Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
lima puluh satu


__ADS_3

Charles membuka pintu kamar mandi namun terkunci dari dalam. Charles merasa takut terjadi sesuatu pada Lou, dia mengetuk pintu namun tidak ada sahutan. sedangkan Lou duduk lemas di lantai meratapi nasibnya.


Hampir saja Charl mendobrak pintu kalau Louisa tidak keluar. Louisa keluar dan mendapatkan Charl dihadapannya dengan wajah panik.


" apa yang terjadi dengan mu Lou, mengapa wajah kamu tampak pucat , tidak bersemangat, dan sepertinya kau menangis juga," ucap Charles dengan nada kawatir dan bingung.


Charles mendekati louisa dan memeluknya dengan sangat erat," kamu tidak boleh bersedih louisa, yakinlah bahwa aku sangat mencintaimu, aku tak akan meninggalkanmu sendiri.


"Kamu tahu Charl, aku belum percaya sepenuhnya denganmu, kita terlalu jauh berbeda. aku tidak ingin kehidupan yang terjadi papa dan mamah terjadi juga dengan diriku. kenapa aku harus bertemu denganmu, dan membiarkan semua terjadi?" kesal Lou sambil memukul-mukul dada Charl.


Charles hanya bisa menghebuskan terus memeluk dan mendekap Lou dengan erat.


"Lou... kita memang menikah karena kesalahanku, dulu niatanku memang hanya ingin melampiaskan kekesalanku pada perempuan yang meninggalkan aku tanpa kata. Tapi dengan berjalannya waktu aku mulai terbiasa denganmu, aku mulai cemburu saat kamu bersama lelaki lain dan aku juga ingin memiliki kamu seutuhnya, sampai aku memikirkan memiliki keturunan darimu agar kamu tidak bisa meninggalkan aku." ucap Charl yang semakin mempererat pelukannya pada Lou.


"Charles bagaimana dengan orang tuamu? dulu papa dan mamah aku juga saling mencintai, sampai mereka memiliki aku sebagai buah cinta mereka, tapi nenekku sangat membenci mamah, karena mamah dari kalangan biasa. saat Papa masih hidup mereka tidak begitu kelihatan membenci, tapi saat papah meninggal, begitu terlihat kebencian mereka, hingga mereka mengusir mamah dan aku dari rumah kami sendiri. mengapa aku harus mengalami hal yang sama dengan Mamah dan papa. seandainya memang Kita saling mencintai terus bagaimana dengan orang tuamu," ucap Lou sambil terisak-isak .


"Sudahlah, akan aku pastikan kalau papa dan mama menerima kamu dan cucunya." Charles mengecup kening Lou berkali-kali.


Lou ikut memeluk Charl dengan erat, seolah ingin melepaskan sebentar semua beban hidupnya yang menyedihkan.

__ADS_1


Akan aku ikut arus kehidupan mengalir, bagaimana kehidupan akan membawaku, bagaimana hasil akhir tidak ada yang tahu, baiklah Charl, aku akan mencoba menerima kehadiranmu dalam hidupku, dan aku juga harus bersiap dengan kemungkinan terburuk dari kisah hidupku.


Charles merebahkan Lou di ranjang, Lou melihat Selendang milik mamahnya kemudian mengambil dan memeluknya. Charl menyelimuti badan Lou agar tidak kedinginan. dia juga ikut merebahkan badannya di ranjang besar miliknya dan memeluk tubuh Lou.


...


Sementara itu di kediaman Harry, lohita yang baru pulang dari kantor langsung masuk ke kamar dan membanting barang yang ada di hadapannya.


Hatinya marah, kesal, benci, bagaimana bisa orang yang disukai sudah menikah dengan perempuan lain.


"Charles... apa kekuranganku sampai kamu lebih memilih perempuan itu dari pada Aku, Hahhhhh....brkkkk," teriak Lohita sambil menendang kursi rias di hadapannya.


...


"Axel aku mau pulang ke rumah kakak saja. Antarkan aku ke sana ya, oh iya bawa mobilku saja ," ucap Alexa sambil menyerahkan kunci pada Axel.


"Oke , ayuk kita berangkat sekarang, keburu malam, oh iya nanti kita mampir makan dulu ke restoran," ajak Axel pada Alexa.


"Aaa... Axel, aku mau makan di rumah kakak saja, masakan kakak ipar sangat enak, aku ingin makan di sana saja," tolak Alexa yang kangen masakan kakak ipar.

__ADS_1


"kamu beneran mau ke mansion Kakakmu, apa kamu kuat kalo nanti melihat kemesraan dan kemesuman Kakakmu pada istrinya?"


"iya, aku lebih nyaman di rumah kakak sekaligus bisa sering ketemu sekertarisnya yang tampan," Axel tersenyum mendengar kalimat Alexa.


"Ya sudah, ayok kita berangkat sekarang," ajak Axel menggandeng tangan Alexa dengan malu.


Karena sudah tahu isi hati masing-masing, maka Axel dan Alexa membuat komitmen untuk menjalin hubungan lebih serius, intinya mereka sekarang pacaran.


"Yang... bagaimana kuliahmu di Aussie? tanya Axel.


"Tinggal dua semester lagi, aku akan lulus," jawab Alexa.


"bagaimana kalau setelah itu kita menikah, kasihan banget aku, setiap hari melihat kemesraan sepasang suami istri mesum di depan mata," ucap Axel sambil meringis.


ha...ha...ha," tawa Alexa.


"tapi sekarang aku juga bisa mesum dengan kekasih baru aku," ucap Axel mencium kening Alexa.


...

__ADS_1


__ADS_2