Reminiscent

Reminiscent
KOMPROMI


__ADS_3

Andra mengantarkan Hana pulang, sepanjang perjalanan pulang kekos Hana, mereka saling diam. Tidak seperti waktu pergi tadi dimana mereka saling berbicara.


Hana juga merasa takut-takut untuk mengajak Andra mengobrol, rasa bersalah pun masih menyelimuti hatinya. Sampai akhirnya, mereka pun sampai didepan kos Hana.


"Ee.. Andra, mau mampir dulu?" Tanya Hana setelah ia turun dari motor Andra.


"Ngak, Na. Aku langsung pulang aja.." Jawab Andra datar. Tanpa memandang Hana dan juga tanpa senyuman di wajahnya sehingga membuat hati Hana terasa ngilu.


"Aku pulang ya, Assalamu'alaikum.." Pamit Andra. Belum sempat Hana menjawab salam, motor Andra sudah hilang dari pandangannya.


"Walaikumusalam.." Ucap Hana dengan lirih.


Setelah itu, Hana masuk kedalam namun ia tidak langsung berganti pakaian. Hana tampak sedang mencari sesuatu di Handphone yaitu Mencari Nomor Asran, Ia menelpon Asran.


Tidak begitu lama Hana menunggu akhirnya Asran mengangkat telponnya.


"Assalamualaikum, Kak Hana?" Kata Asran diseberang sana dengan suara sedikit kaget namun terdengar senang.


"Walaikumusalam, Kamu dimana Asran?" Sodor Hana langsung.


"Asran Kak? Oya, Tumben kak Hana Nelpon, Tapi Alhamdulillah.. berarti kak Hana tidak marah lagi sama Asran kan? Asran benar-benar senang kak.."


"Kamu dimana?" Tanya Hana lagi tanpa menanggapi rasa senang yang diungkapkan oleh Asran.


"Lagi di Asrama polisi kak, Ada apa kak?"


"Ada yang mau kak bicarakan. Kak mau ketemuan sama kamu.."


"Sekarang kak?" Tanya Asran seakan tidak percaya.


"Iya. Sekarang juga.. Penting!" Jawab Hana.


"Oke. Ketemuan dimana kak? Asran jemput kak


dimana?" Tanya Asran dengan antusias.


"Dirumah kak aja"


"Oke.. Langsung gerak ne ya ka.. Tunggu ya.."


" Hhmm.." Hana langsung mengakhiri telponannya dengan Asran.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Asran sudah sampai didepan rumah Hana. Hana yang melihat Asran sudah didepan, langsung keluar dari rumah.


"Ngak usah turun Asran.. Kita langsung aja.."


Kata Hana ketika melihat Asran hendak turun dari motornya.


Asran mengeryitkan keningnya tanda bingung, apalagi saat Hana langsung duduk dibelakang motor Asran.


"Kita mau kemana emangnya Kak Hana..?" Tanya Asran lagi yang benar-benar merasa heran dengan sikap Hana tersebut.


"Jalan aja dulu. Nantik kalo kak bilang berhenti, baru berhenti.." Jawab Hana.


"Oke.. Siap Bos Cantik..!"


Akhirnya Asran menjalankan motornya dengan pelan. Kemudian Asran melirik wajah Hana dari kaca spion motornya, saat itu juga Ia mendapati Hana yang sedang melamun.


"Kak Hana...??" Panggil Asran. Hana tidak berkutik, pikirannya tengah melayang entah kemana.


"Halo, Kak Hana...Kok melamun?" Tanya Asran yang kali ini agak menambah volume suaranya.


"Eh, Iya.. Berhenti disni aja Asran.." Kata Hana. Dan Lalu Asran memberhentikan motornya dengan mendadak.


"Kenapa berhenti disini kak? Kenapa kita ngak ke cafe aja sekalian makan atau ngejus.." Ujar Asran.


"Ngak.. Ngak usah, sebentar aja kok.." Jawab Hana. Lalu ia turun dan duduk dikusi panjang yang ada di trotoar. Asran mengikutinya.


"Mau ngomongin hal penting apa, kak?" Tanya Asran penasaran seraya duduk juga di samping Hana.


Hana menarik nafas panjang dengan tatapan masih lurus kedepan, ia seperti sedang bersiap-siap untuk menumpahkan segala rasa yang ada didalam hatinya.


"Besok.. Kamu mau ketemuan sama Andra, kan?" Tanya Hana sambil mengalihkan pandangannya dengan menatap Asran.


"Ha? Andra? Loh.. Kok Kak Hana tahu? Kak Hana kenal dengan Bang Andra?" Serbu Asran langsung dengan pertanyaan.


"Asran... Sebenarnya, Andra itu.. Calon tunangan kakak.." Ucap Hana dengan pelan namun terdengar jelas ditelinga Asran.


"Apaa...?? Tunggu.. Tunggu..Asran ngak salah dengar kan? Bang Andra yang mana maksud kakak ini? Mungkin kak Hana salah orang.."


"Ya Andra...Abangnya Sherli, pacar kamu itu.." Kata Hana.


"Ya, Allah... Beneran kak? Kok bisa jadi kebetulan begini.."

__ADS_1


"Ya, Benar Asran. Makanya kak ngajak kamu ketemuan malam ini sebelum besok Kamu ketemu dengan Andra."


"Andra tahu semuanya tentang kita dari Sherly. Tadi rencananya Andra mau kenalkan kakak dengan adiknya, Ya kakak ngak tahu kalau adiknya Andra yang ia panggil Lily itu ternyata adalah Sherly.." Kata Hana.


"Dan setelah kami ketemu, kami sama-sama kaget. Disaat itu juga emosi Sherly langsung meledak. Dia marah-marah dan juga menuduh bahwa kakak ini yang telah membuat kamu memutuskan dia. Sherly sudah salah paham sama kakak, Asran." Jelas Hana.


"Terus, Kenapa Bang Andra mau ketemu dengan Asran?"


"Andra mau mintak penjelasan dari sisi kamunya, selain dia mendengar penjelasan dari Sherly dan juga kakak. Makanya, kak Minta tolong sama kamu.. Supaya kamu menjelaskan yang sebenarnya. Bahwa diantara kita tidak pernah ada hubungan apapun, tidak lebih dari sekedar teman biasa. Dan juga.. kamu bilang ke Andra kalau Sherly itu sudah salah paham tentang kita.. Intinya seperti itu Asran, ini penting untuk hubungan kakak sama Andra kedepannya.." Jelas Hana panjang lebar.


"Oooo... Begitu ya..." Kata Asran sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan santai.


"Apa maksud kamu dengan berkata seperti itu? Kok kamu kelihatannya santai sekali Asran??" Tanya Hana merasa tidak senang dengan sikap Asran.


"Jadi, Asran harus bersikap seperti apa kak? Asran harus ngapain?"


"Kak sudah jelaskan panjang lebar tadi, tapi kamu masih nanya harus ngapain lagi?" Tanya Hana dengan kesal.


"Iya.. Iya... Asran tahu apa yang harus Asran perbuat kok kak. Kak Hana tenang aja, tidak usah risau. Asran akan jelaskan semuanya ke Bang Andra.."


"Baguslah... Dan kak juga berharap kamu balikkan lagi sama Sherly. Kasihan Dia.. Lagi pula sayang sekali rasanya hubungan kalian yang sudah terjalin cukup lama itu harus berakhir seperti ini, Asran." Kata Hana memberikan saran kepada Asran.


"Ngak Kak.. Asran tidak akan balikkan lagi sama dia. Ngak akan pernah."


"Kenapa? Sherly masih mengharapkan kamu, Asran. Kak berani bertaruh kalo Sherly masih sangat - sangat menyayangi kamu... Jadi, kamu jangan sakiti dia..."


"Tapi Asran tidak kak. Kak... malahan jika Asran balikkan lagi sama dia, Itu akan membuat dia semakin sakit, karena menerima kenyataan bahwa di dalam hati Asran saat ini tidak ada dia lagi, namun sudah tergantikan dengan wanita lain.." Ucap Asran dengan keyakinan yang tinggi.


Hana terdiam dengan penuturan Asran yang terakhir itu.


"Kalo Kak Hana mintak Asran menjelaskan ke Bang Raihan Mengenai yang tadi, Oke.. akan Asran laksanakan. Tapi, kalo untuk balikkan sama Sherly lagi, Maaf.. Asran tidak bisa" Lanjut Asran lagi.


"Oke.. Terserah kamu. Tapi, satu lagi.. Kamu jangan pernah mengaku didepan Andra kalau.. Kamu suka sama kakak dan pernah mengutarakannya ke kakak, oke?"


Asran tersenyum kecut mendengar perkataan Hana barusan.


"Tergantung kak.. Kalau Bang Andra tidak bertanya, Asran tidak akan menjawab. Tapi, kalau dia bertanya mengenai itu... Asran akan jujur.. Bahkan bukan hanya suka saja Andra jawab, tapi sudah teramat Sayang dan Cinta malahan sama Kak Hana.." Ujar Asran dengan memamerkan senyumannya yang manis.


Hana melototi Asran tanda tidak senang dengan jawabannya barusan, namun yang dipelototin hanya tersenyum dengan santai dan tanpa beban..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2