
"Itu.. Kak Hana, Kak.. Kak Hana.." Teriak Asran memanggil nama Hana. Hana yang menyadari akan Hal itu, mau tak mau langsung berjalan menghampiri Asran.
"Iya, Kamu ngapain disini?" Tanya Hana langsung ke Asran, sedangkan Rini yang sedari tadi disamping Asran, hanya tersenyum centil.
"Ya.. Mau ketemu Kak Hana, memang siapa lagi?' Jawab Asran.
"Oh, Kirain mau ketemu Rini." Kata Hana datar dan kemudian masuk kedalam kantin dan diikuti juga oleh Tia.
Asran menyusul Hana kedalam kantin yang saat itu masih sepi. Tia tampak memesan makanan, sedangkan Hana sudah duduk dikursi dengan mimik wajah yang sulit diartikan.
"Kak Hana, Kenapa?" Tanya Asran. Kini ia sudah duduk di samping Hana.
"Asran, Kak Mohon.. Kamu jangan pernah cari-cari kakak lagi disini. Di Puskesmas ini. Kak gak suka.." Kata Hana setengah berbisik. Ia melirik sebentar kearah RIni yang duduk didepannya.
Rini tampak menaikkan alisnya sebelah saat Hana melihat kearahnya.
"Kak Hana, jangan marah gitu donk.. Aku sama Asran cuman ngobrol biasa aja kok kak.." Kata Rini setelah itu tertawa.
"Ha? Kak Hana marah karena Asran ngobrol sama teman kakak ya?" Tanya Asran dan kemudian juga tertawa. Hana memalingkan wajahnya dengan kesal.
"Kak cemburu??" Bisik Asran tepat ditelinga Hana sehingga membuat Hana langsung membesarkan matanya karena ucapan Asran barusan yang sungguh tidak masuk akal baginya.
"Ya Ngak lah..!" Jawab Hana.
"Hehehe.. Tapi, Asran lebih senang kalau kak cemburu.. Berarti itu tandanya kak Hana ada rasa ke Asran, benar kan??" Kata Asran.
"Jangan mengada-ngada kamu Asran." Kata Hana dengan nada kesal.
"Maaf Kak, Asran bercanda. Jangan serius kali lah. Kita temanan kan? Jadi Gak ada salahnya kan sekali-sekali Asran main kesini.." Kata Asran akhirnya. Hana tidak menjawab.
Beberapa saat kemudian, Tia yang sudah memesan makanan langsung duduk disamping Hana.
__ADS_1
"Hai, Kamu kenapa sech suka kali ganggu Hana? Ngak ada kerjaan lain ya?" Ucap Tia dengan suara lembut cuman sedikit menusuk.
"Saya maksudnya ya kak?" Tanya Asran seraya memegang bagian dadanya.
"Iya.. memang siapa lagi? Hana ini.. sudah mau tunangan. Jadi, tolonglah jangan dekati dia terus.." Lanjut Tia lagi.
"Saya ngak ada niat ganggu Kak Hana kok Kak. Kak Hana ini sudah seperti kakak bagi Saya, benar begitu kan Kak Han?" Tanya Asran seraya menoleh ke Hana.
Hana menghela nafas dengan kesal dan kemudian berkata.
"Tia, bungkus aja makanannya. Kita makan di Puskesmas aja!" Ujar Hana dan setelah itu ia langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
Beberapa saat kemudian, Tia pun menyusul Hana yang sebelumnya sudah memberitahu ibu kantin untuk membungkus makanan mereka dan menyuruhnya untuk mengantarkan kedalam Puskesmas.
Sepeninggalan Hana dan Tia, Rini langsung berpindah duduk disamping Asran.
***
Sore Hari saat dirumah, Mama Hana menelponnya.
"Hana dirumah Ma, Kenapa ma?" Tanya Hana heran.
"Hana, Apa yang kamu perbuat sampai Mama Andra menunda tunangan kalian?" Tanya Mama Hana.
Hana kaget dengan pertanyaan dari Mamanya yang tiba-tiba itu.
"Maksudnya Ma?"
"Tadi Mama Andra nelpon Mama, Katanya pertunangan kalian di tunda sampai permasalah kamu sama Andra dan juga adiknya selesai,Tapi Mama Andra ngak ngasi tau permasalahannya apa. Dia suruh Mama tanya sama kamu. Memangnya ada apa sech, Hana?"
"Mama heran Lah sama kamu ini, sudah ada yang serius ngajak nikah kamu malah menunda-nundanya. Ingat Umur Hana. Umur kamu sudah mau 30, Udah masuk kepala tiga Hana." Omel Mama Hana terhadapnya.
__ADS_1
"Memang Mama Andra bilang begitu, Ma?" Hana malah Balik bertanya. Sungguh ia merasa tidak menyangka jika permasalahannya dengan Andra sudah sampai ke telinga Mamanya Andra dalam waktu secepat ini. Siapa yang memberitahunya? Tidak mungkin Andra, Pasti ini perbuatan Sherly. Hana menduga-duga didalam hatinya.
"Iya Hana.. Emang ada apa sech, Hana..?" Tanya Mamanya dengan geram.
"Ee..Ngak ada masalah Yang serius kok Ma, cuman salah paham aja. Nantik Hana telpon Andra dulu ya Ma.." Jawab Hana.
"Mama tenang aja, kan baru di tunda aja Ma. Bukan berarti batal.." Sambung Hana lagi seraya menenangkan Mamanya.
"Memang Iya, Tapi nantik kalau terlampau lama ditunda-tunda takutnya batal Hana. Takutnya mereka berubah pikiran. Kalau bisa segera kenapa harus ditunda-tunda sech, Hana?" Kata Mama Hana lagi.
"Iya, Ma.. Iya, Hana tau.. Mama tenang aja dulu ya. Biar Hana bicarakan masalah ini sama Andra.Oke?" Ujar Hana.
"Oke. Kamu selesaikan cepet masalah kamu. Jangan lama-lama. Jangan bikin Mama Risau Hana. Oke. Ya sudah.. Mama tunggu kabar dari kamu.." Kata Mamanya setelah itu mengakhiri obrolan singkat mereka melalui telpon.
Setelah itu, Hana yang masih duduk di atas kasurnya bermaksud untuk menelpon Andra. Namun, Hana tampak ragu. Padahal didalam hati ia berharap Andra yang menghubunginya, setidaknya memberi kabar jika ia sudah sampai di kota. Tapi, Andra sama sekali belum ada menelponnya. Haruskah Hana yang menghubunginya duluan?
Hana menghela nafasnya dengan kesal. Hana merasa beban yang ia tanggung saat ini begitu berat, belum usai lagi permasalahannya dengan Andra dan Sherly, Tapi kini ia malah mendapat tekanan dari Mamanya juga.
Mama Hana yang baru saja mendapat kabar bahwa tunangan mereka ditunda saja sudah begitu paniknya, bagaimana jika nantinya tunangan mereka benar-benar batal. Mamanya pasti akan sangat kecewa. Sungguh Hana tidak ingin membuat Mamanya kecewa kali ini.
Baru saja Hana akan menelpon Andra, Tiba-tiba sebuah pesan masuk ke Handphonenya. Pesan dari Andra. Hana langsung buru-buru membuka Pesan Whatsapp tersebut.
Betapa kagetnya Hana setelah membuka pesan tersebut. Andra mengiriminya sebuah foto. Foto dirinya dan... Asran.
Hana menutup mulutnya sambil melotot tak percaya melihat foto yang dikirim Andra tersebut. Bagaimana bisa... Foto dia dan Asran saat dikantin tadi dikirim oleh Andra? Siapa yang memfoto mereka?
[Hana, Padahal awalnya aku tidak percaya kamu ada hubungan khusus dengan Asran. Tapi, setelah melihat foto ini.. Aku jadi ragu. Lebih baik kamu jujur aja, ada apa diantara kalian? Ini foto kalian berdua dikantin Puskesmas pagi tadi Kan? Baru juga aku tinggal tadi pagi, Na. Tapi, kamu malah seperti ini..]
Andra mengirim kata-kata tersebut dibawah fotonya.
Didalam foto itu terlihat Asran duduk disamping Hana dengan jarak yang tidak begitu jauh dan juga mereka saling bertatapan.
__ADS_1
Hana meringis kesal. Foto ini benar-benar menjadi suatu malapetaka baginya. Yang membuat hubungannya dengan Andra akan semakin renggang atau bahkan... akan berakhir..
Bersambung...