
Tepat pukul 5 subuh Hana terbangun. Bunyi alarm dari handphonenya menyadarkan Hana dari sebuah mimpi aneh yang barusan ia alami.
Didalam mimpinya Hana berada di sebuah tempat asing yang gersang dan sepi. Ia berdiri disana seorang diri. Lalu tiba-tiba ia melihat dari kejauhan didepannya ada 2 sosok laki-laki yang berjalan menujunya. Akan tetapi, salah satu dari mereka berhenti ditengah jalan dan yang satunya lagi berjalan semakin cepat menuju ketempat Hana.
Hana tidak dapat menangkap dengan jelas siapa 2 orang lelaki tersebut. Karena wajah mereka tertutup oleh malam yang kelam tanpa cahaya bulan maupun bintang. Dan ketika lelaki yang meneruskan langkah kakinya menuju Hana itu hampir sampai , Hana malah terbangun karena dikagetkan oleh alarm handphonenya.
Hana menarik nafas panjang. Rasa penasaran menyelimuti hatinya. Siapakah gerangan lelaki yang berjalan mendekatinya itu? Apakah mimpi barusan adalah sebuah jawaban dari Sholat Istikharahnya tadi malam? Dan laki-laki yang berjalan menujunya itu adalah jodohnya? Hana hanya bisa menebak-nebak dalam hati.
Kemudian Hana bangkit dari tempat tidurnya dan menuju kekamar mandi. Ia berwudhu dan lalu menunaikan ibadah sholat subuhnya.
Selesai sholat..
Hana memandang kotak kecil berwarna merah yang terletaK manis diatas meja riasnya. Ingatannya langsung tertuju ke Andra. Yang mana ia teringat akan janjinya untuk memberikan jawaban pagi ini kepada lelaki berkaca mata itu. Jawaban tentang pilihan hatinya.
Hana membuka kotak itu dan mengambil cincin tersebut. Lama ia memandang kilauan cincin permata yang sangat cantik itu. Dalam hati ia memuji selera Andra dalam memilih sangatlah bagus. Hana menyukai model cincin tersebut.
__ADS_1
Detik kemudian Hana langsung memasangkan cincin itu Ke jari manisnya. Hana tersenyum bahagia melihat hasilnya. Cincin itu pas di jari manisnya dan begitu indah dipandang berada di tangannya yang putih.
Sesaat kemudian, Hana memfoto jarinya yang sudah terpasang cincin itu menggunakan kamera hpnya. Detik kemudian.. Hanapun mengirim gambar tersebut ke nomor Whatsapp nya Andra.
Gambar terkirim.. Deg.. Jantung Hana mulai berdebar-debar menunggu balasan dari Andra. Keringat dingin mulai menjalari tubuhnya. Perasaan malupun juga menguasai dirinya. Namun, Ia berusaha melawan rasa itu semua hanya untuk menepati janji yang telah terlanjur ia lontarkan kepada Andra.
Beberapa menit kemudian..
Terdengar bunyi nada dering dari Hp Hana. Hana tersentak dan memandang takut-takut kearah Hp yang ia letak diatas meja riasnya. Matanya menangkap sebuah nama yang memang ditunggu-tunggunya.
Sesaat kemudian, Terdengar kembali deringan dari Hpnya. Kini dengan memantapkan hatinya, Hana memberanikan diri untuk mengangkat telpon dari Andra.
"Assalamualaikum, Hana.." Sapanya dengan ramah. Hana menjawab salam darinya dengan suara yang agak bergetar.
"Wal'alaikumusalam.." Jawab Hana.
__ADS_1
"Hana, Maaf ya aku langsung nelpon.. Karena.. Jujur.. Aku bahagia sekali dapat kiriman foto kamu memakai cincin pemberian aku subuh ini.. Sungguh sangat-sangat bahagia..Terimakasih ya.." Ucapnya.
"Iya.." Jawab Hana dengan lirih.
"Dan.. itu tandanya.. Hana mau menerima aku kan?? Hati Hana sudah terbuka untuk aku kan??" Tekan Andra lagi.
"Iya.." Jawab Hana singkat.
"Alhamdulillah.. Terimakasih ya sekali lagi"
"Iya, Andra.. sama-sama.."
Akhirnya Hana sudah menjatuhkan pilihan hatinya ke Andra. Sesuatu hal yang tidak pernah terbayangkan dan terpikirkan oleh Hana sebelumnya. Setelah 7 tahun hatinya 'mati' bersamaan dengan kepergian Reno.. selama itu juga ia tidak pernah merasakan jatuh cinta lagi. Kini.. rasa itu perlahan mulai muncul lagi di relung jiwanya. Hana berharap rasa ini akan tetap bertahan meskipun nantik akan ada rintangan yang menghadang hubungan mereka..
Bersambung..
__ADS_1