Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.9


__ADS_3

"Nau kamu harus konsentrasi, pertandingan sebentar lagi dimulai. jangan meladeni orang yang tidak perlu, ingat jangan menangis lagi, fokuskan fisik dan pikiran ke pertandingan ini, jangan lemah, agar kita bisa menjaga diri dan keluarga kita," ucap Varo yang memperingatkan adiknya dan menepuk pundak Naura kemudian memeluknya.


"Iya kak, tadi aku terbawa perasaan, aku akan fokus dulu untuk pertandingan. aku akan tunjukkan kemampuan keluarga Beird, agar tidak ada yang meremehkan kita, akan ku buat momy dan papi bangga padaku" ucap Naura yang mulai bersemangat kembali.


....


Sementara itu Axel yang sedang berada di kursi direktur di perusahaan Charl benar benar bingung menghadapi perusahaan Charles dengan banyaknya proyek yang harus diselesaikan, belum lagi dia harus membantu di perusahaan Papi Beird dan melaksanakan perusahaannya sendiri. padahal Alexa sang istri sudah membantu, tapi rasanya masih belum bisa menghandle semua pekerjaan. untuk menyerahkan ke sembarang orang jelas berbahaya. " Ah, bagaimana ini?" Axel memijit keningnya.


"Ah.., hampir lupa kenapa tidak Varo saja yang harus menjalankan perusahaan ini, dia anak yang cerdas dan tanggung jawab, lagipula sudah banyak diajari langsung oleh Charl sendiri. Aku nanti akan membicarakan dengan Papi dan juga Varo," gumam Axel sambil tersenyum karena bisa memecahkan kebuntuan di pikirannya.


Saat mengingat Varo tiba tiba terlintas kejadian yang terjadi tempo hari saat Varo hampir menabrak anak kecil.


"Oh ya Tuhan hampir lupa, si kecil Rafa masih di rumah Charles, padahal ini sudah hampir lima hari pasti orang tua kalang kabut mencarinya," sentak Axel yang langsung menghubungi HRD minta nomer telfon mantan sekretaris Charl yang dulu sempat menggantikan Axel yaitu Sarah. dia sempat keluar dari pekerjaan karena melahirkan. "mungkin Rafa anak Sarah mantan sekretaris Charles," gumam Axel yang kembali menekan tombol gawai setelah mendapat nomor Sarah.


" Halo, dengan siapa saya berbicara," ucap Sarah membuka percakapan dalam gawai.


"apa benar ini Sarah Ayunda, mantan sekretaris tuan charles, oh iya saya Axel, rekan sekaligus sekertaris Tuan Charles,"

__ADS_1


jawab Axel.


"Oh tuan Axel, ada apa tuan? bagaimana kabar tuan lama kita tidak berjumpa ?" jawab Sarah yang heran setelah bertahun tahun keluar dari perusahaan Charl, kok tiba tiba menghubungi kembali.


"Sarah, apa kamu kenal dengan anak bernama Rafa Angelo Putra?" tanya Axel.


"Iya tuan itu anak saya, Rafa pergi dari rumah sudah empat hari , bahkan saya sudah lapor polisi, tapi belum berhasil menemukannya?" kenapa tuan menanyakan anak saya, apa tuan mengenalnya?" jawab Sarah yang merasakan senang karena mungkin Axel tahu informasi tentang keberadaan anaknya.


"Saat ini Rafa ada di Rumah tuan charles, datanglah ke rumah nanti malam, jangan lupa telpon saya sebelumnya," ucap Axel menutup panggilannya setelah terdengar ucapan terima kasih berkali kali dari mulut Sarah.


...


sementara itu Naura masih berjuang menundukkan lawannya, skor lawan masih memimpin sementara dengan skor 6 : 4 padahal waktu tinggal 30 detik, Naura fokus memikirkan langkah menaklukan lawan, dia mengeluarkan tendangan jodan saat lawan agak lengah sehingga lawan jatuh, kemudian dengan secepat kilat Nau mengunci gerakan lawan sehingga tidak bergerak sampai waktu tanding dua menit selesai.


Naura menang dengan nilai 7 : 6. Naura menuju kakaknya yang sudah duduk manis di kursi ofisial kemudian memeluk kakaknya.


" Aku berhasil ke babak semifinal kak," ucap Naura dengan senang.

__ADS_1


"Naura, selamat ya," Sahut Dimas yang baru saja selesai bertanding dan duduk bersebelahan dengan Varo.


Iya, terima kasih, dan selamat juga untuk kak Dimas," jawab Naura.


Sementara itu Opa dan Oma masih menunggu di ruang perawatan Charles dan Louisa.


Charles, anak kalian sedang bertanding dan tidak ada yang mensuport, dia tadi menelpon dan katanya lolos ke babak semifinal. Seneng kan kamu sudah punya anak yang membanggakan,


Lou, dulu mom memang tidak menyukaimu, tapi melihat betapa Charl mencintaimu mamah mengalah, dan memang kamu ibu terbaik pilihan anak mamah, bangun Lou, anak anak butuh perhatian dari mominya,


sikembar selalu menjengukmu sepulang sekolah begitu juga Naura dan Varo, mereka sedih melihat mominya terbaring dan hampir satu Minggu, bangun Lou," ucap mom sambil terisak.


Lou perlahan menggerakkan jarinya, beberapa saat kemudian mulai membuka matanya, mulutnya ingin mengeluarkan suara tapi tiada tenaga, Mamah Arin yang melihat Lou sadar semakin terisak kemudian memanggil papa dan memencet tombol merah untuk memanggil dokter.


Beberapa Saat dokter datang dan memeriksa keadaan Louisa.


...

__ADS_1


__ADS_2