Reminiscent

Reminiscent
TETAP MENUNGGU


__ADS_3

💕HAPPY READING💕


Setelah itu, Hana tidak lagi membalas chat Asran yang terakhir kalinya. Malahan Hana menjauhkan handphone dari dirinya dan kemudian mematikan lampu kamarnya. Ia putuskan untuk tidur dan beristirahat. Hana memantapkan dirinya untuk sedikit tega dengan Asran dan seolah tidak mempedulikannya. Yah.. Biarlah Asran beranggapan seperti itu, karena Hana sangat berharap setelah ini, Asran akan berpikir dua kali untuk kembali mendekatinya. Biarlah lelaki itu membencinya atas ketegaan yang Hana lakukan ini.


Beberapa saat kemudian, Hana yang sudah berbaring diatas ranjangnya lalu memejamkan mata. Ia Berusaha sekuat tenaga membuang jauh rasa kasihan, khawatir dan risau terhadap Asran. Dan... Hana rasa kali ini dirinya benar-benar telah berhasil untuk tidak menjadi Hana yang lemah dan plin plan seperti sebelumnya-sebelumnya. Sampai akhirnya ia pun tertidur dengan pulasanya.


Sedangkan diteras rumah Hana, Asran masih duduk disana dengan perasaan tidak karuan. Hp masih di genggamannya, berharap ada panggilan ataupun pesan masuk dari Hana. Namun, sudah lebih satu jam dia disana.. Hana tidak kunjung memberinya kabar. Asran semakin gelisah dan mencoba untuk kembali menghubungi Hana. Namun, sayang.. Hana malah menonaktifkan nomornya.


"Kak Hana.. Benar-benar tega, Gak nyangka Asran kak." Desis Asran dengan raut wajah sedih.


Namun demikian, ia tidak juga pergi dari sana. Asran malah membaringkan badannya dilantai teras rumah Hana dengan sebelumnya membentangkan jaketnya dilantai tersebut.


Asran menatap langit-langit teras rumah Hana sebelum akhirnya ia memjamkan matanya. Tidak peduli dengan cuaca yang sejuk malam itu, Asran nekat tetap menunggu Hana diteras rumahnya.


***


Hana tersentak dari tidur lelapnya dengan nafas yang naik turun. Ia baru saja bermimpi, mimpi buruk tentunya. Hana langsung terduduk dengan jantung yang telah berdebar dengan kencang.


Hana mengucap beberapa kali didalam hatinya sambil memejamkan matanya. Sudah dua kali ia bermimpi buruk, mimpi yang sama dan sangat menggangu pikirannya.


Kemudian, Hana melirik jam dinding dikamarnya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan Hanapun teringat jika ia mulai tidur tadi jam 9 malam yang berarti baru 3 jam dia tidur dan terbangun karena sebuah mimpi buruk.


Setelah itu, Hana kembali membaringkan badannya keatas kasur, ia menatap sebentar kelangit-langit kamarnya dan kemudian.. Dia kembali tersentak ketika ia ingat akan sesuatu.


"Asran.." Hana menyebut nama Asran lalu bergegas memasang hijabny dan kemudian keluar dari kamar menuju keruang tamu.

__ADS_1


Hana mengintip dari balik jendela, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat ternyata Asran masih ada diteras rumahnya dan saat itu Hana mendapati Asran sedang tidur dilantai teras Hana yang dingin.


"Ya Allah, Asran.." Desis Hana dengan menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya akan kenekatan Asran tetap menunggunya disitu.


Hana membuka pintu rumahnya dengan perlahan-lahan, lama ia terdiam didepan pintu menyaksikan Asran yang sudah tidur dengan lelap diteras rumahnya. Apa yang harus ia lakukan? Membangunkan Asran dan menyuruhnya untuk pulang atau membiarkan lelaki itu tidur disana? Jujur.. Hana tidak tega melihat Asran seperti ini, tidur cuman beralasan jaketnya saja. Belum lagi cuaca malam ini sangat dingin hingga menusuk ketulang.


Hana kemudian jongkok disamping Asran, berencana untuk membangunkannya. Namun, diapun jadi terpikir jika ia membangunkan lelaki ini pasti.. Dia akan kembali ngotot dan berbicara panjang lebar lagi ke Hana. Yang ada mereka malah berdebat lagi seperti tadi. Jadi, apa yang harus ia lakukan? Apakah Membiarkannya saja tidur disini hingga pagi?


Hana berpikir keras, hingga akhirnya dia memutuskannya langkah terbaik yang mesti dia lakukan. Hana kembali masuk ke kamarnya dan kemudian mengambil sebuah selimut dari dalam lemari lalu membawanya keluar. Hana menyelimuti Asran dengan selimut tebal miliknya itu. Asran benar-benar tidak sadar Hana yang sudah bolak balik datang ketempatnya dan yang terakhir kali menyelimuti badannya. Asran tidur dengan nyenyak sekali, sampai Hanapun tidak tega untuk membangunkannya.


Beberapa saat kemudian, Hana memutuskan untuk masuk ke kamarnya dan kembali tidur. Malam sudah semakin larut, cuacapun sudah semakin dingin mencekam. Hana akhirnya menarik selimutnya dan dengan sebelumnya membaca doa, Hana lalu memejamkan matanya. Ia langsung tidur.


***


Keesokan harinya..


Asran lalu melihat sebuah selimut biru muda yang berada ditubuhnya. Ia yakin selimut ini adalah milik Hana, dan sudah bisa dapat dipastikan oleh Asran bahwa Hana pasti keluar menemui dirinya dan memberikan selimut ini untuknya. Walaupun Hana tidak membangunkannya, Asran dapat merasakan bahwa Hana masih mempedulikannya.


Lalu Asran berdiri dan kemudian mengetuk pintu rumah Hana yang masih terkunci.


"Kak.. Kak Hana.. keluar lah kak.."Jerit Asran dari luar. Tapi, sedikitpun ia tidak mendengar suara Hana menyahut panggilannya. Asran yang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Hana lalu mengintip dari jendela dan melihat ke dalam rumah yang terlihat sepi.


Perasaan Asran tiba-tiba menjadi tidak enak, ia langsung saja mengambil handphonenya dan memeriksa sesuatu dari sana. Ternyata ada pesan masuk dari Hana.


[Asran, Maaf kak Gak bangunin kamu. Karena kalau kak bangunkan kamu, pasti kamu akan melarang kakak untuk berangkat dan akan terjadi perdebatan panjang lagi diantara kita. Maaf ya, kak sengaja berangkat subuh-subuh untuk menghindar dari kamu.. Kak harap kamu bisa paham dan tidak lagi berbuat bodoh seperti malam tadi..]

__ADS_1


Asran terdiam sesaat setelah membaca pesan singkat dari Hana tersebut, kemudian ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam setengah 7 pagi. Masih ada waktu sekitar setengah jam lagi untuk dia kepelabuhan menyusul Hana. Tanpa dikomando, Asran lalu bergegas bergerak menuju ke pelabuhan.


Disepanjang perjalanan menuju ke pelabuhan, Asran tidak berhenti menggerutu karena jalanan pagi itu sangat macet. Asran berusaha menyalip semua mobil ataupun motor yang ada dihadapannya.


Akhirnya dengan penuh perjuangan, Asranpun sampai di pelabuhan. Dia langsung saja berlari kedalam pelabuhan dan mencari keberadaan Hana disana.


Tapi, sayang.. Sesaat setelah ia sampai didalam sana, kapal yang membawa Hana baru saja berangkat meninggalkan pelabuhan.


Asran terdiam mematung ditempatnya berdiri dengan segala macam pikiran yang bersarang dibenaknya. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini, apakah ia harus menyusul Hana juga ke kota? Atau.. Apakah sudah saatnya dirinya mengalah dan mengikhlaskan wanita itu menjadi milik lelaki lain??


Asran belum bisa memutuskan apa-apa saat ini, pikirannya kacau. Sama kacau dengan hatinya saat ini..


.


.


.


.


BERSAMBUNG..


JANGAN LUPA BERI LIKE DAN TINGGALKAN KOMENTARNYA YA..


TERIMAKASIH..😊😉

__ADS_1


.


.


__ADS_2