
Seorang lelaki terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit. Tampak selang infus terpasang ditangannya dan kepalanya yang diperban. Wajahnya terlihat pucat dengan beberapa memar dibagian wajah dan dibagian lengan kirinya juga terdapat banyak luka goresan yang masih basah.
Lelaki itu adalah Asran. Kecelakaan waktu itu membuat ia terluka parah, terutama pada bagian kepalanya yang terbentur keras diaspal. Ia sempat tidak sadarkan diri selama 2 hari. Ada perdarahan hebat dibagian kepalanya yang membuat dokter langsung melakukan tindakan operasi.
Namun, kini keadaan Asran sudah berangsur membaik. Ia sudah sadar dan bisa berkomunikasi dengan orang disekitarnya. Tapi, ada suatu hal yang terjadi pada ingatan Asran pasca kecelakaan dan juga operasi. Ia tidak ingat sama sekali tentang kejadian penyebab kecelakaannya, malahan ia merasa bingung mengapa tiba-tiba ia ada dirumah sakit.
Dokter menjelaskan kepada keluarga Asran bahwa Asran mengalami Amnesia Anterograde yaitu Amnesia yang menyebabkan dia tidak bisa membuat ingatan yang baru. Ia hanya bisa mengingat informasi atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu saja. Dan.. Dokter menyimpulkn bahwa ingatan Asran yang hilang adalah dalam satu tahun belakangan ini saja. Ia tidak akan ingat semua hal yang telah ia lakukan dalam satu tahun belakangan ini, termasuk juga orang-orang yang dijumpai atau dikenalinya dalam waktu satu tahun ini.
Dokter juga menyampaikan bahwa Amnesia seperti ini bisa bersifat sementara tapi bisa juga bersifat permanen, semua itu tergantung pada yang bersangkutan dalam mengekpresikan ingatannya.
Ibu dan adiknya Asran sangat terpukul dengan kecelakaan yang menimpa Asran. Mereka tahu penyebab Asran kecelakaan waktu itu adalah karena Asran yang merasa kecewa dan sakit hati telah ditinggalin Hana sehingga membuat dirinya kehilangan kontrol saat mengendarai motornya dan terjadilah tabrakan tersebut.
Mungkin saat itu pikiran Asran yang kalut tak tentu Arah membuat ia melajukan motornya diluar kendalinya. Ibu Asran tidak menyangka Asran akan segalau itu, sempat juga ia menyesali keputusannya yang tidak menyetujui hubungan Asran dengan wanita yang ia cintai. Tapi, setelah penjelasan dari dokter yang mengatakan bahwa ingatan Asran hilang dalam satu tahun ini bahkan kejadian ia kecelakaan pun dia tidak ingat, sehingga membuat Mama Asran sangat bersyukur. Karena otomatis Asran juga tidak lagi mengingat wanita yang telah membuat ia terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit saat ini.
"Asni, ingat.. kamu jangan singgung masalah wanita itu ke Asran ya! Kalau dia bertanya kronologi dia kecelakaan bagaimana bilang saja karena dia mengendarai motor tengah malam dan kemungkinan dalam keadaan ngantuk." Kata Ibu Asran memberi peringatan ke adiknya Asran.
"Ya, bu.." Jawab Asni dengan menganggukkan kepalanya. Saat itu mereka berdua tengah berada diluar ruangan Asran, menunggu Dokter selesai melakukan visit pagi hari itu.
Setelah Dokter selsai melakukan visit, ia pun keluar dari ruangan Asran diikuti dengan seorang perawat muda.
"Bagaimana dok, perkembangan anak saya?" Sodor Ibu Asran langsung saat dokter sudah didepan pintu keluar.
"Alhamdulillah, pemulihan cedera pada kepalanya sudah berangsur membaik buk. Tapi, dia masih butuh banyak istirahat. Jangan dipaksa untuk banyak bergerak dulu." Jelas Dokter tersebut.
"Alhamdulillah... Senang saya mendengarnya. Iya Dok, saya akan selalu mendampingi anak saya Dok, dan memastikan dia untuk tidak banyak bergerak." Kata Ibu Asran dengan mata yang berbinar-binar karena saking bahagia.
__ADS_1
"Baik buk, kalau begitu saya permisi dulu ya.." Pamit Dokter tersebut.
"Iya, Dok. Terimakasih banyak.." Kata Ibu Asran. Setelah itu, ibu dan adik Asran masuk ke dalam kamar rawatan Asran.
Saat mereka sudah didalam kamar Asran, mereka melihat Asran yang berusaha menggerakkan anggota badannya dengan perlahan - lahan. Melihat hal itu langsung membuat ibu Asran bergegas menuju ketempat tidur Asran.
"Asran sayang, kamu ngapain? Kata Dokter kamu jangan banyak bergerak dulu sayang.." Kata Ibu Asran sambil meluruskan kaki Asran yang sempat ditekukkannya tadi.
"Ya kan cuman digerakkan pelan aja kok bu, biar gak kaku." Jawab Asran seadanya.
"Ya besok-besok juga bisa sayang, jangan sekarang. Kamu harus banyak istirahat. Bagaimana kepala kamu? Masih nyeri gak?" Tanya Ibu Asran karena semalam Asran sempat mengeluhkan nyeri pada bagian kepalanya.
"Hari ini gak ada terasa apa-apa bu.." Jawab Asran.
"Syukurlah, semoga kamu segera pulih ya sayang. Ibu dan Asni selalu mendoakan kesembuhan kamu. Biar kamu bisa pulang dan beraktifitas seperti biasanya lagi." Kata Ibu Asran dengan tersenyum lebar. Asran membalas senyuman ibunya tersebut.
"Sudahlah Asran. Kamu jangan ingat apa-apa dulu ya, jangan terlalu dipaksa. Nantik kepala kamu sakit lagi. Ibu janji setelah kamu keluar dari rumah sakit, ibu akan menjelaskan ke kamu perlahan - lahan ya." Janji Ibu Asran. Meskipun didalam hati ia sudah bertekad tidak akan mengingatkan tentang Hana sedikitpun kepada Asran.
"Iya, Bang.. Ibu benar. Abang fokus dengan kesembuhan abang aja dulu. Jangan mikir yang macam-macam." Asni menimpali.
"Ya sudah. Kamu harus banyak istirahat. Ibu dan Asni keluar sebentar, mau beli makanan. Ingat ya kamu jangan banyak bergerak" Ucap Ibu Asran. Asran hanya menanggapinya dengan anggukan.
Sepeninggalan ibunya Asran coba untuk memejamkan matanya namun saat matanya terpejam sekilas bayangan tiba-tiba tergambar dipelupuk matanya. Asran langsung membuka matanya. Kepalanya pun terasa nyeri.
"Aduuh..." Rintih Asran dengan memegang kedua kepalanya.
__ADS_1
"Sus.. Suter.." Panggil Asran. Beberapa saat kemudian seorang perawat muda yang mendampingi dokter tadi pun masuk kedalam ruangan Asran.
"Iya, kenapa? Kepala kamu sakit lagi ya. Bentar saya ambilkan obat penghilang nyerinya." Ucap perawat tersebut lalu berlari keluar mengambil obat.
"Ini kamu makan dulu obatnya." Kata Perawat itu setelah datang kembali membawa obat.
"Ya, terimakasih.." Kata Asran.
"Kamu jangan maksain diri untuk mengingat-ingat apapun itu ya. Ingatan kamu lagi bermasalah. Kalau dipaksa untuk diingat, akan membuat nyeri di kepala kamu." Nasihat si perawat.
"Ingatan saya bermasalah? Maksudnya bagaimana?" Tanya Asran dengan wajah yang bingung.
Lalu perawat itupun menceritakan tentang amnesia yang dialami oleh Asran.
"Nah, begitulah.. Butuh proses untuk memulihkan kembali ingatan kamu yang hilang setahun belakangan ini. Kamu nikmati aja prosesnya perlahan-lahan jangan terlalu dipaksain. Oke?"
Asran hanya menganggukkan kepalanya. Dalam hatinya ia berpikir. Ia tidak bisa mengingat kejadian dan peristiwa apapun yang terjadi didalam hidupnya dalam satu tahun belakangan ini, tidaklah mengapa. Asran berusaha menenangkan dirinya dan menganggap tidak masalah jika ia tidak dapat mengingatnya. Namun demikian, entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Yang mendorong dirinya untuk mengingat akan sesuatu. Tapi, dia tidak tahu itu apa..
***
,
,
,
__ADS_1
Bersambung..
***