
Hana bisa bernapas lega karena saat ini ia berada ditempat yang aman dan lelaki misterius itu tidak lagi mengikutinya.
Beberapa saat kemudian, 2 orang yang tengah berboncengan dengan berpakaian polisi yang lengkap berhenti tepat disamping Hana.
Awalnya Hana tidak mengenali orang tersebut, tapi setelah salah satu dari mereka membuka helmnya, barulah Hana tersadar bahwa polisi itu adalah Asran.
"Kak Hana?? Loh..Kak ada disini?" Asran bertanya bingung sambil turun dari motornya sedangkan teman yang memboncengnya langsung berlalu dari sana.
"Ee.. Iya.." Gumam Hana yang merasa bingung harus menjawab apa. Padahal Hana tidak berharap berjumpa Asran. Kenapa bisa jadi kebetulan begini? Hana mendumel didalam hatinya.
"Wow.. Ketahuan nech.. Kak Hana benar-benar rindu dengan Asran kan? Sampai kak mencari Asran disini.. Ayo ngaku aja kak,hehehe..." Ucap Asran dengan gaya sok percaya dirinya itu.
"Ya.. gak lah.." Kata Hana langsung mengelak dari tuduhan Asran tersebut.
"Sudahlah kak Hana.. Jangan malu-malu... Ngaku saja, ayo...hihihi.." Asran semakin menggoda Hana.
"Ngak Asran... Kak bilang gak ya gak!" Kata Hana mulai terlihat kesal.
"Sudah ya, kak pergi dulu!" Ucap Hana akhirnya, Asran yang tahu Hana kesal karena ulahnya, langsung mencegatnya untuk tidak pergi.
"Bentar kak, Asran cuman bercanda kak.. Kak Hana kok sensitif kali ya?" Kata Asran.
"Ngaklah, biasa aja." Jawab Hana dengan cuek.
"Ya udah, awas kamu sana!" Usir Hana ke Asran yang masih menghalangi Hana untuk pergi. Tapi, Asran tidak juga bergeser dari sana.
"Oya, Kak sudah sarapan belum? Kita sarapan dikantin polres dulu yuk kak.. Asran traktir, oke?" Ajak Asran.
"Ngak..Ngak..Kak gak mau.." Tolak Hana langsung.
__ADS_1
"Lah, kenapa kak? Bentar aja yuk.. Asran lapar nech kak, belum sarapan. Ya?" Bujuk Asran semakin gencar.
"Ngak Asran. Kak seganlah sarapan disini." Ujar Hana yang kembali menolak ajakan Asran. Tapi, bukan Asran namanya jika tidak terus-terusan memaksakan kehendaknya ke Hana.
"Ngapain segan kak, Asran aja gak ada segan sarapan dikantin tempat kak Hana kerja. Sekali-sekali pun kak, selagi kak Hana disini. Ya.. ya..ya...??" Ucap Asran yang tidak menyerah untuk membujuk Hana hingga akhirnya Hana mengiyakannya juga.
"Ya lah.." Kata Hana dengan suara yang lemah terpaksa.
"Tapi, jangan terpaksa gitu juga donk kak nada suaranya. Yang ikhlas lah, senyum dikit saja... oke??" Ucap Asran seraya tersenyum manis.
"Iyaa... Iyaa..." Ucap Hana akhirnya dengan tersenyum tipis. Kemudian Asran membawa Hana kekantin yang ada didalam polres.
Setelah sampai dikantin...
"Asran.. Duhh... Ramainya.. Isinya polisi semua. Kak gak jadilah sarapan disini." Ujar Hana yang mulai merasa canggung.
"Kak Hana gak usah risau, kak Hana kan gak sendiri. Ada Asran bersama kakak" Kata Asran berusaha menghilangkan kerisauan dan kecanggungan pada diri Hana.
"Kak mau pesan sarapan apa?" Tanya Asran. Hana yang sedari tadi menunduk kini mulai mengangkat kepalanya perlahan-lahan dan lalu melihat disekelilingnya.
"Tenang aja kak.. Gak ada lagi kok yang memperhatikan kita.." Kata Asran yang paham akan kerisauan Hana. Hana membenarkan didalam hati perkataan Asran tersebut, memang tidak ada lagi satupun orang yang melihat kearahnya seperti tadi. Mereka sibuk dengan sarapannya dan juga berbincang dengan teman sebelahnya masing-masing. Hana akhirnya bisa menghela nafas lega.
Setelah mereka memesan makanan, Asran lalu kembali mengajukan pertanyaan ke Hana. sebenarnya dia masih penasaran kenapa Hana tiba-tiba ada disini. Asran yakini Hana pasti menyimpan sesuatu hal darinya.
"Kak Hana gak mau cerita nech sama Asran. Kak Hana gitu ya, Gak mau terbuka.." Kata Asran dengan memancing Hana agar mau bercerita.
Hana yang paham maksud Asran tersebut, akhirnya menyerah dan detik kemudian diapun menceritakan semuanya ke Asran. Menceritaka dari orang misterius yang menelponnya tadi malam sampai orang yang mengikutinya tadi.
"Apa? Kakak kok ngak bilang sejak tadi kalau ada yang ngikutin kakak??" Tanya Asran dengan sedikit geram.
__ADS_1
"Ya.. Maaf, Kak gak mau ngerepotin kamu aja Asran." Jawab Hana.
"Kok merepotkan sech kak, sama sekali gak lah kak Hana. Kalo Kak Hana merasa direpotin dengan Asran, berarti kak Hana anggap Asran ini orang lain. Jangan gitulah kak.. Apapun itu cerita sama Asran." Ujar Asran.
"Iya, Asran. Lain kali kak cerita dech." Kata Hana akhirnya.
"Terus malam tadi kak bilang ada orang yang nelpon dan mengancam kakak? Mana nomornya kak? Biar Asran selidiki nantik. Berani-beraninya dia pakai ancam kak segala. Biar Asran kasih pelajaran tu orang kalau dapat." Kata Asran yang mulai emosi.
Hana lalu mengeluarkan hpnya dan memberikan nomor lelaki yang menelponnya dini hari tadi kepada Asran. Setelah itu, Asran langsung mencoba menghubungi nomor itu namun nomornya tidak bisa dihubungi lagi.
"Jelas kali ini orang niatnya mau berbuat jahat sama kak Hana, makanya dia bergonta ganti nomor. Pasti setelah menghubungi kak Hana pakai nomor ini, langsung ditukarnya kartunya. Licik kali dia." Kata Asran.
"Iya kali ya. Ya sudahlah Asran jangan dipedulikan, orang iseng aja mungkin" Ucap Hana.
"Ngak bisa gitu juga kak Hana. Mana tahu aja orang yang menelpon kakak dengan Yang mengikuti kak tadi adalah orang yang sama. Kak Hana harus lebih berhati-hati sekarang." Jelas Asran.
"Jadi kak harus gimana donk?" Hana bertanya bingung.
"Hhmmm.. Gimana kalau untuk sementara ini kak Hana pergi dan pulang kerja biar Asran yang antar jemput.." Kata Asran memberi saran.
"Gak mungkinlah Asran, masa' setiap hari kak merepotkan kamu terus." Tolak Hana secara halus.
"Gak apa-apa kak. Asran gak merasa direpotkan kok. Malahan Asran senang bisa bertemu dengan kak Hana setiap hari.." Tutur Asran seraya tersenyum.
"Kamu yakin??" Tanya Hana. Asran lalu mengangguk mantap.
"Ya udah, untuk sementara waktu saja sampai keadaan kembali aman lagi.." Kata Hana akhirnya.
"Oke kak.. Untuk seterusnya juga gak apa-apa, Kak Hana kan calonnya Asran, hehe.." Katanya dengan tertawa kecil. Hana hanya menanggapinya dengan tersenyum simpul.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, sarapan merekapun sampai dan setelah itu mereka menikmati sarapan paginya masing-masing, tanpa mengeluarkan suara..
Bersambung..