Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.28


__ADS_3

"Sebentar saja, biarkan aku memelukmu, aku beneran kangen bidadariku yang cantik ini," ucap Dimas sambil memeluk erat tubuh Naura yang masih berontak minta dilepaskan.


"I love you," bisikan yang membuat muka Naura memerah karena malu, seumur umur selain keluarganya baru ini ada laki laki yang langsung mengucapkan kalimat sakti itu, bukan karena Naura gak ada yang naksir tapi biasanya mereka hanya sekedar mengucap suka, dan langsung ditolak Naura.


"Sudah, lepaskan kak nanti ada yang lihat kita," tolak Naura sambil berusaha melepaskan cengkraman koala ala Dimas yang sangat kuat sehingga Naura kesulitan melepaskan.


"Biarin, biar ke gap sekalian sama kakak atau orang tua mu, terus nanti langsung disuruh nikah, kan gak usah pake acara pendekatan kek gini, kelamaan," ucap Dimas yang masih terus mendekap Naura.


"Bilang dulu kamu juga menyukai dan mencintai aku, ayo... pokoknya tak akan ku lepaskan kalau kamu tak mau bilang!" ucap Dimas yang tidak melonggarkan cengkraman koalanya.


"Masa bilang cinta kok maksa sih," ucap Naura dengan bibir manyun namun yang sebenarnya jantungnya berdisko, seolah ingin meloncat keluar.


"Beneran nih tidak mau bilang, pokoknya tidak akan kulepaskan pelukan sebelum kamu bilang biar kakakmu lihat sekalian," ucap Dimas memeluk Naura seperti koala dengan mulut tersenyum geli.

__ADS_1


"Iya sudah, i love you to," ucap Naura pelan yang hampir tidak terdengar.


"Aku tidak dengar kamu bilang apa,"


"Aku menyukaimu, aku mencintaimu dan I love you juga, sudah puas! sekarang cepet lepasin aku, sudah lengket rasanya tubuhku, aku mau mandi." teriak Naura gemas yang diikuti ciuman pada kening Naura oleh Dimas yang dibibirnya tersungging senyum kemenangan dan melonggarkan pelukannya.


"Berarti habis ini kita kencan pertama ya, aku tunggu kamu setelah sarapan," ucap Dimas yang berlalu meninggalkan Naura yang masih bengong dengan ajakan kencan pertama yang lebih mirip pemaksaan kencan.


"Penampakan yang sungguh sangat menyegarkan suasana pagi dengan suguhan pria pria tampan, walaupun ketampanan Dimas masih kalah dengan ketampan kakaknya Naura beda tipislah sebelas duabelas," gumam Naura dalam hati.


Varo mengambil roti dan mengoles dengan selai kacang, sedang Naura lebih memilih sarapan nasi goreng seafood yang yummy buatan bik Siti. Dimas lebih memilih sarapan roti dengan selai coklat campur kacang.


Selesai sarapan Dimas meminta izin pada Varo untuk mengajak adiknya kencan pertama.

__ADS_1


"Varo, Sekarang Naura resmi menjadi pacar aku. aku meminta izin, Hari ini mengajaknya kencan pertama setelah jadian , aku akan mengajak jalan ke WBL, kamu tidak usah khawatir aku akan menjaganya dengan segenap jiwa raga." ucap Dimas setelah meneguk habis susu dalam gelas.


"Nau, kenapa kamu mau punya pacar model beginian, kenapa tidak cari yang lebih baik lagi, yang lebih kuat kek, ganteng dan tajir juga," ucap Varo sambil menggoda Dimas.


"Sialan kamu Varo, jangan salah Nau gini gini kakak punya sesuatu yang tidak dimilikin oleh kakakmu, gue dah punya pacar cantik lah kakakmu, tampan kaya tapi sampai sekarang masih jones," sindiran Dimas sambil tersenyum geli.


"Apaan sih kakak ini, seperti anak kecil aja saling mengejek," potong Naura gemas.


Naura yang sudah menyelesaikan sarapan berjalan keluar dari rumah setelah berpamitan pada kak Varo. Dimas mengikuti langkah Naura setelah berpamitan dan menepuk pundak Varo.


Ayo Yang, ajak Dimas membukakan pintu mobil untuk Naura.


kak Dimas

__ADS_1


__ADS_2