Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
empat puluh satu


__ADS_3

" Lou... ke sini sebentar, ," ucap charles dari kursinya.


Lou yang sedang konsentrasi dengan ponselnya, tidak menyahut perkataan Charles.


Charles mengulangi panggilan setengah berteriak, membuat Lou kaget.


"Eh iya, ada apa Charl," tanya Lou yang langsung mendekat.


saat Lou sudah sampai di sebelahnya, spontan tangan Lou ditarik sehingga tubuh Lou jatuh ke atas badan Charles, Charl memeluk pinggang Lou yang duduk di pangkuan Lou.


"ahhh" teriak Lou saat tubuhnya terhuyung hendak jatuh, Lou berusaha untuk berdiri namun tertahan oleh tangan kekar Charles.


apa yang kamu lakukan sehingga tidak menyahut ucapanku, tanya Charl yang masih memeluk pinggang Lou.


"aku tidak tahu apa yang harus kulakukan sebagai asistenmu, jadi tadi aku belajar bahasa Inggris secara online," ucap Lou menjelaskan agar Charl tidak menghukumnya karena kelalaian akibat bermain ponsel.


"Apa kamu sudah menguasai bahasa Inggris dengan baik?" tanya Charl memperhatikan wajah di depannya.


"Minggu depan aku akan test Toefl, kalau nilaiku bagus berarti aku sudah bisa berbahasa Inggris dengan baik, Tapi kalo nilai bahasa Inggris jelek berarti harus belajar lagi," jawab Lou menjelaskan.


"ehm... baiklah, kalau begitu aku akan mengajarimu bahasa Inggris, jadi setiap saat kita di kantor gunakan bahasa Inggris agar kamu semakin lancar berbahasa Inggris oke," ucap Charl yang di jawab dengan "Oke"


"Charles kalau seperti ini, aku bukan membantu pekerjaanmu, justru menghambat kerjamu, masih banyak berkas yang harus kau urus, tapi malah mengajaku bersantai seperti ini," ucap Lou yang masih duduk di atas pangkuan charles.


Aku sudah menyelesaikan banyak berkas, tapi yang ini aku belum puas menyelesaikan," sambil kembali menyesap bibir louisa.

__ADS_1


mereka kembali berciuman, bahkan hampir kebablasan kalau saja Axel tidak masuk ke ruangan Charl tanpa permisi. Axel melihat adegan mesum bos dan istrinya di ruang kerja, Axel lupa kalo sekarang di ruang direktur ada istri atau Aspri Charl.


Ya Tuhan nasib jomblo, ngenes banget kalo lihat yang beginian, batin Axel.


"Eh..., lepaskan dulu Charl tanganmu,itu ada Axel," ucap Lou gemez sambil melotot ke arah Charl.


Charles tidak menghiraukan keinginan Louisa, Charl tetap tidak melepaskan pelukannya pada Lou, walaupun Lou berusaha sekuat tenaga melepaskan. muka Lou memerah menahan malu.


"Uh... Charles gila, bisa bisanya dia peluk aku di depan sekertarisnya, mau taruh dimana mukaku, "geram Lou namun tidak terucap.


"Ada apa kau keruanganku, mengganggu saja," tanya Charl yang sedikit kecewa melihat sekertarisnya itu masuk tanpa permisi, padahal kemarin Axel selalu keluar masuk tanpa izin.


" sorry boz, Ini mau menyerahkan draft kontrak kerja proyek pembangunan hotel Horison yang tinggal di tandatangani saja, kemudian akhir Bulan ini akan ada rapat pemegang saham. tepatnya sore ini jam empat sore pelaksanaan rapat pemegang saham." ucap Axelino menjelaskan kedatangannya.


Axel permisi keluar, setelah menyampaikan keperluannya.


"sampai kapan aku harus duduk di pangkuanmu? apa kamu tidak kecapekan menahan bobot tubuhku," ucap Louisa kesal.


"apa sih maunya manusia satu ini, berbuat mesum di kantor, apa tidak bisa menunggu di rumah saja, dasar tidak tahu malu!"gumam louisa.


"Kamu tahu Lou, kamu memberikan energi lebih saat aku merasa capek, seperti me recharge kembali, energi yang hampir habis.


Lou yang gemez, akhirnya memposisikan duduk menghadap kearah Charl dengan tangan Charl yang masih melingkar di pinggangnya.


"Lou mulai mencium kening, pipi kiri,kanan dan bibir sexy suaminya." sudah full energi kan, sekarang lepasin, tiga puluh menit lagi rapat dimulai kamu bersiap dulu gih!" ucap Lou mengingatkan Charles.

__ADS_1


Dengan malas Charl melepaskan pelukannya, "oh iya, pelajari berkas ini dan ini, bandingkan keduanya, selesaikan saat aku rapat dengan pemegang saham. kamu jangan ke mana mana! kalo tidak selesai aku akan memberikan hukuman," senyum smirk dari bibir Charl yang terlihat menyebalkan bagi Lou.


Saat Charl meninggalkan ruangan menuju tempat rapat, Lou mulai mempelajari berkas yang diberikan. walaupun Lou lulusan SMA dan baru mulai kuliah, tapi dia bisa dengan mudah memahami berkas yang diberikan. dia juga sudah mencatat kekurangan berkas yang diberikan, hanya saja Lou tidak bisa memberikan solusi yang tepat.


Dua jam waktu berlalu, tapi rapat belum juga selesai.Karena merasa lapar, Lou menuju ruang pantry, dia mencari sesuatu yang bisa mengganjal perut. dia menemukan spaghetti. dengan cepat dia memasak spaghetti dan memindahkan ke piring, setelah membersihkan peralatan dia kembali ke ruangan dengan membawa sepiring spaghetti dan segelas air putih.


Lou kaget, saat membuka pintu ternyata charles sudah ada di dalam ruangan, duduk di atas singgasananya. matanya menatap tajam pada Lou. sebelum singa marah dan menghukumnya Lou membuka mulutnya.


"Eh maaf, Charl.. tadi aku ke pantry, karena aku lapar, jadi aku masak ini," ucapnya lou lirih .


" makanlah! perintah Charl.


Lou duduk di sofa kemudian menikmati spaghetti buatannya. Charles yang sebenarnya juga lapar mendekat dan duduk di sebelah Louisa. " suapi aku juga" ucapnya.


Lou hendak berdiri dan mengambil sendok lagi tapi di tahan oleh Charl. "pakai sendokmu saja tidak apa," ucap Charl.


Lou menyuapkan spaghetti ke mulut Charl dan juga menyuapi dirinya sendiri.


pukul tujuh malam mereka bersiap pulang. Lou berjalan beriringan dengan Charl dan Axel. Axel memencet tombol pada lift dan setelah terbuka menyuruh Charles dan Lou masuk Baru kemudian dia masuk. Lou memencet tombol lantai I. saat sampai lobi, mereka berpapasan dengan Lohita.


"Charles bolehkah aku ikut pulang bersamamu? mobilku tadi bermasalah."ucap lohita memohon pada Charl.


Charles dengan wajah tegas dan datarnya menolak mengantarkan lohita." kamu pulang biar diantar Axel saja," ucap Charl meninggalkan Lohita dan Axel.


Lou mengikuti langkah cepat Charl, saat sampai di parkiran Lou hendak mengambil motornya, namun tangannya di tarik Charl menuju mobilnya. "kamu pulang bareng aku ," ucapnya.

__ADS_1


...


__ADS_2