Reminiscent

Reminiscent
TERGUNCANG


__ADS_3

Hana akhirnya sampai di rumahnya dengan perasaan yang tidak tentu arah. Di satu sisi ia merasa lega karena bisa selamat dari sekapan Sandy yang berniat jahat kepadanya, Namun disisi lain ia merasa prihatin dengan keadaan Asran.


Reynald sudah menceritakan semua kejadian yang menimpa Asran malam itu setelah dia pulang dari rumah Hana. Ya.. Asran kecelakaan. Hati Hana sungguh terguncang saat mengetahui kenyataan tersebut. Apalagi Asran terluka parah dibagian kepalanya sehingga membuat dia harus di operasi. Selain itu, ada satu hal lagi yang membuat Hana tidak rela, seperti apa yang telah Reynald katakan bahwa Asran kehilangan ingatan nya yang baru sehingga iapun menjadi tidak ingat sedikitpun dengan Hana.


Tanpa dipinta Air mata Hana tiba-tiba mengalir begitu saja dipipinya. Begitu deras tanpa bisa dibendungnya lagi. Hati Hana perih. Ini salahnya, Gara-gara dirinya lah Asran kecelakaan. Pasti saat itu Asran sangat kecewa setelah mengetahui Hana kembali lagi dengan Andra dan meninggalkannya. Padahal... Sudah banyak yang telah mereka rencanakan untuk hubungan mereka ini, andai saja Hana bisa lebih bersabar untuk menyakinkan Mamanya agar menunggu Asran, pasti ini semua tidak terjadi. Asran tidak mungkin terbaring lemah dirumah sakit dengan cedera parah dikepalanya.


Namun kini, Hana tidak bisa berandai - andai lagi. Semua sudah terjadi. Dia harus bisa menerima kenyataan bahwa Andralah lelakinya saat ini. Lelaki yang akan menjadi suaminya. Suami masa depan atas pilihan dan takdir dari yang Maha Kuasa.


Mungkin ini sudah rencana Allah bagi kehidupannya. Allah yang mengambil ingatan Asran tentang dirinya sebagai tanda bahwa lelaki yang berhak mendampinginya adalah Andra. Dengan hilangnya ingatan Asran terhadap Hana, sehingga otomatis akan membuat Asran tidak lagi mengejar Hana ataupun sekedar ingin bertemu dengan dirinya lagi.


Kendatipun demikian, tak dipungkiri juga Hana sangat sedih jika Asran benar-benar melupakan dirinya untuk selamanya. Begitu banyak kenangan mereka, kenangan indah yang seharusnya sangat sulit untuk dilupakan oleh mereka berdua. Tapi, ternyata kenangan indah mereka itu telah sirna dari pikiran dan ingatan Asran.


Hana menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Ia masih terisak-isak dengan nafas yang naik turun. Ingatan Hana kembali membawanya ke pertemuannya dengan Reynald tadi. Sebelum meninggalkannya, Reynald sempat memarahi Hana. Ia mengencam Hana dengan menyebut Hana sebagai wanita yang pintar memainkan hati dan perasaan orang.


"Kau beri Asran harapan baru namun setelah itu kau campakkan begitu saja harapan itu." Bentak Reynald dengan mengarahkan Jari telunjuknya ke Hana. Ia tampak begitu marah, kesal dan sebagainya terhadap Hana. Hana hanya bisa pasrah menerima sikap dingin dari Reynald tersebut.


"Tapi, yang membuat aku semakin muak. Asran masih tetap mempedulikan Kau dan merasa khawatir akan keselamatan kau Hana. Kamu tau tidak ? Sebelum Dia kecelakaan malam itu, dia sempat menelpon aku. Dia cerita semuanya Hana termasuk juga tentang orang misterius yang menganggu kamu beberapa hari belakangan ini. Dia seperti sudah punya firasat akan terjadi suatu hal pada dirinya yang membuat dia tidak bisa menjaga dan melindungi kamu dari penjahat itu. Dia mintak tolong ke aku agar memantau kamu agar tidak diganggu ataupun disakiti dengan orang itu, dan ternyata kekhawatiran dia itu benar. Aku melihat memang ada orang yang ingin berniat jahat ke kamu. Dan.. Maka karena itulah aku sekarang ada disini. Menolong kamu atas permintaan Asran. Bukan atas keinginan aku." Tutur Reynald dengan panjang lebar. Belum sempat Hana mengucapkan sepatah katapun kepadanya, ia sudah pergi meninggalkan Hana yang terdiam membisu dengan hati yang berkecamuk.


Bagaimana hati Hana tidak tersentuh, Lelaki yang sudah ia sakiti itu masih tetap mengkhawatirkan dirinya.

__ADS_1


'Asran.. Meskipun kamu tidak ingat kakak lagi, tak mengapa.. Biarlah begini dari pada kamu kembali ingat, akan membuat kamu sakit hati dan terluka. Harapan kakak semoga kamu segera pulih dan sehat kembali, meskipun tanpa kakak disisimu.." Lirih Hana dengan terisak-isak.


***


Setelah Hana selesai mandi dan membereskan rumahnya yang sudah 2 hari ia tinggalkan, lalu ia berniat akan menghubungi Andra. Sebelum itu ia periksa Hpnya yang begitu banyak panggilan tak terjawab dari Andra. Begitu juga dengan chat masuk. Di Scroll keatas pada pesan masuk tersebut, dan mendapati ada beberapa balasan yang terkirim ke Andra. Tapi, itu bukan dia yang ketik. Hana yakin ini pasti kerjaan Sandy, Hana mendengus kesal jika mengingat apa yang dilakukan Sandy terhadap dirinya kemarin.


Kemudian Hana langsung saja menghubungi tunangannya itu, tidak menunggu lama akhirnya Andra langsung mengangkat telpon darinya.


"Hana..?? Ini kamu kan??" Teriak Andra diseberang sana. Dari nada suara Hana bisa menangkap bagaimana khawatirnya ia terhadap Hana.


"Iya, ini aku.." Jawab Hana.


"Ya, Allah.. Alhamdulillah, Syukurlah.. Kamu kemana aja sayang?? Kamu tau tidak aku sudah seperti orang gila disini menunggu kabar dari kamu. Ditelpon gak diangkat-angkat. Aku sampai mintak tolong dokter Fajar untuk menyusul kamu ke rumah dan Puskesmas. Tapi, rumah kamu kosong dan kata orang puskesmas pun kamu gak masuk tanpa keterangan. Kamu kemana sih sayang???" Sodor Andra langsung dengan pertanyaan.


"Sayang? Kamu kenapa menangis? Ada apa? Cerita sama aku.." Pinta Andra yang semakin penasaran.


Lalu Hana menceritakan semua kejadian yang ia alami dari awal sampai akhir, tidak ada sedikitpun yang ia tutup-tutupi. Selama ini Hana paling susah untuk meluapkan apa yang ia rasakan ke Andra, dan kali ini Hana berjanji akan lebih terbuka dengan tunangannya itu. Hana ceritakan semuanya termasuk juga apa yang dikatakan Reynald tentang Asran kepadanya waktu itu.


"Kamu disekap?? Ya Allah.. Hana.. Tapi, Kamu baik-baik aja kan? Apa ada yang terluka?" Tanya Andra khawatir.

__ADS_1


"Alhamdulillah, gak ada yang terluka, Ndra. Untung saja Reynald datang tepat waktu sebelum lelaki jahat itu akan mau melukai aku dengan pisaunya yang tajam itu.."


"Syukurlah, Aku syok sekali mendengarnya Hana." Kata Andra dengan tarikan nafas yang panjang.


"Hal inilah yang membuat aku tambah yakin akan membawa kamu pindah dari sana Hana, setelah kita menikah.. Aku gak akan membiarkan kamu tinggal sendiri lagi sayang. Kamu harus ikut aku tinggal di kota. Oke??" Putus Andra akhirnya yang membuat Hana tidak punya pilihan lain selain mengiyakannya.


"Dan.. Tentang Asran, aku turut prihatin juga dengan apa yang menimpanya. Nantik aku akan kerumah sakit untuk menjenguknya.." Lanjut Andra lagi.


Hana hanya diam. Dia tidak banyak berkomentar tentang Asran, meskipun didalam hatinya terasa ngilu jika mengingat bahwa lelaki berwajah lembut itu sudah membuang tentang Hana dari ingatannya..


.


.


.


Bersambung...


💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

__ADS_1


.


.


__ADS_2