Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
137


__ADS_3

Rangkaian acara baru saja selesai lebih tepatnya pukul satu siang semua acara selesai. Naura merasa lelah lahir dan batin.


badannya terasa pegal-pegal karena hampir seharian ini dia hanya disuruh berdiri dengan baju yang tidak nyaman dipakai, belum lagi perasaan yang belum bisa menerima sepenuhnya menjadi seorang istri diusia yang sangat muda.


Keke dan Lusi yang setia menemani Naura hingga acara berakhir hendak pamit pulang


"Nau selamat ya, walaupun kamu sudah membuat potek hati aku, tetapi aku ikhlas menyerahkan babang Dimas tampan pada Lo," ucap Lusi dengan wajah dibuat memelas dan tersenyum menyebalkan.


"Akhirnya, Lo jadi ipar gue juga Nau, love you pokoknya, ish ... Nau entar kamu tinggal di rumahku saja ya , kita bisa belajar bersama, hangout bareng, seneng seneng bareng, pokoknya bahagia banget punya ipar teman sendiri." sahut Keke sambil mencium Naura yang wajahnya masih datar.


"Sudah ya kami pulang, semangat jangan loyo, besok kamu harus cerita bagaimana malam pertama pengantin baru!" pamit Lusi yang langsung mendapat cubitan dari Naura.


" diem Lo anak kucing, eh... kalian nginep sini ya,"


"gila apa kita, masak harus jadi obat nyamuk melihat kalian bermesraan sebagai suami istri," Sahut Lusi sambil menarik tangan Keke agar keluar dari rumah Naura.


...


Dengan langkah gontai Naura menuju ke kamar, membuka daun pintu dengan perlahan dan melangkah menuju meja rias untuk melepaskan semua atribut yang terpasang di kepala, setelah selesai dengan urusan rambut, naura membuka dress yang dikenakan, dengan sedikit kesulitan karena resleting terletak di belakang.

__ADS_1


Dengan usaha maksimal dia berusaha membuka resleting tapi resleting hanya terbuka sedikit, Naura menarik nafas dan membuang dengan kasar seolah ingin melepaskan kekesalan akibat kesulitan membuka dresnya.


Dimas segera menyusul Naura ke kamar setelah berbincang dengan keluarganya saat hendak pamit pulang.Dia bersandar pada gawang pintu dan sambil tersenyum melihat Naura kesulitan membuka resleting bajunya, Dimas melangkah memasuki kamar menghampiri Naura.


"Kalau perlu bantuan bilang dong say," ucap Dimas sambil membantu membuka resleting dress Naura. dada Dimas bergemuruh, melihat punggung mulus Naura, sebagaimana lelaki normal lainnya yang jantungnya akan berdetak dan berpacu lebih cepat. tapi sebisa mungkin Dimas menahan agar Naura tidak trauma jika dia tiba-tiba menerkam.


"Nau kan tidak tahu kalau kakak ada di situ!" terimakasih kak, em.. Nau mandi dulu , gerah rasanya," jawab Nau setelah Dimas selesai membuka resleting kemudian berlalu menuju kamar mandi.


"Kak... tolong ambilkan handuk di lemari bawah ya!," teriak Naura dari dalam kamar mandi setelah 15 menit beraktivitas membersihkan badannya dan baru sadar kalau tidak membawa handuk.


Naura sedikit tergesa tadi jadilah dia melupakan membawa handuk , dan masakan kebingungan saat hendak keluar kamar mandi karena tahu Dimas ada di sana.


"Nau ini handuknya sambil," ucap Dimas yang badannya sudah mendekat persis di depan pintu kamar mandi


Colek, pintu kamar mandi terbuka dan tangan Naura berusaha mencari handuk, diluar pintu.


karenalimas tepat berada di depan pintu otomatis tangan Naura langsung memegang badan Dimas Dimas tersenyum senang karena Naura meraba-raba tubuhnya Naura berteriak


" Kakak mana handuknya, cepetan!!, kenapa hanya ada badan kakak,' dengus kesal terdengar dari bibir Naura.

__ADS_1


"Ya coba buka pintunya dong Nau, agar kamu bisa melihat dimana handuknya,"


Naura sedikit mengintip dari balik pintu, dan bertapa terkejut saat mukanya mengenai badan yang mepet pintu, refleks Naura membanting pintu dan mengenai muka kak Dimas.


"awww, teriak Dimas.


"syukurin, siapa suruh jahil," ucap Naura setelah membuka pintu kembali dan berhasil mengambil handuk dari tangan Dimas.


Dimas berjalan ke arah sofa sambil mengusap muka yang merah karena terkena pintu. Naura keluar kamar mandi hanya berbalut handuk kemudian menuju ruang pakaian yang terpisah. setelah berganti pakaian Naura keluar dan duduk di sebelah Dimas.


"Maaf, wajah kakak tidak apa apa kan? " tanya Naura sambil memegang dagu dan mengamati wajah Dimas yang masih terlihat memerah.


Dimas hanya diam saja, namun saat wajah Naura tepat menghadap wajahnya, dengan cepat Dimas mengecup bibir Naura sambil tersenyum.


"Kakak, itu ciuman pertama aku," sungut Naura namun Dimas malah kegirangan dan kembali memeluk Naura sambil berucap" terimakasih karena aku jadi yang pertama," dan tentu saja kembali melakukan namun bukan lagi kecupan namun sebuah ciuman.


###


Hari ini Varo tidak ke kantor, karena hari ini adalah hari pernikahan Naura, pernikahan adiknya yang seperti drama, anak gadis belum lulus sekolah sudah dinikahkan, mungkin banyak orang berfikir negatif akan hal itu tapi Varo tidak peduli akan hal itu, baginya keselamatan adiknya lebih diutamakan.

__ADS_1


__ADS_2