Reminiscent

Reminiscent
HARAPAN MENJADI NYATA


__ADS_3

Maaf kak, baru baca WAnya.. Ohya, apakah kakak ini kak Hana yang dikenalkan kak Ria semalam sore?’


Saat terbangun subuh hari, Setelah Hana sholat dan mengaji… tiba-tiba saja ada WA masuk. Dengan penasaran Hana langsung membukanya, dan… betapa kagetnya dia ketika tau siapa orang yang me-WA dia sepagi ini.


“MasyaAllah…” Hana seakan tak percaya.


Akhirnya… dia membalas WA Hana…


Sesungguhnya ada getaran bahagia yang merasuki relung hatinya, Sulit untuk diungkapkan. Yang jelas dia bahagia. Sangat bahagia!


‘Iya… ngak apa-apa. Iya… yang semalam itu memang kakak..’


‘Salam kenal ya kak, terimkasih kak dan kak Ria sudah mendukung tim kami…’


‘iya sama-sama… selamat ya bisa jadi juara 1’


‘Makasih ya kak,’


Senyuman masih menghiasi wajah Hana pagi itu. Memang luar biasa efek dari balasan WA dari Asran. Mampu merubah mood Hana menjadi lebih baik, sangat baik malahan. Tak peduli lagi lah dengan kekecewaan ataupun kekesalan terhadapnya beberapa hari kebelakang ini. Mereka saling Balas-balasan sampai akhirnya Asran berkata…


‘Sudah dulu ya kak, saya mau siap-siap kerja dulu… nantik kita sambung lagi’


Hana mengiyakan, karena ia juga harus siap-siap untuk kerja.


Saat diperjalanan menuju Puskesmas, Pikiran Hana tak berhenti untuk memikirkan Asran. Sungguh dia masih tak menyangka akhirnya Asran membalas WAnya dan kini tidak membuat Hana menunggu lama lagi balasan WAnya. Ini semua berkat kak Ria telah mengenalkan dia ke Tim Bayangkara kemaren. Sepertinya Hana harus berterimakasih dengan kak Ria. Iya… benar!!


Saat melewati Polres, Hana sengaja melambatkan laju kendaraannya dan melihat kearah kiri. Dilihatnya sekumpulan orang berbaju putih dan celana hitam sedang berbaris di halaman Polres itu. Teringat Hana akan poto profilnya Asran, dia berbaju putih, celana hitam dan berdasi merah. Apakah diantara sekumpulan orang yang berbaris itu ada dia disana?


Mungkinlah…


Sesampainya di Puskesmas, Seperti biasa Hana langsung menuju keruangannya. Tapi belum sampai dia keruangan, sebuah suara muncul memanggil namanya dari arah belakang.


“Kak Hana…” suara itu… Hana menoleh kebelakang, dan benar tebakan… Suara itu milik Dokter Andra dan dia berjalan mendekati Hana. Dalam hati Hana mendumel, jangan sampai moodnya yang tadi sangat bahagia berubah ketika ketemu si Dokter ini…


“Kak Apa kabar?” Tanyanya dengan ramah.


“Alhamdulillah, Sehat…” Jawab Hana, dan lalu dia berbalik arah sambil berjalan kearah ruangannya. Hana pikir Dokter itu Hanya menyapa saja dan langsung masuk keruang Poli Umum yang tepat berada disebelah Ruang KIA, Tapi ternyata.. dugaaan Hana salah. Dia malah mengikuti Hana keruangannya.


“Kak, bisa ngobrol sebentar..?” Tanyanya lagi.

__ADS_1


“Ngobrol apa ya Dok… Saya… eee….kak Alma.. sudah ada status pasien ya?” untung saja kak Alma datang dalam waktu yang tepat mengantarkan status pasien keruangan Hana.


“Maaf, ini sudah ada pasien Dok…” Ujar Hana dengan nada sedikit ngak enak, padahal didalam hati dia senang banget.


“Yadah, tak apa kak… nantik saja ngobrolnya… lanjutlah dulu….” Ucapnya setelah itu pergi, Hana pun menghela nafas lega. Syukurlah!!


“Na, Ngobrol dengan siapa tadi diluar?” Tanya Tia saat Hana masuk keruangnnya.


“Dokter Andra..” jawab Hana.


“Oo.. tadi dia kesini, sebelum kamu datang.”


“Oh ya? Ngapain?”


“Cariin kamu…” jawab Tia sambil senyam-senyum.


“Sudah,,, jangan mikir macam-macam dech!” Kata Hana yang sudah tahu apa isi kepala kawan satu ruangannya ini.


“Tapi Han, aku rasa dia suka lah sama kamu…”


“Tia…Sebenarnya pagi ini mood aku lagi bagus banget Lo! jadi tolong… jangan dirusak dengan pikiran mu yang aneh itu…” kata Hana agak kesal.


Hana tak langsung menjawab pertanyaan Tia, dia malah melamun sambil tersenyum. Pikirannya kembali ke Asran. Sedang apakah dia sekarang? Haruskah dia menyapanya?


“Hallo… Hanna… Hannna….????” Tia menyadarkan Hana dari lamunannya.


“Iya…sorry…”


“Kamu seperti orang yang sedang jatuh cinta aja dech!! Senyum-senyum sendiri, melamun tak jelas…” ucap Tia.


Mendengar ucapan Tia barusan seperti menyadarkan Hana akan apa yang baru saja ia rasakan.


Apakah benar yang Tia bilang itu? Dia seperti orang yang jatuh cinta? Jatuh cinta? Sama siapaaaa??? Asran???


Hanna mengucap istigfar dalam hati beberapa kali. Semoga tidak benar. Ini hanya perasaan bahagia semata karena harapan dia untuk berkenalan dengan orang yang mirip dengan Reno terwujud. Sudah itu saja sebenaranya, tak ada yang harus ditegaskan lagi. Hanna menyakinkan dalam hati. Karena dia pun tidak tahu atau tepatnya sudah lupa bagaimana perasaan jatuh cinta itu, dan dia tak lagi mengharapkan rasa itu bersemayam dihatinya. Karena rasa cinta dan benci sangat tipis sekali, yang sewaktu-waktu bisa berubah dengan sendirinya.


***


Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Hana masih disibukkan dengan rutinitasnya sehari-hari di Puskesmas, ditambah lagi setiap 2 hari dalam seminggu dia turun kelapangan untuk kegiatan vaksinisasi. Akan tetapi, ada sesuatu yang beda beberapa hari belakangan ini. Ia seperti mendapatkan suatu kebiasaan yang baru. Kebiasaan yang membuat dirinya nyaman.

__ADS_1


Kenyamanan yang Hana rasakan itu berasal dari hubungannya dengan Asran yang semakin akrab, meskipun hanya melalui WA. Hampir tiap malam dia selalu menyapa Hana, dan dengan senang hati Hana membalas sapaan itu hingga akhirnya ada banyak hal yang mereka bincangkan melalui WA tentunya.


‘Kak Hana, Bidan atau perawat?’ Tanyanya malam itu.


‘Bidan, dek..’jawab Hana.


‘Oo.. biasa nolongin orang melahirkan donk…’ celetuknya.


‘Kalo untuk menolong persalinan pernah sech, cuman tidak terlalu sering karena untuk ruang VK (bersalin) itu sudah ada Penangung jawabnya masing-masing…’ Jelas Hana.


‘oo.. gitu ya kak, oiya kakak kelahiran tahun berapa?’ Tanyanya lagi.


Hana tak langsung membalasnya. Dia seperti sedang berpikir, pertanyaan kelahiran tahun berapa? Sudah jelas Asran Ingin tahu saat ini berapa usianya? Jujur kalo ditanya tentang usia agak sensitif bagi Hana. Karena dia yakin usianya pasti jauh lebih tua dari .Asran tapi, sesaat kemudian Hanapun sadar. Kenapa memangnya kalo usianya lebih tua? Bukankah tidak ada batasan usia kalau untuk berteman?


‘kak Kelahiran 1992, umur kak sekarang jalan 29 tahun, ….’


‘kak Kelahiran 1992, umur kak sekarang jalan 29 tahun, ….’


‘oh ya? Tapi ngak kelihatan seperti umur 29 tahun kak…’


‘kenapa begitu?? Apakah terlihat lebih tua lagi ya’ selidik Hana dengan persaan was-was.


‘bukan kak.. kelihatan lebih muda malahan… seperti masih usia dibawah 25 tahunan..’


Hana tersenyum lebar setelah membaca kalimat terakhir dari Asran tersebut.


‘Kalau Asran kelahiran tahun berapa ya’? Hana balik bertanya. Meskipun dari wajahnya Asran, Hana bisa menebak kalau dia pasti sekisaran 23an atau 24an…


‘Kelahiran 1998 kakak…’ Kan benar.. masih sangat muda sekali.


Sesaat kemudian, Tiba-tiba saja ingatan Hana beralih ke Reno. Karena bukan saja penampilan Asran yang mirip Reno, tahun lahir mereka pun sama. Begitu banyak kesamaan mereka yang membuat Hana semakin merindukan adik kesayangannya itu. Andai saja Reno masih hidup, mungkin dia sudah menjadi seorang polisi seperti yang dicita-citakannya sedari kecil. Seperti Asran tentunya. Hana menghela nafas panjang.


Kemudian berusaha mengalihkan pikirannya agar tidak terhanyut dalam kenangan tentang Reno.


‘jangan lupa besok jadwal kita vaksin ke polres ya Han,’ 


Satu pesan melalui WA masuk ke Hp Hana. Dari Kak Julia. Dia mengingatkan Hana jadwal Vaksin esok hari. Dan.. katanya di Polres! Membaca kata ‘polres’ itu membuat hati Hana berdesir. Entah kenapa… apa karena Polres adalah tempat kerjanya Asran, kalau pun ia… lantas kenapa?


Hana tak dapat menjawab, yang jelas harapannya untuk bisa kenal dengan Asran sudah menjadi kenyataan.. setidaknya bisa mengobati sedikit rasa rindunya terhadap Reno.. apakah ia memang itu harapannya?? Lalu kenapa hatinya berdesir tadi?? seakan-akan tidak siap untuk bertemu langsung dengan Asran… karena beberapa hari belakangan ini mereka berkomunikasi hanya melalui WA, telpon pun tidak pernah. Lelah menduga-duga dalam hati, akhirnya beberapa menit kemudian Hanapun tertidur dengan masih menggenggam Hp ditangannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2