
Asran merasa sedari tadi seperti sedang diperhatikan oleh seorang lelaki yang duduk disudut cafe yang tidak begitu jauh dari mereka. Lelaki yang mencurigai itu menggunakan topi, kacamata dan jaket berwarna coklat. Ia terlihat sedang mengambil foto kearah Asran dan Hana.
Namun, Asran tidak memberitahu Hana, karena Asran tidak ingin membuat Hana risau. Asranpun berpikir didalam benaknya, apakah mungkin lelaki yang mencurigai itu adalah orang yang berniat untuk mencelakai Hana waktu itu?
Tapi, Asran tidak mungkin menuduhnya begitu saja tanpa ada bukti. Dia harus menyelidikinya dulu. Yang jelas dari gerak-geriknya lelaki tersebut, Asran sudah dapat membaca bahwa dia tengah memperhatikan Hana. Ya.. Sangat jelas sekali tertangkap oleh mata Asran.
"Hai.. Lagi lihat apa sech?" Tanya Hana yang sejak tadi memperhatikan Asran melihat kearah belakang punggungnya. Hana langsung menoleh kebelakang.
"Ee... Gak ada kak.." Kata Asran sambil tersenyum.
Setelah memastikan tidak ada yang aneh dibelakangnya, Hana lalu kembali menikmati makanannya.
"Habis ini kita kemana?" Tanya Hana.
"Bentar kak Hana, Asran.. ke toilet dulu ya.." Kata Asran buru-buru tanpa menjawab pertanyaan Hana. Ternyata Asran melihat lelaki yang mencurigai itu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke luar cafe. Asranpun mengikutinya dari belakang.
Asran terus mengikuti lelaki itu hingga sampai diparkiran. Dari jarak yang agak jauh Asran bisa lihat motor lelaki itu yang berbeda dengan motor yang menabrak Hana.
'Berarti bukan dia orangnya, Tapi.. Bisa saja dia mengganti motornya dengan yang lain' Batin Asran yang masih curiga dengannya.
Kemudian sebelum lelaki tersebut pergi meninggalkan cafe, Asran langsung bergegas berlari kecil untuk menghampirinya.
"Tunggu sebentar..." Teriak Asran yang membuat lelaki berjaket coklat itu tidak jadi menghidupkan motor besarnya.
"Iya, ada apa?" Tanyanya dengan bingung.
"Sorry. Mau tanya.. Kamu... aku lihat tadi didalam seperti sedang memperhatikan cewek aku. Kenapa ya??" Tanya Asran langsung ke intinya.
Lelaki itu tampak tersenyum tipis sembari menggeleng gelengkan kepalanya.
"Cewek kamu yang mana? Ada banyak cewek didalam cafe itu." Katanya.
"Cewek yang baju biru. Yang duduk dimeja paling belakang.." Jawab Asran.
"Oo.. Itu cewek kamu??" Tanyanya. Asran langsung mengangguk mantap.
__ADS_1
"Dari gerak gerik kamu melihat dia membuat aku curiga. Kamu siapa? Dan mau apa?" Tanya Asran.
"Hahahaha... Dasar aneh! Jadi cowok kok curigaan kali.." Tuturnya dengan menahan tawa yang hampir lepas.
"Gak ada yang lucu! Sudah ngaku saja.. Kamu orang itu kan... Yang mau mencelakai kak Hana waktu itu, ayo ngaku.." Tuduh Asran yang kemudian semakin mendekat kearahnya.
"Apa?? Kau ini aneh sekali, sampai menuduh aku macam-macam seperti ini. Kenal juga tidak." Katanya.
"Kalau gitu kenapa tadi kamu melihat kearah kak Hana ha?? Gerak gerik kamu itu mencurigakan, pakai memfoto-foto segala lagi."
"WOI.. Dengar ya! Ini mata, mata aku.. Jadi terserah aku mau lihat kemanapun yang aku suka" Katanya sambil menunjuk matanya sendiri.
"Tapi aku lihat dari gelagat kamu itu aneh. Bukan sekedar lihat karena iseng saja. Pasti ada rencana lain kan dipikiran kamu itu. Kamu sepertinya bukan orang baik-baik." Ujar Asran yang mulai menaikkan suaranya.
"Kalau pun iya kenapa?? Apa urusan kau Ha?" Tanyanya dengan tersenyum sinis.
Asran yang merasa geram dengan perkataannya barusan, berniat untuk memberi ia pelajaran ataupun langsung menyeretnya kekantor polisi. Namun, niat itu belum sempat dilakukan karena ketika itu juga Hana keluar dari cafe dan memanggil Asran.
Melihat Hana datang, lelaki itu langsung bergegas menghidupkan motornya dan detik kemudian ia pun kabur dari sana.
"Kamu ngapain teriak-teriak Asran?"Tanya Hana yang kini sudah berada disamping Asran.
"Ee.. Itu kak.. Gak ada apa-apa kak.." Jawab Asran yang terlihat ragu-ragu.
"Jangan bohong Asran, kelihatan kok dari wajah kamu itu." Kata Hana dengan kesal.
"Hhmm.. Yalah nantik didalam Asran cerita. Tapi, kak Hana ngapain pakai nyusul Asran segala..?" Tanyanya. Mereka sudah berjalan kembali menuju kedalam cafe.
"Kamu sendiri kenapa bohong? Katanya mau ke toilet tapi malah keparkiran."
Asran hanya cengar-cengir sambil mengaruk kepalanya.
Setelah mereka sampai kembali dimeja mereka tadi, lalu Asran menceritakan ke Hana mengenai orang yang ia curigai tadi.
"Ih kamu ini... Jangan menuduh orang sembarangan tanpa ada bukti, Asran! Bagaimana kalau orang itu memang bukan orang yang dulu mencelakai kakak? Kan sama saja kamu sudah melakukan kesalahan dengan menuduh dia macam-macam." Kata Hana.
__ADS_1
"Tapi, Asran yakin kak.. Gaya dia itu mencurigakan. Dan.. dia sempat ngaku tadi kok saat Asran bertanya apakah dia punya niat buruk terhadap kak Hana, dia jawab 'Kalau pun iya kenapa?Apa urusan kau?' Gitu katanya kak.. Jadi bagaimana Asran gak semakin curiga dengan dia.." Jelas Asran.
"Mungkin saja dia kesal sama kamu karena dicurigain makanya dia pura-pura ngaku kayak gitu.." Kata Hana berpendapat.
"Ngak mungkinlah kak..."
"Ya sudah jangan dibahas lagi. Terus kita mau kemana lagi ne? Kak sudah selesai makannya. Apa kita pulang saja?"
"Ya jangan donk kak Hana sayang... Baru jam segini sudah mau pulang aja..." Protes Asran langsung.
"Jadi kemana?"
"Hhmmm... Asran mau mengajak kak Hana ke suatu tempat yang bagus. Lihat aja nantik.." Kata Asran dengan tersenyum lebar.
"Oya? Kemana emangnya?" Tanya Hana lagi seakan tidak sabaran.
"Ya.. Lihat aja nantiklah kak Sayang.. Kalau dikasih tau sekarang gak surprise lagi namanya, Hahahaa..." Kata Asran sambil tertawa keras.
"Kamu ini.. Sok-sok mau ngasih surprise segala.." Cibir Hana.
Asran tidak menanggapi cibiran Hana tersebut. Kemudian mereka keluar dari cafe dan menuju parkiran. Beberapa menit kemudian motor Asranpun sudah melaju menelusuri jalanan di malam yang tidak terlalu ramai.
"Kak Hana...Pegangan Donk.." Pinta Asran kepada Hana yang mana sejak Hana pertama kali duduk boncengan dibelakang Asran, tidak pernah sekalipun ia berpegangan pada Asran.
"Apanya??" Tanya Hana dengn polos.
"Kak Hana duduknya kenapa jauh sekali sech, seperti lagi naik ojek aja,hehe..." Ujar Asran.
Hana yang sudah paham maksud Asran tersebut hanya diam dan tidak berniat menanggapinya.
Namun, tiba-tiba Asran malah meraih tangan kanan Hana lalu meletakkannya di pinggangnya.
"Gini Lo maksud Asran kak.. Biar lebih gimana gitu.." Katanya dengan melihat kebelakang sebentar. Hana seakan terpana melihat cara pandang Asran kedirinya yang lebih menawan dari biasanya sedangkan tangan kanannya dibiarkan saja disentuh lembut oleh lelaki itu. Hana hanya diam tak berkutik dengan getaran aneh yang menjalari hatinya..
Bersambung..
__ADS_1