Reminiscent

Reminiscent
PERTOLONGAN DATANG


__ADS_3

Saat Hana membuka matanya, ia melihat seseorang berbaju polisi berdiri didepan pintu dengan menodongkan pistolnya kearah Sandy. Hana tidak dapat melihat jelas wajah orang tersebut, karena jarak yang agak jauh dan juga karena tempatnya yang agak gelap. Yang jelas Hana merasa bersyukur karena telah diselamatkan oleh polisi itu.


"Angkat tangan kamu, dan jatuhkan pisau itu. Kalau tidak, aku tidak segan-segan menembak kamu!" Kata polisi itu dengan garang.


Sandy tidak berkutik, ia lalu mengikuti perintah polisi itu dengan meletakkan pisau tersebut kelantai. Setelah itu, ada 2 orang polisi lagi muncul dari balik pintu dan berlari mendekati Sandy. Setelah sampai, mereka langsung memborgol tangan Sandy.


"Hana.. Tolong aku. Aku gak bermaksud sebenarnya melakukan ini, aku gak mau dipenjara lagi Hana. Aku mohon. Pak.. Saya tidak bersalah, saya cuman bercanda, saya bukan mau membunuh pak.." Kata Sandy dengan wajah memelas.


Namun, Hana sama sekali tidak mempedulikan permohonan dari lelaki itu.


"Sudah.. Jangan banyak bacot kamu, ikut kami ke kantor polisi sekarang juga." Ucap polisi itu dan kemudian menyeret Sandy menuju keluar bangunan.


"Hana.. Aku mohon.. Tolong bela aku Hana..!!" Teriak Sandy sebelum ia menghilang di balik pintu tersebut.


Setelah itu, Hana menghembuskan nafasnya. Ia merasa begitu lega saat ini. Hampir saja Sandy akan melukainya, tidak terbayangkan oleh Hana bagaimana jika polisi itu tidak datang dan menyelamatkan dirinya. Entah bagaimana nasibnya saat itu. Tapi, tiba-tiba Hana terpikir. Bagaimana polisi-polisi tadi bisa tahu bahwa dia ada disini? Siapa yang melapor? Hana harus mencari tahu dan menanyai hal itu kepada polisi yang menodongkan pistol tadi. Tapi, kemana dia? Kenapa dia tiba-tiba menghilang?


Hana berlari kearah pintu tempat polisi tadi muncul dan setelah itu ia melihat polisi bertubuh kekar tersebut berjalan cepat menuju keluar bangunan. Hana mengikutinya dari belakang dengan berlari kecil karena ia sama sekali tidak tahu dimana jalan keluarnya, ia takut malah tersesat lagi didalam ruangan yang banyak sekat ini.


Akhirnya Hana sampai diluar. Ia sangat bersyukur bisa keluar dari tempat ini dengan selamat, dan polisi itu yang menyelamatkannya.


"Pak.. Pak Polisi.. Tunggu dulu..!!" Hana memanggil polisi tersebut dengan sedikit berteriak, karena memang jarak mereka sudah agak jauh. Namun, polisi itu tidak menghentikan langkahnya, ia tetap berjalan cepat meninggalkan Hana yang merasa kebingungan juga penasaran.


Hana tidak menyerah begitu saja, kini ia berlari mengejar polisi yang telah menolongnya. Setidaknya dia ingin berterimakasih kepada polisi itu karena mereka datang disaat yang tepat.


"Pak.. Tolong berhenti dulu! Saya mau ngomong sebentar.." Kata Hana dengan nafas ngos-ngosan karena berlari mengejar si polisi. Namun, entah kenapa si polisi sedikitpun tidak merespon ucapan Hana. Ia tetap berjalan tanpa menoleh sedikit pun ke Hana. Hana yang sudah berada dibelakangnya saat itu, tanpa sengaja malah memegang bahunya dan membalikkan badan polisi tersebut.

__ADS_1


Dan.. Betapa kagetnya Hana saat melihat wajah polisi yang telah menolongnya itu.


"K-kamu..?? Yang waktu itu kan..? Temannya Asran??" Tanya Hana dengan wajah yang kaget tidak percaya ternyata polisi dihadapannya saat ini adalah Reynald, teman dekat Asran.


"Iya. Aku Reynald." Jawabnya dengan ketus.


"Oh, A-aku.. Mau mengucapkan terimakasih karena kamu dan kawan-kawan kamu yang tadi sudah menolong aku. Terimakasih banyak ya, Karena aku gak tau bagaimana nasib aku jika kalian gak datang. Sekali lagi terimakasih ya?" Ucap Hana seraya tersenyum.


"Ya. Sudah kewajiban kami menolong orang dari sekapan penjahat. Jadi tidak perlu berterimakasih." Jawab Reynald dengan nada bicara dan juga raut wajah yang dingin.


"Tapi, kalau boleh aku bertanya.. Bagaimana kamu bisa tahu aku ada disini? Apakah ada orang sekitar sini yang membuat laporan??" Hana menanyai hal itu karena memang dia sangat penasaran mengapa Reynald dan teman polisinya bisa tahu keberadaannya yang disekap oleh Sandy.


"Sudahlah itu gak penting. Yang penting kamu selamat. Sudah ya! Aku masih banyak kerjaan" Kata Reynald lalu membalikkan badannya hendak pergi meninggalkan Hana. Namun, Hana kembali memanggilnya lagi.


"Reynald.. Tunggu, Aku.. Mau bertanya tentang Asran!" Teriak Hana akhirnya. Mendengar nama Asran disebut oleh Hana, membuat Reynald akhirnya berhenti. Hana langsung bergegas mendekati Reynald.


"Dimana Asran?? Kenapa nomornya tidak bisa dihubungi? Apakah ia ganti nomor??" Tanya Hana bertubi-tubi. Karena ia rasa ini adalah moment yang tepat ia bertanya tentang Asran kepada Reynald. Hana seakan sudah kehabisan akal menunggu kabar dari Asran yang tidak kunjung ada.


Agak lama juga Reynald diam, tidak menjawab pertanyaan dari Hana. Ia seperti berfikir terlihat dari raut wajah dan juga sorotan matanya yang sedang berfikir keras.


"Reynald, Asran.. Baik-baik saja kan??" Tanya Hana. Entah kenapa pertanyaan itu yang keluar dari lisan Hana. Yang jelas, melihat wajah Reynald berubah menjadi sedih seperti itu membuat perasaan Hana menjadi tidak enak.


"Kamu kok diam? Jawab donk pertanyaan aku! Kamu pasti tahu kan Asran sekarang dimana? Apakah dia sudah pulang atau masih di kota??" Tanya Hana.


"Sudahlah, kamu jangan tanya-tanya tentang Asran lagi. Kamu lupakan saja dia." Ujar Reynald akhirnya.

__ADS_1


"Kenapa gitu? Aku cuman.."


"Hana.. Apa yang kamu harapkan lagi dengan Asran ha?? Bukannya kamu akan menikah dengan dokter itu." Kata Reynald dengan kesal.


"Bagaimana kamu tau, aku.."


"Gak penting aku tau dari mana. Yang jelas aku tahu semuanya. Dan.. terus terang aku sangat lega akhirnya hubungan kamu dengan Asran bisa berakhir. Karena bagi aku.. Kamu itu tidak pantas untuk Asran!! Kamu hanya memanfaatkan dan mempermainkan perasaannya saja kan? Mentang-mentang Asran sudah benaran suka sama kamu, jadi seenak hati kamu buat dia kecewa dengan meninggalkan dia dan menikah dengan lelaki itu.." Tuding Reynald ke Hana.


"Terserah kamu mau menilai aku seperti apa, yang jelas aku punya alasan yang kuat mengapa aku melakukan itu. Makanya, aku ingin bertemu dengan Asran sekarang. Kamu pasti nyimpan nomor handphonenya yang baru kan? Tolong kamu kasih ke aku ya.." Kata Hana setengah memohon.


"Percuma Hana.. Gak ada gunanya kamu menjelaskan panjang lebar ke dia. Dia gak akan ingat. Bahkan dengan dirimu saja dia tidak kenal lagi.." Kata Reynald dengan tersenyum getir.


"Apa maksud kamu???" Tanya Hana merasa heran dengan kalimat Reynald barusan. Asran tidak kenal dia lagi? Begitu marahkah Asran terhadap dirinya??


"Apa Asran memang bilang begitu? Dia benar-benar tidak mau kenal aku lagi?" Tanya Hana dengan wajah yang sedih.


"Dia bukan tidak mau kenal kamu lagi. Tapi, dia memang tidak ingat sama kamu lagi Hana. Tuhan telah menghapus ingatan dia tentang kamu. Semua tentang Kamu.." Tutur Reynald dengan suara yang tegas.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2