Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
Lima puluh empat


__ADS_3

Charles dan Axel meninggalkan ruangannya menuju ruang meeting, di sana sudah duduk lelaki paruh baya yang terlihat berwibawa.


Selamat siang pak Seno, mari kita lanjutkan meeting kita, ucap Charl memulai rapatnya, dan dilanjutkan dengan memberikan Rancangan proposal yang sudah disiapkan Axel dan menyodorkan pada pak Seno.


Setelah beberapa lama akhirnya terjadi kesepakatan kerja Antara perusahan yang dipimpin pak Seno dan Beird Group.


sementara itu di ruangan Charl terlihat Lou dan Alexa sibuk membuka dan mengkoreksi berkas di depan mata.


" kakak ipar, aku lapar sekali, kak Charl memang keterlaluan memberi pekerjaan yang bejibun begini, ayok ke kantin atau ke kafe cari makan!" ajak Alexa pada Lou.


"ehm begini saja, di ruangan bawah kan ada pantry direksi, mending kita ke sana aja, nanti aku masakkan sesuatu yang ada di sana, ayok!" ajak Lou menarik tangan Alexa.


Alexa hanya mengikuti Lou dari belakang. sesampai di pantry, Lou langsung membuka kitcen set dan mencari sesuatu yang bisa di masak, dia mengambil dua bungkus spaghetti dan mulai memasaknya. Lou juga membuka kulkas yang berisi berbagai macam buah, dan berbagai minuman.


Lou membuat salad buah semangkuk besar agar nanti Charl dan Axel juga bisa menikmati. beberapa saaat spaghetti selesai di masak begitupun dengan salad buah selesai dibuat karena tadi Alexa membantu memotong buah.


"mau makan di mana? di ruangan apa di sini?" tanya Lou.

__ADS_1


"ke ruangan saja yuk, takutnya nanti kakak mencari." ucap Alexa sambil membawa spageti dan semangkuk besar salad buah. Lou menyusul dibelakang dengan membawa beberapa mangkuk kecil dan sendok.


Mereka berdua menikmati salad buah terlebih dahulu, kemudian meneruskan dengan menikmati spageti, baru dua suap mereka menikmati, Axel dan Charl muncul dari balik pintu. karena mencium bau sedap, Charl mendekati Louisa dan duduk di sebelah Lou.


"Yang suapin aku dong "Aaa", Charl mbuka mulutnya, Lou memasukan salad buah ke dalam mulut Charl.


"kok bukan spagetinya!"


"lebih sehat makan buah dulu, baru nanti cicipi spageti." ucap Lou sambil kembali menyuapkan sesendok salad ke mulut Charl.


"tapi ini juga enak kok," sahut Charles.


Alexa yang melihat itu, tersenyum lalu menarik Axel untuk duduk disebelahnya dan menyodorkan semangkuk salad buah.


"mau disuapi juga?" bisik Alexa ditelinga Axel.


" mau tapi tidak di sini, nanti singa di sebelahmu bisa mengamuk," balas Axel.

__ADS_1


Axel menikmati salad buah yang teras sangat nikmat dan segar. sebenarnya Axel sangat ingin menikmati spageti Alexa tapi malu kalo harus sepiring berdua seperti penampakan bos dan istrinya yang saling suap spageti dari piring yang sama.


"Kakak ipar memang pandai memasak, walaupun sederhana tapi rasanya sangat nikmat, besok kita bawa bahan dan masak di pantry saja ya kakak ipar, sekalian ajari aku masak," Rajuk Alexa pada Lou.


Alexa sangat mudah bergaul dengan orang lain, walaupun dia berasal dari kalangan Jetset, tetapi dia bersifat low profile mau berteman dengan siapapun. Apalagi tahu kalo kakaknya sangat menyayangi istrinya. maka dia juga menyayangi kakak ipar seperti kakaknya sendiri.


"memang kita ke sini mau bekerja apa masak Alexa, kalau mau masak ya di rumah?" sahut lou.


"Ayolah kakak ipar, ya... mau ya... aku kan juga pingin pinter masak seperti kakak ipar, biar bisa menyenangkan suamiku pada lidahnya!" bujuk Alexa dan dari sebelahnya Axel terbatuk karena tersedak makanan yang sedang dikunyahnya.


Setelah selesai menikmati makanan yang dibuat Lou merapikan mangkok dan piring, kemudian berjalan ke pantry untuk membersihkannya.


mereka berempat harus kembali berkutat dengan pekerjaannya. Axel kembali ke tempatnya dengan diikuti Alexa. sedangkan di ruangan Charl mengunci pintu dan mendekati istrinya. Dia menarik loisa agar duduk di pangkuannya, kemudian Charl memeluk Lou dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak Lou.


"Terima kasih Lou, untuk semua hal. Aku sangat bersyukur bisa memilikimu dan calon anak kita." ucap Charl dengan mencium tengkuk Lou. Lou membalik badan sehingga berhadapan dengan Charl tapi masih dalam posisi duduk, tangannya meraba wajah Charl dan mencium keningnya.


Charles mendekatkan bibirnya ke bibir lou, mereka saling menikmati ciuman.

__ADS_1


Ada sedikit kebahagiaan saat kebersamaan seperti ini denganmu charl, tapi kita seperti bermain dengan bom waktu, karena orang tuamu pasti tidak rela memiliki menantu sepertiku, batin lou.


"Kalo seperti ini pekerjaan tidak akan selesai, ayo kita selesaikan kemudian pulang!"ucap Lou menghentikan aktivitas mereka. dengan malas Charl berhenti dari aktivitas dengan Lou dan memulai kembali berkutat dengan kertas.


__ADS_2