Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
98


__ADS_3

"Istriku, kau Mencintaiku apa adanya seiring berjalannya waktu dan terus mengalir menuju lautan yang akan membawa kebahagiaan dalam seumur hidupku, kau mungkin bukan yang tercantik tapi kamu bagiku bidadari yang paling cantik, kamu bukan yang paling hebat tapi kamu pahlawan dihatiku. hidupku tak berarti tanpamu, hidupku terasa hampa dengan ketiadaanmu, sayang... terima kasih kau bersedia menjadi penguat jiwa ku, disaat aku rapuh dan mendekap dengan kasih dan sayangmu."


" terima kasih istriku tercinta, kau sudah mau membuka mata dan menjadikan ku lelaki paling bahagia di sisimu." bisik Charl di telinga Louisa yang sudah berderai air mata karena bahagia mendengar untaian kata yang baru kali ini meluncur dari mulut suaminya.


kalau ingin mengucapkan banyak kata tapi mulutnya terasa terkunci masih terlalu lemah Dia hanya bisa mengecilkan mata dan tersenyum bahagia melihat suaminya.


" Momy... kenapa mami menangis?" tanya Varo yang masih berada di sebelah Charles. Lou kembali tersenyum melihat kearah anak kesayangannya yang berada di samping dan memegangi tangannya.


kriet....


suara pintu terbuka, Varo yang melihat nenek arina datang langsung berteriak,


" Nenek... Momy sudah sadar, tapi belum bisa bicara," ucap Varo dengan muka berseri-seri.


Ada raut bahagia Di mata perempuan setengah baya yang masih terlihat cantik. dia mendekat ke ranjang tempat Lou berbaring.


"Syukurlah kamu sudah sadar nak, mamah sangat bahagia dan mamah juga minta maaf atas sikap mamah selama ini," ucap mamah Arina Subroto dengan mata berkaca-kaca.


Lou menatap mamah mertua dengan hati bahagia, ia hanya mampu menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


###

__ADS_1


Seminggu setelah perawatan Louisa dinyatakan sehat dan sembuh sehingga diperbolehkan pulang. Charles menggandeng tangan istrinya menuju ke arah lobi. sebenarnya tadi Charl sudah membawa kursi roda tapi Lou ingin berjalan dengan menggandeng tangan suaminya.


Axel mengemudikan mobil sedang Charles duduk di belakang sambil memeluk Lou, Lou menyandarkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.


Sebenarnya Lou penasaran selama satu Minggu setelah sadar dia tidak pernah bertemu dengan Alexa.


"mm...mm Axel kemana Alexa? kenapa dia tidak pernah menjengukku? apa terjadi sesuatu padanya," tanya Lou yang merasa khawatir pada adik iparnya.


"Alexa sedang bedrest Lou, dia belum boleh turun dari ranjang karena kehamilannya dia harus menunggu sampai janin dalam rahimnya kuat," jelas Axel


" Berapa usia kandungan Alexa , Axel? tanya Lou.


" Selamat ya Axel, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah, dan kamu sayang akhirnya akan mempunyai keponakan, " ucap Louisa bahagia.


" Sayang... aku minta maaf, saat kamu hamil Varo dulu aku ....," ucap Charles yang terpotong karena telunjuk Lou membungkam mulut Charl.


" Itu sudah berlalu, sayang, tidak usah diingat lagi, bukankah aku sudah bahagia bersamamu," ucap Lou yang membuat mata Charl basah.


"Terimakasih sayang, hatimu benar benar baik," ucap Charles mengecup kening Lou dengan lembut.


"Satu jam perjalanan akhirnya mobil sampai juga ke mansion milik Charl.

__ADS_1


"Ayo sayang," ajak Charl yang tiba tiba menggendong Lou ala-ala bridal style.


"eh turunkan aku mas, malu ih... itu ada papa, mamah dan juga Varo," ucap Lou yang berusaha turun dari gendongan Charl. namun Charl tetap berjalan tanpa mengindahkan permintaan Lou.


"Charles bawa Lou ke kamar dulu pa, mah!,"


"Sayang, amu istirahat dulu ya, ini Varo mau menemani momy katanya, aku temui papah dan mamah dulu," ucap Charles sambil membetulkan selimut Louisa, sementara Varo ikut berbaring memeluk momynya.


"momy, aku kangen sama momy," ucap Varo yang masih berpelukan dengan momynya.


"Anak momy yang ganteng, tidak nakal kan selama kemarin momy tidak ada, mamy yakin anak momy ini anak yang baik, gak merepotkan kakek,nenek, Tante, om kan?


"Varo tidak nakal kok momy, Varo dengerin nasehat kakek dan nenek, terus Varo juga doain momy supaya bangun dan bisa main lagi sama Varo," celoteh Varo.


Lou mencium kening dan pipi anaknya. "terimakasih sayang, momy bangga padamu"


"momy kapan Varo punya adik?" tanya Varo yang cukup mengejutkan Lou.


"heeeh"


Sore harinya Axel pamit pulang bersama papa, mamah. setelah istirahat dan ngobrol dengan Charl.

__ADS_1


__ADS_2