarkan suara dan mengatakan bahwa Andra lagi-lagi sudah salah paham terhadap dirinya. Bukannya Hana yang tidak mau menjauh dari Asran, tapi keadaanlah yang membuat ia kembali berurusan dengan lelaki itu.


Padahal sebelumnya Hana sudah bertekad untuk mepertahankan hubungannya dengan Andra dan menjauh dari Asran. Hana sudah sungguh-sungguh akan hal itu, sebelum kejadian yang menimpanya.. Saat Asran datang dan menolongnya yang hampir dicelakai oleh orang tak dikenal. Karena menolong dirinya malah Asran yang terluka, bagaimana Hana tidak merasa bersalah? Ditambah lagi karena kejadian yang menimpa Asran tersebut membuat dia tidak bisa ikut pertandingan Voli keluar kota. Sesuatu yang mungkin Asran dan temannya harapkan untuk bisa mengikuti pertandingan tersebut.


Hana menghela nafas panjang. Apa yang harus ia lakukan? Tidak mungkin kan Hana nekat berangkat dan menjumpai Andra ke rumahnya? Tidak.. Tidak.. Hana membuang jauh-jauh hal tersebut dari pikirannya. Dia harus berpikir jernih.


Tiba-tiba Hana teringat akan sesuatu. Ia ingat jika tidak salah dirinya masih menyimpan nomor Sherly. Hana pikir apa salahnya dia coba untuk berbicara dengan Andra melalui Sherly. Meskipun ada terbesit ketidakyakinan dengan ide mendadaknya itu. Entah apalah respon Sherly nantinya saat Hana menelpon dia. Namun demikian, Hana seperti tidak ada pilihan lain hingga akhirnya dengan tangannya yang agak bergetar Hana memencet tombol memanggil pada nomor Sherly.


Hana menunggu Sherly menjawab teleponnya dengan hati yang was-was. Meskipun begitu dalam hati Hana tetap berdoa semoga respon Sherly baik terhadapnya.


"Hallo, Assalamu'alaikum, Ini Siapa ya?" Akhirnya Sherly mengangkat telepon dari Hana. Hana yang tertegun dengan suara sapaan dari Sherly langsung sadar dan menjawab salam dari Sherly.


"Walaikumusalam.. I-ini.. Kakak Sherly, kak Hana.." Jawab Hana dengan suara yang bergetar. Hana bisa merasakan getaran dari suaranya.


"Ha?? Siapa?? Kak Hana?" Tanya Sherly dengan sedikit berteriak seakan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Iya.." Hana langsung menjawabnya.


"Woww... Gak aku duga. Punya nyali juga ya kakak nelpon aku." Kata Sherly setengah membentak.

__ADS_1


"Maaf kakak menganggu waktu kamu Sherly, Kak boleh mintak tolong? Kak mau bicara sama Abang kamu, Andra. Sudah 3 hari nomornya tidak aktif. Apa dia ganti nomor ya? Bisa tolong kamu panggilkan dia sebentar?" Tanpa basa-basi, Hana langsung ke inti pembicaraan.


Setelah mendengar ucapan Hana barusan, Sherly langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kak Hana, Ngapain mau bicara sama Bang Andra lagi? Bukannya kakak sudah diputusin ha?" Ucap Sherly.


"Ada yang perlu kak jelaskan Sherly, Ini penting. Tolong ya, sebentar saja.." Kata Hana setengah memohon.


"NGAK.. AKU GAK MAU!" Jawab Sherly.


"Lagian Kak Hana tau diri sedikit donk, Bang Andra tu gak cinta lagi sama kak Hana. Malahan dia sudah merasa benci sama kak Hana, tau tidak?" Ucap Sherly.


"Ngak Sherly, Andra tidak mungkin benci sama kakak. Karena itu, tolong kasih kan hp kamu ke dia, sebentar saja.. Ya?" Ujar Hana masih membujuk Sherly.


"Kak Hana ini rakus ternyata ya! Kak sudah mendapatkan Asran dengan cara yang licik. Sekarang kak malah ngemis-ngemis mintak balikkan lagi sama Bang Andra. Mau kakak apa Sech? Bukannya sekarang sudah ada Asran bersama kakak. Kenapa masih belum puas juga ha?" Kata Sherly mulai emosi.


"Ngak ada kakak bilang? Kalau gak ada untuk apa kakak datang ke Asramanya dia beberapa hari yang lalu ha? Kak pikir aku gak tau apa yang kalian perbuat dibelakang aku. Dasar munafik!"


Hana tersentak dengan tuduhan Sherly yang memang benar adanya. Yang membuat Hana semakin yakin pasti ada orang suruhan Sherly yang ia tugaskan untuk mengintai gerak-gerik Hana.


"Oke. Memang kak kesana. Tapi, ada alasannya.. Ini lah yang mau kak jelaskan sama Andra juga. Sebenarnya.."


"Ngak Mau dengar Aku..." Sherly langsung memotong perkataan Hana.

__ADS_1


"Dan aku juga gak mau kasih kesempatan kak Hana untuk jelaskan apapun ke Bang Andra. Karena.. percuma aja kak. Lagi pula Bang Andra saat ini sudah dapat pengganti kak Hana" Jelas Sherly.


"Apa? Kamu jangan mengarang cerita, Sherly." Kata Hana dengan keyakinan bahwa yang disampaikan Sherly barusan tidaklah benar.


"Aku gak ngarang, Mau bukti? Ini kebetulan aku sedang bersama pacar baru bang Andra. Kak mau ngobrol dengan dia? Bentar.." Kata Sherly.


Beberapa detik kemudian..


"Hai, Kenalkan Aku Amira.. Kekasih barunya Andra. Kami baru jadian 3 hari yang lalu.. Tapi, kenal dekatnya sudah lama sech, sekitar 6 bulanan kalau tidak salah.." Kata si wanita yang mengakui pacar barunya Andra.


Untuk beberapa saat Hana terdiam. Entah benar atau entah tidak apa yang barusan dikatakan si wanita tersebut. Yang jelas mendengar pengakuan darinya saja yang belum tentu benar itu, sudah mampu membuat hati Hana menjadi ngilu.


'Tapi, bisa saja dia bohong. Bisa saja dia disuruh Sherly untuk mengaku seperti itu' Batin Hana seakan menenangkan hatinya yang mulai galau.


"Oya, aku sudah tahu semua tentang kalian. Andra yang cerita ke Aku. Dia bilang sangat-sangat kecewa dengan kamu yang telah mengkhianati dia. Tapi, dia gak mau larut dalam kekecewaan. Dia sudah mengikhlaskan kamu kok. Apalagi saat ini sudah ada aku yang menjadi penawar kesedihannya." Jelasnya dengan nada bicara yang terdengar sombong.


"Jadi, aku harap kamu jangan lagi mencari Andra ya? Ini peringatan aku yang pertama. Jangan sampai ada peringatan kedua dan seterusnya. Bakalan menyesal kamu nantinya" Ancam wanita yang bernama Amira itu.


Sepatah katapun tidak keluar dari mulut Hana. Hana merasa dirinya seakan rapuh yang membuatnya tidak mampu lagi untuk berkata - kata.


"Sudah jelas kan kak Hana? Sudah ya, aku matikan. Aku sibuk. Gak ada waktu untuk meladeni." Ucap Sherly yang sudah mengambil alih kembali teleponnya.


Klik.. Telepon terputus...

__ADS_1


Hana hanya bisa terpaku dan meratapai kesedihan yang teramat dalam dihatinya. Jika lah benar wanita bernama Amira itu pacar barunya Andra.. Sungguh Hana merasa tidak rela, Andra bisa dengan mudah dan secepat itu mendapatkan pengganti dirinya. Sungguh Hana tidak rela..


Bersambung..


__ADS_2