
Hana membaca pelan pesan singkat dari seseorang yang ternyata orang itu adalah Reynald. Setelah selesai membacanya, Hati Hana seakan hancur, jantung Hana berdetak - detak tak karuan, seluruh badannya bergetar hebat. Wajahnyapun mungkin sudah berubah menjadi pucat pasi. Merasa tidak puas dengan membaca pesan dari Reynald itu, ia pun memberanikan dirinya untuk langsung menelpon Reynald.
"Halo, Hana?? Kamu bisa datang sekarang kerumah sakit? Plis.. Untuk yang terakhir kalinya, jumpai Asran. Aku mohon." Sebelum Hana mengeluarkan suara, Reynald sudah duluan berkata seperti itu dengan nada memohon.
Hana terdiam sesaat dengan segala rasa yang berkecamuk didalam hatinya.
"A-Asran kenapa?" Tanya Hana dengan suara yang bergetar.
"Lebih baik kamu datang aja kesini dan lihat sendiri bagaimana kondisinya Asran." Jawab Reynald.
"Asran dirawat di Rumah Sakit? Rumah Sakit Mana?" Tanya Hana lagi seakan tidak percaya karena baru semalam ia berbicara dengan Asran dan iapun teringat saat mengoborl dengan Asran, suara lelaki itu terdengar lain. Apa jangan-jangan Asran sudah sakit juga saat itu? Pikir Hana didalam Hatinya. Lalu Reynald menyebut nama rumah sakit dimana tempat Asran dirawat.
"Sudah 3 hari ia dirawat dirumah sakit. Dan hari ini kondisinya semakin tidak stabil. Tapi, dia masih Sadar. sebenarnya dari kemarin-kemarin dia mintak tolong aku untuk bawa kamu ke rumah sakit, Hana. Tapi.. selalu aku abaikan permintaannya itu. Karrna untuk apa lagi aku membawa kamu sedangkan kamu sudah mau menikah. Tapi, hari ini aku benar-benar gak tega melihat kondisinya yang semakin lemah. Dalam masa kritisnya, nama kamu tidak berhenti disebut-sebutnya. Permohonan terakhirnya agar bisa dipertemukan sama kamu Hana. Aku gak akan memaafkan diri aku sendiri jika tidak berhasil membawa kamu ke dia." Kata Reynalad dengan suara yang terisak-isak.
"Asran.. Sakit apa Reynald?" Hana kembali bertanya, ia tidak tahu mau ngomong apa lagi.
"Datanglah Hana.. dan Lihatlah Asran untuk yang terakhir kalinya, aku mohon.. Aku mohon ke kamu.." Kata Reynald masih dengan memohon.
Hana diam. Agka lama dia membisu, yang terdengar hana tarikan nafasnya yang begitu kuat.
"Hana, kamu bisa datangkan?" Reynald kembali memastikan.
"Aku.. Rey, hari ini adalah hari pernikahan aku. Aku.. apakah.." Hana seperti ragu ingin meneruskan perkataannya.
"Aku Paham Hana, seharusnya ini menjadi malam istimewa bagi kamu dan juga suami kamu. Maaf.. jika kabar ini malah mengganggu kamu. Tapi tolonglah, kasihani Asran sekali ini saja. Aku mohon. datanglah dan temuilah dia Hana. Lagi pula, Asran dulu pernah juga singgah di hati kamu kan meskipun hanya sebentar." Lanjut Reynald lagi.
__ADS_1
"Ya, Rey. Aku usahain kesana. Tapi, aku perlu minta izin dulu sama suami aku.." Tiba-tiba kalimat Hana terputus ketika melihat Andra sudah muncul didepan pintu.
"Minat izin kemana, Hana?" Tanya Andra yang ternyata mendegar kalimat terakhir Hana tadi. Hana langsung memutuskan telpon dari Reynald tersebut.
"Eh, Ee... Ini.. Aku.. Tadi.." Hana berbicara terbata-bata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nantik aku tagih lagi ya, sekarang aku mau mandi setelah itu kita sholat maghrib berjemaah. Oke sayang ku??" Ucap Andra dengan tersenyum lebar. Hana hanya mengangguk.
Setelah Andra selesai mandi, lelaki itu memakai bajunya. Sekali-sekali Andra melirik Hana yang entah mengapa perasaan Andra mengatakan bahwa wanita itu sedang menyimpan sesuatu dari nya, tapi Andra tidak ingin mendesak Hana untuk mengutarakannya. Andra yakin, setelah sholat nantik ia akan menceritakan semua kegelisahan yang tergambar jelas dari wajahnya itu.
Hana sudah memakai mukenanya, setelah itu mereka pun menikmati ibadah sholat maghrib berjemaah pertama mereka sebagai pasangan suami istri.
Setelah selesai sholat, Andra memimpin doa yang cukup panjang. Doa untuk keberkahan rumah tangga mereka, Hana mengaminkan semua doa Andra tersebut. Setelah selesai berdoa, Andra menoleh kebelakang dan memberikan tangannya ke Hana untuk disalami dan dicium. Hana melakukan itu dengan perlahan - lahan dan juga sedikit terisak. kemudian, Andra mengangkat wajah Hana. Ia pandangi wajah Hana yang terlihat sedih, dan dengan membaca basmallah Andra lalu mencium kening Hana dengan lembut dan cukup lama juga Andra mencium keningnya. Hana memejamkan matanya, seakan meresapi ciuman pertama yang diberikan oleh suaminya itu.
Hana bingung, dalam hati ia berpikir keras. Bagaimana caranya ia bisa mengatakan ke Andra perihal permintaan terakhir Asran itu. Apakah pantas dirinya pergi menemui lelaki lain sedangkan dia sudah menikah, baru juga hitungan jam ia resmi menikah dengan Andra. Hana menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin pergi. Tidak. Tapi, bagaimana dengan Asran??
"Hana..?? Kok diam, Kalau ada yang ingin kamu katakan. Katakan sajalah Hana, jangan dipendam-pendam." Ujar Andra masih dengan suara yang lembut. Lelaki itu tampak sabar menghadapi diamnya Hana.
"Andra, aku.. Aku minta maaf.." Lirih Hana dengan terisak-isak.
"Minta maaf kenapa sayang?? Kamu gak ada salah apa-apa kok." Ucap Andra dengan memegang lembut kepala Hana.
Tanpa bisa ditahankan lagi, air mata Hana yang sudah tergenang di pelupuk matanya, akhirnya. tumpah juga. Ia tidak tahu mengapa ia menangis. Yang jelas, Hatinya saat ini merasa tidak enak. Di satu sisi dia tidak tega dengan Asran yang katanya lagi kritis dan membutuhkan Hana disisinya. Namun, disisi lain Hana tidak ingin membuat Andra kecewa dan marah jika ia tahu bahwa Asran ingin bertemu dengan Hana untuk yang terakhir kalinya. Hana benar-benar merasa dilema.
"Kamu kenapa menangis, Hana??" Tanya Andra lalu menghapus air mata Hana.
__ADS_1
"Andra, aku.. Tadi, temannya.. Saran menelpon aku.." Akhirnya keluar juga kalimat itu dari mulutnya Hana. Wajah Andra langsung berubah saat Hana menyebut nama Asran.
"Teman Asran??" Andra mengulang kata itu. Hana mengangguk.
"Lalu, apa katanya??" Tanya Andra. Hana menarik nafas panjang, sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk mengatakan semuanya ke Andra. Dengan mengucapkan basmallah, Hana berkata.
"Asran.. Asran kritis dirumah sakit dan Ingin ketemu aku untuk yang terakhir kalinya, Ndra." Jawab Hana dengan suara tertahan.
Andra terdiam dengan wajah yang sulit diartikan. Hana sampai tidak berani melihat perubahan diwajahnya Andra itu. Hana yakin, ia sudah membuat Andra kecewa dengan membicarakan Asran dimalam pertama mereka. Yang seharusnya mereka berbahagia, saling memadu kasih. Tapi, tidak seperti itulah kenyataannya.
"A-apa.. Kamu izini aku ketemu dengan dia??" Tanya Hana dengan tatapan takut-takut saat melihat lelaki itu masih diam. Andra masih belum menjawab, Hana hanya bisa pasrah dengan jawaban apa yang akan diberikan oleh suaminya itu...
.
.
.
.
BERSAMBUNG..
APAKAH ANDRA MEMBERI IZIN HANA UNTUK BERTEMU ASRAN?? YUK.. BERI JAWABANNYA DIKOLOM KOMENTAR😊😁
.
__ADS_1