Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
dua puluh enam


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama perkuliahan dan Minggu pertama ini masih masa Ospek. Lou bangun lebih pagi, walaupun badannya rasanya remuk akibat perbuatan Charles semalam yang memangsa dirinya secara ganas.


Lou harus menyiapkan sarapan. Lou menyiapkan sarapan Nasi goreng seafood. Lou juga membawa bekal makan siang untuk dirinya dan juga Charles. setelah semua siap Lou kembali ke kamar untuk menyiapkan pakaian kerja bagi Charl dan bersiap mandi.


Charles baru keluar kamar mandi dengan memakai handuk dan rambut yang basah meneteskan air, "ahh...sungguh sangat tampan dan sexy," gumamku dengan mata masih menatapnya, tapi dia bukan milikku, dia milik dirinya sendiri. Aku adalah miliknya tapi dia bukan milikku, sungguh menyedihkan.


setelah sadar dengan dirinya, Lou secepatnya pergi ke kamar mandi, hanya butuh sepuluh menit untuk menyelesaikan ritual mandi. lou keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk dan berjalan cepat ke arah lemari pakaian dia memilih baju kasual dengan kulot hitam panjang.


setelah selesai dia langsung menuju ke meja makan untuk sarapan. Lou menyelesaikan sarapan dengan cepat dan menyerahkan bekal makan siang untuk Charl.


" Charles, ... aku berangkat dulu,' pamit Louisa.


" tumben berangkat awal" tanya Charl.


" hari ini adalah ospek pertama jadi aku datang lebih pagi." Jawab Lou


" kalo begitu, ayo kita berangkat bersama!" ucap Charl menawarkan tumpangan.


"eh...aku berangkat sendiri naik motor saja, karena nanti aku langsung ke kafe," tolak Louisa.


Lou menstarter motornya kemudian melaju menuju kampus baru.


...


"tes...tes... di coba...

__ADS_1


harap semua mahasiswa baru untuk berkumpul di lapangan." terdengar panggilan dari pengeras suara yang ditujukan bagi mahasiswa baru.


Lou mendengar pengumuman itu langsung menuju lapangan. dia berkumpul dengan mahasiswa lain yang sama jurusannya.


"Hai... gue Fatin,"


"gue Louisa,"


teman yang pertama Lou dapatkan di masa Ospek ini. Fatin mengajak Lou untuk satu kelompok dengannya


"ayo kita ke sana, itu kakak senior sudah meminta kita berkumpul dan membentuk kelompok 5 orang ayo kita cari yang 3 orang lagi. kebetulan di sana ada tiga laki laki yang juga sedang mencari anggota kelompok.


"boleh kita gabung," ucap Fatin pada ketiga laki laki ganteng dan tampang dingin tambah jutek.


" kita cari kelompok lain saja yuk!" ajak Lou yang lebih memilih menghindari masalah.


"Oh iya, sebelumnya kita kenalan dulu, gue Radit, ini Hasan dan satu lagi yang sebelah sana Reival," ucap mereka memperkenalkan diri.


"Gue Fatin Rossa dan ini Louisa Friska," ucap Fatin memperkenalkan diri.


"eh... tugas kelompok pertama membuat makalah tentang lingkungan kampus." ucap Radit yang kita tunjuk sebagai ketua.


"siapa yang mau membuat" tanya radit


"kalo begitu mana ada yang mau buat, mending kita bagi tugas, gue buat pendahuluan, Fatin buat tujuan dan latar belakang, kalian bertiga buat isi dan penutup." usul Lou yang disetujui oleh yang lain juga.

__ADS_1


pukul satu siang ospek hari pertama sudah selesai dengan tugas bejibun, Nana langsung pamit pada temannya untuk pergi duluan.


"nanti untuk tugas kita share lewat aplikasi WA saja ok, maaf aku pamit duluan," ucap Louisa, sambil bersiap pergi.


"kok buru buru Lou," ucap Fatin.


"iya, gue bekerja di kafe sampai jam tujuh malam."


"kafe mana?" tanya Fatin


"lovin cafe," Jawab Louisa.


Louisa bergegas menuju ke parkiran, setelah menstarter motornya, dia langsung tancap gas.


Begitu sampai di parkiran cafe Lou langsung masuk ke ruang ganti baju, kemudian dia ikut bergabung dengan Risma dan mulai melayani pembeli.


"eh... Lou itu bukannya tuan charles ya, jangan jangan mau ketemu sama Lo, seperti kemarin," tanya Risma yang melihat Charl datang dengan Axel sekertarisnya.


Seperti biasa Charl memilih private room, Saat melihat Lou mendekat, Charl tersenyum dan menyapanya," Lou... kau sudah di sini ternyata, bagaimana dengan ospeknya? tanya Charl.


"Iya... aku baru saja pulang ospek dan langsung ke sini, ospeknya melelahkan banyak sekali tugasnya." ucap Lou yang menyodorkan menu cafe.


"Apa bekal makan siangnya tidak enak, sehingga di buang," ucap Lou yang penasaran mengapa Charl pergi ke kafe kalo memang sudah makan siang.


"bekal maksi, belum ku makan, ini ku bawa ke sini karena aku ingin makan ditemani Lou," ucap Charl santai.

__ADS_1


...


__ADS_2