Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tujuh puluh sembilan


__ADS_3

Lou dan Charl berjalan tanpa menghiraukan lohita yang berusaha mensejajarkan langkahnya. Ada terbersit kekesalan di hati lohita melihat betapa Charles mencintai Louisa.


Charles dan lou memasuki area spa pasangan yang setelah berganti dengan pakaian khusus dari spa, mereka menempati bed yang berjejer, mereyka berdua merebahkan badan dan menerima pijatan lembut dari terapis.


Mas kamu tahu saja, badanku memang rasanya capek sekali apalagi setelah bertemu denganmu seminggu ini, badanku semakin remuk rasanya," ucap Lou yang wajahnya mengarah pada char.


"Tapi kamu suka kan sayang," ucap Charl mengedipkan satu matanya.


Setelah selesai pijat mereka berdua berendam air hangat masih dengan pijatan kepala. setelah hampir dua jam setengah merekapun selesai spa.


mereka berdua menuju butik yang terletak di lantai satu. Charles memilihkan baju. untuk Lou yang tidak terlalu seksi dan tertutup.


"Sepertinya baju ini cocok sekali untukku, gaun panjang berwarna violet tua. kalau pas kita langsung memakainya dan pergi kencan,"


" sebenarnya kita mau ke mana sih mas, pakai kencan segala, biasanya kan kau tidak pernah sekalipun mengajarku kencan, tumben kamu ngajak aku keluarjangan jangan kamu menyembunyikan sesuatu yah!" ucap Lou dengan nada manja.


" ya sekali-kali lah, ajak istri jalan-jalan hari ini! kalo kamu pingin tahu Nanti lihat aja kejutan Apa yang kuberikan untukmu," ucap Charles.

__ADS_1


lou membawa baju pilihan suaminya ke dalam kamar ganti. Lou memanggil Charl untuk membantu menaikan resleting bajunya yang kurang sedikit lagi. Charles dengan cekatan datang dan tersenyum miring menanggapi permintaan istrinya.


Charles memegang resleting, bukan dinaikan malah diturunkan, dia ingin menikmati dulu tubuh indah istrinya. Charl mencium dari pinggang naik ke punggung sambil menarik resleting menuju ke atas, terakhir dia mencium punggung dan tenggkuk istrinya tidak lupa meninggalkan bekas kepemilikan disana.


"haish, aku meminta tolong pada orang yang salah," gerutu Louisa.


" Kamu sangat cantik sayang, dengan balutan baju ini kamu semakin terlihat seksi, padahal aku memilih baju yang tertutup agar kamu tidak terlihat seksi tapi kenapa kamu jadi terlihat sangat seksi di mata aku ya," ucap Charles sambil mendekap tubuh istrinya.


"HM... itu sih karena pikiranmu yang mesum sayang. ganti lagi apa tetep yang ini," tanya Lou.


"Sudah pas bajunya, kita pilih yang ini saja, Charl menyodorkan kartu di tangannya ke kasir dan sesegera mungkin meninggalkan boutique tersebut.


"terus kenapa? aku sudah ada yang punya. sebagai wanita dia memang cantik, tapi kurasa masih lebih cantik istriku, jadi jangan cemburu ya sayang," jawab Charl ringan dan diiringi senyum senang.


Charles mengendarai mobil dari butik dan menghentikan mobilnya di hotel bintang lima. Charles membuka pintu mobil dan keluar memutari mobil untuk membukakan pintu untuk Louisa.


Charles memberikan tangannya dan disambut oleh Lou, Charl memberikan kunci mobil pada petugas valet untuk memarkir mobilnya.

__ADS_1


"Mas, ngapain kita ke hotel, seperti selingkuhan saja, tidur di hotel."


"Kita mau dinner sayang, kita cari Resto di sini, karena makanannya enak, walaupun aku sebenarnya lebih menyukai masakan istriku. apalagi memakan istriku aku sangat menyukainya hi...hi... hi," ucap Charl sambil tertawa.


mereka memasuki ruang private, charl menarik kursi untuk Lou dan menyuruhnya untuk duduk, kemudian Charl duduk di kursi yang berhadapan.


"pesan apa sayang?"


"Samakan saja dengan pesananmu,"


Mereka memesan makanan pada pelayan. mereka menikmati dinner pertama kali selama pernikahan mereka. Lou benar-benar merasa bahagia dengan dinner yang juga pertama kali untuk dirinya selama hidupnya.


"Lou, aku bukan Lelaki yang baik sebelum bertemu dengamu, namun seiring berjalannya kebersamaan kita, aku semakin terikat padamu, maaf aku bukan Lelaki sempurna juga tapi aku ingin berusaha membahagiakan dirimu. Maukah kamu selamanya menemaniku, bersama sampai maut memisahkan." ucap Charl yang memberikan cincin emas bertahta berlian dan memasukkan ke jari manis Lou.


Lou meneteskan air mata, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "mas, apa kamu sedang melamarku lagi," ucapnya lirih.


"iya, karena dulu aku belum sempat melamarmu," Lou langsung memeluk suaminya dan semakin berderai air mata bahagianya.

__ADS_1


ternyata Charl juga sudah reservasi kamar di hotel ini juga. Charles menggendong Lou menuju kamar sudah dipesannya.


...


__ADS_2