
"Syukurlah Hana akhirnya kamu bertemu dengan calon jodohmu.. Kak doain semoga semuanya lancar ya dan kalian segera menikah.." Ucap Kak Ria dipertengahan jalan menuju kerumah mereka.
Saat itu Hana menceritakan semua tentang perihal perjodohannya dengan Dokter Andra yang ternyata adalah Dokter yang bertugas di PUskesmas tempat Hana bekerja.
"Tapi, unik juga ya kisah kalian... Gak disangka ternyata selama ini orang tua kalian saling kenal dan bahkan langsung menjodohkan kalian.."
"Kalau yang kak tangkap dari cerita kamu. Kak yakin Si Dokter ini lelaki yang tepat untuk kamu Hana..." Kata Kak Ria mengambil kesimpulan dari semua yang Hana ceritakan.
"Iya Kak, dia memang lelaki yang baik. Sabar juga.. Padahal awal-awal dulu Hana selalu bersikap cuek ke dia.." Kata Hana yang kemudian kembali mengingat - ingat bagaimana sikap dirinya dulu terhadap Andra.
"Ya kak tau kamu kan memang gitu sama semua cowok. Makanya kebanyakan cowok yang mendekati kamu jadi mikir 2 kali, yang gak punya nyali ya langsung mundur, hahaha.." Ujar Kak Ria sambil tertawa lebar. Hana hanya tersenyum membenarkan dalam hati perkataan dari Kak Ria.
"Cuman kamu kurang beruntung aja kemaren malah bisa terjebak dan berhubungan dengan bocah laki-laki itu..." Ujar Kak Ria dengan geram yang entah kenapa mengkaitkan hal ini dengan Asran. Hana yakin bocah laki-laki yang dimaksud kak Ria itu adalah Asran.
"Dia tidak ada menghubungi kamu lagi kan?? Kamu sudah blokir nomor dia kan Hana??" Tanya Kak Ria yang membuat Hana tersentak.
"Siapa kak?" Hana berpura-pura tidak tahu.
"Ya Dia.. si Asran.." Jawab Kak Ria.
"Ooh.."
"Apanya yang 'Ooh', Hana..?"
"Kamu tau tidak ? Dia ada beberapa kali datang kekosan kamu waktu kamu cuti ini.." Lanjut Kak Ria lagi.
"Oh ya..?" Kata Hana seakan tak percaya.
"Iyaa... Entah apa yang direncanakannya lagi. Gara-gara sikap dia ke kamu itu, kak jadi malas melihat pertandingan Tim mereka lagi.." Ujar Kak Ria yang terlihat kesal.
Hana diam. Dia tidak menanggapi kekesalan kak Ria itu. Dalam hati Hana merasa sangat bersalah kepada Kak Ria. Karena Ia telah berbohong. Kak Ria menyuruhnya untuk tidak berhubungan dengan Asran lagi. Tapi, kenyataannya? Hana malah memberi kesempatan dan ruang untuk Asran kembali mengisi hari-harinya dengan saling berkomunikasi.Tapi, Bukankah lelaki itu sudah memohon dan meminta maaf kepadanya ? Jadi apakah salah jika Hana memaafkannya? Tanya Suara Hati Hana yang merasa bimbang...
__ADS_1
***
Malam hari dikosan Hana.
Hana terlihat lagi uring-uringan diatas tempat tidurnya sambil menunggu balasan chat dari Andra. Setelah ia sampai tadi Hana mengabari Andra melalui chat WA. Dan Andra berjanji malam ini ia akan menghubungi Hana.. Ada yang mau dibicarakan katanya. Tapi, sampai jam 9 malam ini, Andra tidak juga menghubungi dirinya. Chat Hanapun tidak dibacanya sedari tadi. Padahal Hana penasaran hal apa yang mau dibicarakan oleh Dokter itu.
Sesibuk itukah dia sampai tidak sempat untuk membuka Hpnya dan membaca pesan dari dirinya ? Hana bertanya - tanya dalam hati.
Beberapa menit kemudian Hp Hana berdering. Hana langsung bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas menuju ke meja rias untuk mengambil Hpnya yang ada disana.
Dengan tangan gemetar Hana meraih hpnya tersebut. Mata Hana menangkap sebuah nama yang menelponnya, Yang ternyata.. bukan Andra yang menelpon, melainkan Asran!
"Assalamu'alaikum, Kak Hana sudah mau tidur?" Sapa Asran dengan suara yang lembut.
"Belumm.." Jawab Hana singkat.
"Maaf menggangu malam-malam gini ya Kak.." Ujarnya merasa sedikit tidak enak hati.
"Ee.. Asran Cuman mau beritahu tahu aja kak.. besok Jam 1 jadi ya Asran jemput kakak.." Katanya.
Hening. Hana tidak langsung menjawabnya, Hanya helaan nafas panjang aja yang terdengar darinya.
"Kak..?" Tegur Asran yang mendapati Hana tidak memberi jawaban apa-apa.
"Iyaa.. Maaf, Asran.. Kali ini kakak benar-benar gak bisa ikut. Maaf ya.." Tolak Hana dengan halus. Ia berharap Asran bisa mengerti dengan penolakannya kali ini.
"Kenapa gak bisa kak? padahal Asran sangat berharap kakak bisa ikut!" Katanya dengan nada kecewa.
"Kak mau istirahat aja di kosan Asran, karena besoknya lagi kan kakak mau masuk kerja." Kata Hana mencari alasan.
"Ayoklah kak.. Asran mohon kali ini aja kak ikut ya.." Desak Asran setengah memohon.
__ADS_1
"Asran sangat berharap kakak ikut..Pliss kak Hana..ikut ya..ya..ya.." Lanjutnya lagi.
Hana benar-benar kehabisan akal dalam menghadapi sifat Asran yang suka memaksa ini. Asran yang baginya saat ini sungguh-sungguh keras kepala.
"Kak.. Plisss.. bisa ikut ya?? Pokoknya besok jam 1 siang Asran jemput kakak dikosan ya..." Katanya lagi.
Hana masih bimbang dan bingung harus melakukan penolakan bagaimana lagi. Disatu sisi ia merasa tidak pantas harus pergi berdua dengan Asran yang padahal saat ini dia sudah menjadi tunangan orang lain. Ya.. meskipun Asran sudah tahu akan itu semua dan Hanya menganggap Hana sebagai kakaknya, Tapi.. tetap Hana tidak bisa.. Ia merasa risih juga...
Namun, di sisi lain lagi ada terbesit rasa tidak tega melihat Asran terus-terusan memohon kepada dirinya. Mendengar nada suara memohon Asran itu kembali mengingatkan Hana kepada Reno, Entah kenapa.. semakin lama semakin membuat dada Hana menjadi ngilu karena ketidaktegaannya untuk mendengar nada memohon dari Asran yang memiliki banyak kesamaan dengan Reno, adiknya itu.
"Kak.. Pliss... Ikut ya.." Desak Asran lagi yang masih setia menunggu Jawaban iya dari Hana yang sejak tadi hanya diam saja.
"Ya udah.. Iya.." Jawab Hana akhirnya yang langsung dijawab dengan kata-kata penuh syukur oleh Asran diujung telpon sana. Asran bersorak bahagia.
"Terimakasih, kak Hana yang baik hatiii..." Puji Asran kepada Hana. Mendengar kalimat itu membuat Hana sedikit tersentak. Karena Kata-kata itu.. sangat mirip dengan yang pernah Reno katakan kepadanya dulu.. cara penyampaian dan nada bicaranyapun sama.. sangat mirip.. lagi-lagi Hana kembali terkenang adik kesayangannya itu.
Beberapa menit kemudian, Hana pun mengakhiri hubungan via teleponnya dengan Asran. Karena sudah terlalu malam dan Hana sudah mengantuk, lagi pula Asranpun sudah mendapati apa yang ia mau.
Kemudian Hana kembali membaringkan tubuhnya ketempat tidur. Sebelum tidur, ia kembali membuka Whatsappnya. Ternyata.. ada WA masuk... dari Dokter Andra..
'Hana, aku hubungi kamu tapi kok nomornya sibuk ya? Kamu lagi telponan dengan siapa?'
Serrrrr........
Rasanya seluruh badan Hana bergetar membaca pesan dari Andra itu. Ternyata.. Andra menelpon dirinya.. dan mendapati nomornya sibuk... Hana sungguh merasa tidak enak hati...
'Maaf, tadi teman Puskesmas yang nelpon, Ndra,'
Kirim Hana seperti itu. Kebohongan pertama yang ia lakukan ke Andra...
Bersambung...
__ADS_1