Reminiscent

Reminiscent
AKAD NIKAH


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan sholat subuh, Hana langsung didandani. Hari ini adalah hari akad nikahnya dan akan dilanjutin resepsi pada siang sampai malam. Semua dilaksanakan di rumah Hana.


Pagi itu perasaan Hana sedikit gugup, karena sebentar lagi dia akan melepaskan masa kesendiriannya dengan dinikahi oleh lelaki yang ia harapkan, meskipun awalnya dijodohkan tapi perjodohannya ini menghasilkan cinta diantara mereka berdua.


Pagi lagi Andra mengirimi pesan singkat ke Hana. Ia bilang juga merasa gugup, dia sudah berkali-kali latihan untuk mengucapkan ijab kabul agar bisa lancar saat di hari H nya. Mereka saling menyemangati satu sama lain dan juga berdoa agar semuanya berjalan dengan lancar.


Setelah selesai didandani, Hana yang masih ada didalam kamar memandangi dirinya melalui cermin. Ia terlihat begitu anggun dengan dress panjang berwarna putih dan juga kerudung putih yang menutupi dadanya dan dihias seindah mungkin dengan asesoris yang membuat penampilannya semakin sempurna.


"MasyaAllah.. Kamu cantik sekali, Hana. Pangling Tante.." Kata Siska, adik bungsu Mamanya yang cuman beda beberapa tahun saja dengan usianya.


"Memang seperti itu, kalau jarang dandan sekali didandani akan pangling orang ngelihatnya." Komentar Keluarga Hana yang lainnya.


Hana hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan Tante dan keluarga lainnya.


Akad nikah dijadwalkan jam 9 pagi. Orang-orang sudah ramai berdatangan kerumah Hana. Sekitar setangah jam lagi acara akan dimulai, semuanya sudah selesai hanya tinggal menunggu penggantin prianya saja yang masih didalam perjalanan.


Hana didalam kamar ditemanin beberapa orang teman kuliahnya yang kebetulan hadir hari itu dan Tia juga mengabari bahwa dia sudah sampai ke kota semalam sore dan sebentar lagi akan kerumah Hana.


Detik-detik menuju akad nikahnya membuat perasaan Hana semakin tidak karuan, badannya panas dingin dan tangannya berkeringat entah karena grogi atau entah karena apa, diapun tidak mengerti dengan apa yang ia rasakan.


Untuk mengusir rasa was-was dihatinya, Hana lalu mengalihkan pikirannya untuk membuka pesan Whatshapp ataupun membuka media sosial yang lainnya. Namun, saat ia membuka pesan Whatshapp di hpnya, Hana melihat ada 3 panggilan tidak terjawab. Hana langsung membukanya dan ternyata Asran yang menghubunginya. Mengetahui Asran yang menghubungi Hana, membuat perasaan Hana semakin aneh.


[Maaf Asran, tadi kakak gak dengar kamu nelpon. Oya, Ada apa ya??]

__ADS_1


Hana mengirim pesan singkat tersebut. Namun, tidak terkirim. Masih ceklis satu. Lalu Hana mencoba menghubunginya Asran. Tapi, Nomornya malah tidak aktif.


"Kok malah gak aktif nomornya, padahal belum 15 menit dia nelpon" Desis Hana kepada dirinya sendiri.


"Hana, kamu sudah siap kan?? Pangantin prianya sudah datang tuh." Mama Hana masuk tiba-tiba dan membuat Hana sedikit kaget. Hana lalu membuang sebentar pikirannya tentang Asran, ia ingin memfokuskan pikirannya pada akad nikahnya pagi ini.


Setelah itu, Hana dan yang lainnya keluar dari kamar menuju keruang tamu, tempat dimana Akad nikah akan dilangsungkan. Andra sudah duduk disana, begitu juga dengan pak KUAnya. Andra terlihat tampan dengan setelan baju berwarna putih juga yang membuat aura wajah lelaki berkaca mata itu semakin bersinar.


Andra langsung terpana ketika melihat Hana datang, gadis itu terlihat begitu cantik dan anggun, wanita berwajah manis itu hanya menundukkan wajahnya dengan tersipu malu karena menyadari semua mata tertuju ke dirinya.


Setelah itu, Hana duduk disebelah Andra dengan jantung yang mulai berdebar kencang. Ia merasakan tangannya gemetaran saat sudah Disebelah Andra sedangkan lelaki itu sejak tadi pandangannya tidak lepas dari Hana, dan juga dengan seuntai senyuman yang menghiasi bibirnya.


Beberapa saat kemudian, akad nikahpun dimulai. Wajah Andra terlihat tenang, dia sudah sangat siap untuk melaksanakan akad pagi itu. Dengan keyakinan yang tinggi akhirnya Andra berhasil mengucapkan ijab kabul dengan satu kali ucapan, suaranya terdengar lantang tanpa bergetar sedikitpun.


Begitu juga dengan Hana, ia sangat merasa lega karena semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikitpun. Setelah itu mereka berdua menandatangani buku nikah, kemudian Hana menyalami tangan Andra lalu menciumnya dengan khidmat. Saat Hana mencium tangannya, Andra memegang kepala Hana dengan lembut.


Setelah itu mereka bertukar cincin dan kemudian berfoto berdua dengan menunjukkan buku nikah dan juga jari mereka yang sudah terpasang cincin.


Setelah itu, untuk acara selanjutnya langsung dilakukan resepsi pernikahan. Hana dan Andra duduk bersanding di pelaminan yang indah. Tamu undangan datang silih berganti lalu menaiki pelaminan untuk memberikan doa dan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Acara resepsi berlangsung sampai sore. Setelah selesai acara resepsinya, mereka berdua masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian dan setelah itu bersiap - siap untuk melakukan ibadah sholat maghrib.


Saat didalam kamar, Hana duluan masuk kekamar mandi untuk mandi dan berwudhu. Andra masih berada diluar kamar tengah mengobrol dengan keluarga Hana yang belum pulang.

__ADS_1


Hana keluar dari kamar dengan sudah berpakaian lengkap. Setelah itu, adzan maghribpun terdengar berkumandang di Mesjid dekat rumahnya. Hana mengirim pesan ke Andra agar suaminya itu masuk kekamar dan segera mandi sekalian juga berwudhu agar mereka bisa melaksanakan ibadah sholat maghrib bersama-sama sebagai pasangan suami istri yang sah.


Sebelum Andra datang, Hana sempat memeriksa pesan Whatshappnya. Begitu banyak pesan yang masuk, karena seharian Hana tidak memegang Hpnya. Hana membuka satu persatu pesan tersebut, ada banyak pesan dari teman-temannya yang memberi ucapan selamat kepada Hana juga Andra. Namun, Ada sebuah pesan dari nomor tidak dikenal yang mencuri perhatian Hana. Dengan Rasa penasaran, Hana membuka pesan dari nomor yang tidak dikenal itu.


[Hana, Maaf jika pesan dari aku ini mengganggu kamu dihari bahagia kamu dan juga suami kamu. Tapi, perlu aku sampaikan ke kamu bahwa.. Asran saat ini kondisinya sedang kritis, di saat terakhirnya ini, ia ingin sekali bertemu Dengan kamu. Untuk yang terakhir kalinya, Tolong.. Wujudkan keinginan terakhirnya, datanglah kerumah sakit sekarang juga. Aku mohon. Dari sahabat Asran, Reynald.]


Hana membaca pelan pesan singkat dari seseorang yang ternyata orang itu adalah Reynald. Setelah selesai membacanya, Hati Hana seakan hancur, jantung Hana berdetak - detak tak karuan, seluruh badannya bergetar hebat. Wajahnyapun mungkin sudah berubah menjadi pucat pasi. Merasa tidak puas dengan membaca pesan dari Reynald itu, ia pun memberanikan dirinya untuk langsung menelpon Reynald.


"Halo, Hana?? Kamu bisa datang sekarang kerumah sakit? Plis.. Untuk yang terakhir kalinya, jumpai Asran. Aku mohon." Sebelum Hana mengeluarkan suara, Reynald sudah duluan berkata seperti itu dengan nada memohon.


Hana terdiam dengan segala rasa yang berkecamuk didalam hatinya..


.


.


.


BERSAMBUNG..


.


.

__ADS_1


__ADS_2