Reminiscent

Reminiscent
KATA BENCI


__ADS_3

"Kak Hana.. Kakak kenapa? Kenapa kak tiba-tiba marah dengan Asran?? Apa salah Asran kak?" Tanya Asran bertubi-tubi karena melihat sikap Hana yang lain terhadap dirinya.


Hana masih memalingkan wajahnya dari Asran. Bagaimanapun caranya dia ingin membuat Asran jadi benci kepadanya.


Meskipun untuk sekian kalinya Asran telah menolong Hana. Seharusnya Hana saat ini berterima kasih kepada Asran yang telah membawanya ke rumah sakit, namun hal itu sama sekali tidak dilakukannya.


Hana sengaja bersikap demikian agar Asran menganggap dirinya yang tidak tahu terima kasih sehingga lelaki itu merasa menyesal telah menolong dirinya. Hana ingin jauh dari Asran. Karena semenjak kehadiran lelaki itu, Hana merasa kehidupannya menjadi tidak baik. Dibenci oleh orang lain, ditinggalin bahkan di caci maki.


"Kak Hana..??" Asran kembali memanggil Hana yang masih diam.


"Ya sudah.. kak Istirahat aja dulu ya. Asran tunggu didepan ya kak.." Kata Asran. Baru selangkah Asran beranjak dari sana, Hana kemudian memalingkan wajahnya ke Asran.


"Kamu pulang aja! Aku gak butuh pertolongan kamu.." Kata Hana dengan ketus. Asran membalikkan badannya dan memandang Hana dengan tatapan heran. Karena tidak pernah sebelumnya Hana pakai Kata Aku pada dirinya sendiri.


"Kak Hana, jangan marah-marah kak. Nantik kepala kak sakit lagi.." Kata Asran tanpa mengindahkan kalimat kasar dari Hana barusan.


"Kak istirahat ya, kalau ada perlu apa - apa panggil aja Asran didepan ya.." Kata Asran dengan suara yang santai.


"Cih.. Aku gak butuh bantuan kamu, Asran. Kamu pulang aja sana! Aku.. Benci melihat kamu tau gak?" Kata Hana dan kali kini benar-benar kasar terdengar ditelinga Asran.


Awalnya Asran sedikit tersentak, namun ia kembali mencairkan suasana.


"Jangan benci-benci kak Hana, entar jadi cinta Lo sama Asran. Karena, Benci itukan.. singkatan dari Benar-benar Cinta.." Kata Asran seraya tersenyum dengan manis.


Hana benar-benar kehabisan akal untuk berkata lagi. Karena segala usaha dia untuk berkata kasar dengan lelaki itu, malah dipatahkannya. Asran sama sekali tidak tersinggung atau bahkan marah kepada Hana, seperti yang Hana inginkan.


"Asran, kamu gak ada kerjaan lain apa? Kamu urus aja urusan kamu sendiri. Jangan mengurusi Aku. Aku.. Gak butuh pertolongan kamu!" Kata Hana dengan melotot marah.

__ADS_1


"Gitu ya kak? Kalau Asran gak mau bagaimana?" Tanya Asran.


"Kak Hana kenapa sech marah-marah? Lagi datang bulan ya?" Lanjutnya lagi dengan tertawa kecil.


"Aku marah karena muak sama kamu, paham?" Kata Hana dengan mengeraskan suaranya.


"Muak kak? Sama Asran?" Tanya Asran dengan mengulang kata yang barusan Hana lontarkan.


"Iyaa.. Sangat-sangat MUAK" Jawab Hana.


"Oke. Gak apa kak. Sebesar apapun rasa benci dan muak kak Hana kepada Asran, Tidak akan merubah perasaan Asran terhadap kak Hana. Tidak berpengaruh apapun ke Asran kak. Karena.. Asran tahu yang kak Hana ucapkan itu bukanlah cerminan dari hati kak Hana kan?" Tebak Asran seraya menatap wajah Hana dengan penuh arti.


Hana kembali membuang muka saat Asran menatapnya seperti itu. Hana juga berpikir keras cara apa lagi yang harus dia lakukan agar Asran menjadi benci kepadanya. Tapi, sepertinya Asran sudah membaca gelagat Hana yang brpura-pura marah dan benci kepadanya.


"Istirahatlah kak. Kak Hana gak usah mikir yang macam-macam. kak fokus aja dengan kesehatan kakak. Oke? Asran keluar sebentar, Reynald ada diluar tungguin Asran sejak tadi." Tutur Asran dan kemudian pergi dari ruang rawatan Hana.


Sepeninggalan Asran, Hana kembali mengingat-ingat kejadian yang membuat dirinya pingsan. Semalaman Hana tidak bisa tidur, Pikirannya selalu terbayang bayang ke Andra.


Apalagi ketika angannya membawanya membayangkan bagaimana Andra bersama wanita lain, seperti yang Sherly bilang. Andra sudah punya kekasih baru pengganti dirinya. Begitu cepatnya ia mendapatkan pengganti Hana. Hana merasa dirinya sudah patah hati karena ditinggal Andra.


Karena itu Hana yang tidak tidur semalaman ditambah lagi tidak ada sesuap nasipun yang masuk kelambungnya sehingga membuat badannya terasa lemas dan ketika Hana hendak kekamar mandi, ia merasa kepalanya sakit luar biasa dan akhirnya Hanapun jatuh pingsan didepan pintu kamarnya.


Entah bagaimana caranya Asran bisa masuk


kerumahnya lalu membawanya kerumah sakit. Benar Juga kata Asran, jika tidak ada dia yang datang.. entah sampai kapan Hana pingsan disana. Tidak ada orang yang tahu akan keadaannya saat itu, termasuk juga Kak Ria. Kalau mengingat tentang Kak Ria membuat Hana merasa sangat bersalah. Semenjak Hana mencuekkan Kak Ria kemarin itu, Kak Ria tidak lagi mempedulikannya. Kak Ria pasti marah sama Hana sehingga membuat dirinya enggan untuk sekedar mengunjungi rumah Hana lagi.


Tiba-tiba Hana merasa sendirian dikota ini, tidak ada keluarga, sanak dan saudara tempat mengadu disaat sakit. Adapun tetangga yang dulunya baik kepadanya, kini karena ulahnya sendiri malah pergi menjauh. Walaupun masih ada Asran yang peduli terhadapnya, tapi.. Hana tidak membutuhkan keberadaan Asran lagi didalam kehidupannya. Karena hadirnya Asran dalam hidupnya malah membuat orang-orang disekitarnya menjadi menjauh darinya.

__ADS_1


Kemudian Hanapun teringat dia masih punya Tia. Teman dekatnya di Puskesmas. Saat itu juga Hana memutuskan untuk memberitahu Tia tentang keadaan dirinya, setidaknya ada seseorang yang menemaninya disaat sakit.


Hana berniat akan menghubungi Tia. Tapi, Ia tidak melihat Hpnya ada disekitar rumah sakit.


"Pasti Hp aku dirumah ne.." Gumam Hana pada dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian, Asran masuk bersama Reynald...


Melihat kedatangan mereka berdua membuat Hana langsung berdelik. Apalagi kedua polisi itu langsung memfokuskan pandangannya ke Hana dengan 2 tatapan yang berbeda.


Asran dengan wajah lembutnya itu memandang Hana dengan tatapan bersahaja dan juga senyum manis yang menghiasi wajahnya. Sedangkan Reynald.. Lelaki itu menatapnya dingin tanpa ada sedikitpun senyuman yang tergambar dibibirnya.


"Kak Hana.. Kak ada butuh apa-apa gak?" Tawar Asran.


"Ngak." Jawab Hana langsung dengan ketus.


"Sombongnya.. Sudah ditolong juga. Bukannya berterimakasih." Celetuk Reynald yang merasa tidak senang dengan jawaban dari Hana.


"Asran, kita pulang aja lah. Percuma menolong orang yang tidak Pandai berterimakasih." Ajak Reynald yang mulai kesal.


Hana sengaja menampakkan sikap yang tidak baiknya kepada Asran dan juga Reynald. Karena dengan begitu Hana berharap Reynald bisa mempengaruhi Asran untuk menjauh dari Hana.


Hana tahu Reynald yang memang sejak awal tidak suka dengan dirinya. Lelaki berbadan kekar itu selalu memasang wajah yang dingin kala berjumpa dengan dirinya. Tidak mengapa bagi Hana.. Setidaknya ada celah bagi dia untuk dijauhi oleh Asran. Karena Hana tahu Reynald itu teman dekatnya Asran. Dalam waktu dekat pasti Asran lebih memilih mendengar ucapan temannya itu ditimbang Hana yang belum lama ia kenal..


"Kalian Pulang aja..!! Aku bisa urus diri aku sendiri. Oke.." Ucap Hana akhirnya. Sebuah kalimat buruk yang terlontar dari mulutnya. Dan pastinya bukan cerminan dari hatinya..


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2