Reminiscent

Reminiscent
WANITA LAIN


__ADS_3

"Lili itu siapa, Ndra?" Tanya Hana masih dengan rasa penasaran yang tinggi.


Andra masih belum menjawab pertanyaan dari Hana. Kini ia tampak menunduk sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya, yang membuat Hana semakin bingung dengan perubahan sikap Andra.


"Andra.. kok diam??" Hana kembali bertanya. Pikiran anehpun seakan menari-nari dibenaknya, menduga-duga siapakah perempuan bernama Lili yang mampu membuat raut wajah Andra berubah seketika.


"Maafkan Aku ya, Hana.." Tiba-tiba saja sebuah kata Maaf yang dilontarkan Andra, yang membuat Hana semakin bingung.


"Maaf untuk apa?" Tanya Hana dengan mengerutkan keningnya tanda bingung.


"Hhhhmmm...." Andra bergumam seraya memandang lurus kedepan, seperti tengah berfikir keras. Hana masih setia menunggu dengan rasa penasaran tingkat tinggi.


"Hai, Andra.." Panggil Hana yang kini reflek memukul pundak Andra agak sedikit kuat, karena bukannya menjawab pertanyaan Hana, tunangannya itu malah ia dapati sedang melamun.


"Iya, Sayang.. Sorry, Aku lagi berfikir aja.."


"Kamu mikir apa sech? Sikap kamu tiba-tiba berubah setelah nerima telpon tadi. Emang siapa yang nelpon?"


"Itu masalahnya, Hana.." Kata Andra setelah itu berhenti mengeluarkan kata.


"Aapaa??" Teriak Hana yang benar-benar kehabisan kesabaran menghadapi Andra yang belum juga menjawab pertanyaannya yang bertubi-tubi.


"Sebenarnya... Ada wanita lain.." Belum sempat Andra melanjutkan kalimatnya, Hana yang tidak sabaran langsung memotong kalimat Andra tersebut.


"Hah..? Maksudnya..?"


"Wanita lain apa ini..? Jangan-jangan kamu.." Lanjut Hana lagi yang kemudian menutup mulutnya dengan tangannya.


Hana mulai merasakan getaran aneh yang menjalari setiap inchi tubuhnya, rasa takut dan rasa khawatir mulai menyelimuti hatinya. Pikiran-pikiran tentang sesuatu itu pun kembali terniang-niang di telinganya seakan membisikan dengan kuat bahwa telah terjadi sesuatu.. Yang mungkin akan menyakitkan jiwanya.


"Jangan bilang.. kalau.. kamu.. Ada berhubungan juga dengan wanita lain.. Dan aku.. bukan satu-satunya wanita yang kamu sayangi...?" Tanya Hana dengan terbata-bata.


Entah apa yang ada dibenak Hana saat ini hingga kalimat itu yang terlontar dari mulutnya, yang jelas perasaannya mulai terasa lain..


"Memang Iya.." Jawab Andra dengan lantang. Hana tersentak seakan tidak percaya dengan jawaban tegas dari Andra sehingga membuat sekujur tubuhnya terasa lemas seketika.


"Memang ada wanita lain yang aku sayangi, selain kamu, Hana.." Kata Andra sambil menatap erat mata Hana yang sudah mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Hah? Kamu.. Kok tega Ndra, Kamu.. Aku benar-benar ngak nyangka.." Ucap Hana yang sudah mulai terisak-isak, hatinya sungguh perih menerima kenyataan pahit yang barusan ia dengar.


Andra masih menatap Hana dengan erat dan juga dengan wajah yang serius.


Namun, sejurus kemudian tiba-tiba saja seulas senyuman perlahan-lahan mulai merekah dibibirnya.


"Kamu masih bisa tersenyum setelah pengakuanmu yang menyakitkan hati aku ini?" Tanya Hana sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah Mendengar Ucapan Hana tersebut, kemudian Andra langsung meraih tangan Hana dan menggenggam erat tangan Hana. Hana yang tidak menyangka Andra melakukan itu, hanya terdiam dengan menatap wajah Andra yang kembali sumringah.


"Maaf sayang, sudah membuat kamu jadi sedih.." Ucap Andra kemudian menghapus butiran halus yang sudah bersarang dipelupuk mata Hana.


"Sekarang aku bertambah yakin bahwasannya rasa sayang kamu benar-benar besar dan tulus untuk aku.." Kata Andra dengan kembali tersenyum dengan sangat manis.


Hana kembali menatap Andra dengan bingung tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya karena ia yakin Andra masih akan melanjutkan ucapannya.


"Hana.. Sebenarnya, Lili itu adik aku, adik kandung aku.. Jadi, jika ditanya apakah ada wanita lain yang aku sayangi selain kamu, ya pasti adalah Na.. Yang pertama pasti Ibu aku, kemudian adik aku, adik perempuan aku satu-satunya, setelah itu baru kamu.." Ucap Andra dengan begitu lembut terdengar ditelinga Hana.


Hana menghela nafas dengan panjang, seakan menumpahkan segala sesak didadanya yang sempat ia rasakan tadi.


"Jadi, Ya Ampuunn Andra.. Kamu ngerjain aku ya.. Kenapa Ngak bilang sejak awal kalau Lili itu adik kamu.." Kata Hana yang kemudian melepaskan tangannya yang sejak tadi ada didalam genggaman Andra.


Hana diam. Ia tampak menggeserkan tempat duduknya sedikit menjauh dari Andra.


"Maaf ya, Na? Kamu jangan merajuk donk.. Aku ngak ahli soalnya dalam membujuk wanita, hehe.." Ucapnya sambil terkekeh.


"Ngak..Ngak merajuk kok..Cuman kesal aja.." Kata Hana.


"Maaf Hana Sayang... Aku cuman mau ngetes kamu aja, sepanik apa sech kamu jika ternyata aku berbagi sayang dengan wanita lain..?"


"Dan.. Ternyata kamu kelihatan panik juga tadi. Sampai berkaca-kaca gitu matanya.." Lanjut Andra lagi.


"Iya, Kamu berhasil buat perasaan aku berkecamuk.." Jawab Hana dengan nada bicara yang terdengar masih kesal.


"Maaf... Maaf.. Ngak akan diulangi lagi, Janji.." Kata Andra dengan menunjukkan jari kelingkingnya kearah Hana.


"Iya, di Maafin.." Jawab Hana akhirnya.

__ADS_1


"Terimakasih, Sayangku.."


"Hhmm..."


"Oh ya, Mengenai Lili.. Sebenarnya aku datang kesini karena mau menyusul adik aku itu yang kabur dari rumah.." Cerita Andra tentang Lili.


"Hah? Kabur? Kok bisa?" Tanya Hana bertubi-tubi.


"Itulah Hana.. Aku juga ngak habis pikir, kenapa Lili jadi nekat seperti ini, pakai kabur dari rumah, melawan sama orang tua dan juga aku.." Ucap Andra kembali dengan raut wajahnya yang serius.


"Kenapa Lili bisa seperti itu?" Tanya Hana penasaran.


"Aku juga ngak tahu, Na. Cuman yang ku tahu kalau dia kabur kesini... ketempat dimana cowoknya bekerja.." Jelas Andra.


"Jadi, Lili sudah ada pacar dan pacarnya kerja disni?" Tanya Hana lagi.


"Iya Na.. makanya tadi itu aku berulang kali nelpon Lili, tapi tidak diangkatnya.. Dan saat berbincang sama kamu tadi, tiba-tiba dia nelpon.. Dia marah sama aku karena dia tahu aku ada disini dan mau menjemputnya untuk pulang kerumah. Dia bilang, dia belum mau pulang sebelum masalahnya selesai dengan cowoknya itu." Jelas Andra panjang lebar.


"Memangnya Lili ada masalah apa dengan cowoknya itu?"


"Ya.. Aku juga ngak tau Na, Yang aku tahu hubungan mereka selama ini baik-baik aja. Karena mereka memang sudah cukup lama juga berpacarannya, akupun juga kenal baik dengan pacarnya itu.. Tapi, Ya itu tadi.. Tiba-tiba aja Lili nekat berangkat kesini, padahal sudah dilarang tapi ngak mau dengar malahan kabur. Padahal kalaupun dia mau berangkat kan sebenarnya bisa bareng aku, cuman dia aja yang tidak sabaran.." Jelas Andra. Sedangkan Hana hanya manggut-manggut mendengar cerita Andra tentang Lili.


"Pulang dari sini rencananya aku mau langsung ketemu Lili. Aku Mau bujuk dia Na, kamu doain ya semoga Lili mau nurut sama aku.."


"Iya.." Kata Hana seraya menganggukkan kepalanya.


"Dan.. Kalau Lili sudah bisa dibujuk, ntar aku kenalin dia sama kamu.." Ujar Andra. Hana hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya lagi.


Didalam Hatinya, Hanapun merasa penasaran juga ingin bertemu dengan Lili, Adik kandungnya Andra...


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2