Reminiscent

Reminiscent
PERMOHONAN


__ADS_3

Akhirnya kapal yang ditumpangi Hana berlabuh di pelabuhan kota tempat Hana bekerja. Kemudian Hana langsung melangkah keluar kapal dan diluar sudah ramai orang-orang yang menunggu kedatangan keluarga mereka masing-masing.


Hana memandang sekelilingnya, Ia mencari-cari keberadaan kak Ria yang belum nampak batang hidungnya. Padahal 10 menit sebelum sampai tadi Hana sudah menelponnya dan mengabari bahwa Hana akan sampai.


Hana mencoba menghubungi nomor kak Ria, tapi nomor Kak Ria tidak aktif. Dengan langkah gontai akhirnya Hana berjalan menuju keluar pelabuhan. Ia berniat untuk mencari ojek yang memang ada mangkal di luar pelabuhan.


"Hai, Kak....!" Tiba-tiba saja sebuah suara lembut menyapa Hana dari arah belakang. Suara seorang lelaki. Dengan rasa penasaran, Hana langsung menoleh kebelakang dan mendapati Asran sudah ada di hadapannya saat ini.


"Asran..!?" Tanya Hana dengan sedikit berteriak.


"Iya Kak, Ini Asran.. kenapa kak? Kaget ya?" Tanyanya dengan tertawa kecil.


"Kenapa ada disini ?" Tanya Hana dengan bingung.


"Kan mau jemput Kak Hana" Jawab Asran.


"Kamu ini.. memang lah ya.. Kak kan sudah bilang kalau kak Ria yang jemput kakak" Ujar Hana sedikit kesal.


"Oh ya, Emang Dimana kak Ria? Sejak tadi Asran gak ada lihat."


"Bentar lagi datang kok" Kata Hana lalu mencoba kembali menghubungi nomor Kak Ria. Tetapi, Masih tidak aktif.


"Gak aktif kan.." Gumamnya ketika mendengar suara operator dari hpnya Hana.

__ADS_1


"Kalau gitu kak naik ojek aja" Putus Hana kemudian dan langsung melangkah menjauhi Asran.


"Loh, Kak.. Kok malah naik ojek.. Kan ada Asran..


biar Asran yang antar kak pulang.."


"Gak usah Asran," Tolak Hana.


"Tapi, Asran sudah jauh-jauh kesini Kak.. Masak Gak dihargai!" Kata Asran yang masih berjalan dibelakang Hana.


"Kakak kan gak ada nyuruh kamu jemput, Kamu aja yang bandel, keras kepala.." Kata Hana yang mulai kesal. Ia semakin mempercepat langkah kakinya.


"Iya.. iya.. Asran tau.. Tapi, Berhenti dulu bentar kak.. Laju amat jalannya," Kata Asran yang setengah berlari mengikuti Hana dari belakang.


"Maaf Hana, Kak telat jemput kamu. Ada urusan mendadak tadi. Tapi, kamu masih di pelabuhan kan? Ini kak lagi di jalan.. sebentar lagi sampai kok" Kata Kak Ria diujung telpon.


"Iya kak gak apa-apa.. Oke Hana tunggu kak.." Jawab Hana sambil menoleh sesaat kearah Asran yang juga lagi memperhatikan Hana.


"Kenapa kak Hana biarkan kak Ria kesini kak? Bilang aja kak sudah dijemput atau sudah naik ojek.." Ujar Asran merasa tidak senang setelah Hana menutup telponnya.


"Ya biar aja, Ya.. sudah kamu pulang aja Asran. Sebentar lagi kak Ria datang. Kak gak mau kak Ria lihat kita berdua disini. Kamu tau sendiri kan Kak Ria masih marah sekali sama kamu? Jadi, dari pada kamu di marah-marahin lagi disini, lebih baik kamu pergi aja Asran.." Usir Hana kepada Asran.


"Hhhmm.. Gak masalah kak, Biar aja kak Ria marah-marahin Asran disini," Kata Asran seakan pasrah dengan keadaan. Hana mengerutkan dahinya tanda bingung dengan sikap yang di tunjukkan oleh Asran.

__ADS_1


"Ya gak bisa gitu juga Asran, aduuhh... lebih baik kamu pergi sekarang dech Asran. Karena kak gak mau kak Ria tahu kalau kita masih berhubungan dengan baik. Padahal kak sudah bilang ke dia kalau kak sudah memblokir nomor kamu dan tidak berhubungan dengan kamu lagi. Kak Ria pasti marah sekali kalau ia tahu kakak bohongi dia" Kata Hana dengan raut wajah yang mulai risau.


Melihat Hana yang mulai merasa khawatir dan gelisah, membuat Asran tersenyum simpul. Sebuah ide cemerlang muncul didalam pikirannya.


"Kenapa kamu kok malah senyum-senyum?" Tanya Hana dengan curiga. Yang ditanya malah semakin melebarkan senyumannya yang kemudian berkata...


"Okey,, Kak Hana yang maniss.. Aku akan pergi, Tapii... aku ada satu permohonan untuk kakak.." Kata Asran yang membuat perasaan Hana menjadi tidak enak.


"Permohonan apa lagi sech, Asran?!" Tanya Hana dengan kesal.


"Permohonan untuk bisa kembali menepati janji kakak waktu itu.. " Jawab Asran denga cepat.


"Janji apa???" Potong Hana yang tidak mengerti arah pembicaraan Asran.


"Kak Lupa ya dulu pernah janji untuk hadir menonton pertandingan Asran??" Asran mengingatkan Hana. Hana terdiam.


"Padahal waktu itu Asran sangat berharap sekali kak Hana hadir...Tapi, ternyata kak Gak datang kan.. Karena itulah, Asran mohon kali ini kak Hana benar-benar datang nepati janji kakak.." Lanjutnya lagi dengan wajah yang serius.


"Besok hari minggu jam 1 siang Asran jemput ya Kak.. Asran ada pertandingan di desa seberang.. Kita pergi sama-sama.." Tutur Asran mengakhiri perbincangan mereka siang itu karena dari kejauhan Asran telah melihat kak Ria memasuki gerbang pelabuhan.


Tanpa menunggu jawaban dari Hana, Asran pun langsung berlalu dari sana dengan meninggalkan Hana yang masih diam mematung ditempatnya..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2