
Charles sudah kembali dari perjalanan bisnisnya ke kota B dia pulang dalam keadaan bahagia. Ia berhasil melakukan kerjasama dengan akal-akalan oleh Charles untuk menjatuhkan perusahaan Wijaya itu.
pukul empat sore Charles baru sampai ke depan gerbang mansionnya, penjaga gerbang langsung membukakan pintu gerbang dan mobil Charles masuk ke halaman rumahnya, setelah Charl turun sopir pribadinya langsung membawa mobil ke garasi.
Charles langsung masuk ke dalam rumah dengan agak tergesa, ia sangat merindukan anak istri dan anak tercinta.
"Sayang...., Varo di mana kalian?" ucap Charl memanggil istri dan anaknya.
Lou muncul dari dapur diiringi oleh Varo. Varo yang melihat papinya sudah pulang langsung berlari memeluk papinya. dan minta di gendong.
"Anak papi sudah Nau wangi, sudah mandi nih," tanya Charl pada anaknya.
"Cudah papi, momy yang mandiin Valo pake cabin wangi." Jawab Varo.
"oh iya ini papy bawakan hadiah buat Varo yang sudah pinter jagain momy," ucap Charl sambil menyerahkan paperbag berisi mainan, robot, mobil dan yang lainnya. senyum Varo langsung mengembang mendapatkan banyak hadiah dari papinya.
__ADS_1
"ih udah dulu kangen kangen sama papi Varo, sekarang biar papi mandi dulu!" ucap Lou, dan Varo pun langsung turun dan membawa semua hadiah menuju ruang keluarga dan duduk di karpet bermain sendiri.
"mas mandi dulu ah, Mas baunya nggak enak, Lou sudah menyiapkan air hangat untuk kamu mandi Mas," ucap Lou yang kemudian
memanggil bik Siti untuk menemani Varo bermain sebelum beranjak mengikuti suaminya.
" baiklah istriku, ayo sekarang waktunya kamu memandikan aku," ucap Charles tanpa malu dan menggandeng tangan lou menuju kamarnya. setelah sampai di kamar Charl mencium bibir lou dengan lembut,
Charles mengajak lou masuk ke dalam kamar mandi dengan menarik tangan istrinya, " sekarang mandikan aku ya sayang!" ucap Charl menggoda istrinya yang hanya di tersenyum.
hampir satu jam mereka berdua berada di kamar mandi. entah apa yang terjadi di dalam kamar mandi. mereka keluar bersamaan, tubuh Lou terasa lemes, padahal tadi sudah mandi sekarang harus mandi lagi. mereka berjalan ke lemari untuk mengambil pakaian ganti.
"beneran Mas gak sibuk dan bisa ajak kita jalan."ucap Lou mempertegas.sekarang kamu persiapkan apa yang mau di bawa buat besok." perintah Charl yang langsung dikerjakan oleh Louisa.
Charles turun menemui anaknya yang sedang sibuk memainkan hadiah pemberian oleh papinya. Charles duduk di sofa dan memandang anak pertamanya yang sibuk bermain sambil menatap sedih.
__ADS_1
"maafkan papi sayang, yang tidak sempat memperhatikan mu saat masih dalam kandungan sampai usia hampir tiga tahun. tapi papi sangat bersyukur, memilikimu sebagai penerus keluarga Beird." gumam Charl sambil turun mendekat dan memeluk Varo.
...
sementara itu di kediaman keluarga Wijaya, nampak Arman sedang berbincang dengan ibunya.
"Mah, kontrak kerja dengan perusahaan C&L sudah berhasil. kita tunggu keuntungan besar pada perusahaan Wijaya," ucap Arman dengan yakin.
"Baguslah kalau begitu Arman, berarti tidak salah Wijaya grup memberikan kepercayaa n padamu untuk memimpin perusahaan," jawab Mamah sambil tersenyum.
"kemarin saat ke perusahaan itu, aku bertemu gadis yang mirip dengan Louisa Mah, Walaupun aku melihat sekilas dari samping tapi aku seperti mengenalnya hanya saja ternyata namanya Friska bukan Louisa," ucap Arman pada namahnya.
"Apakah kamu melihatnya dengan jelas Arman? siapa tau dia memang Louisa, eh... sebentar, bukankah nama lengkap Louisa adalah louisa Friska Wijaya ucap Mamah sambil terkejut.
"Arman coba kamu selidiki lebih lanjut anak itu, seandainya benar dia louisa, langsung bawa pulang ke sini!" ucap mama Arin dengan wajah tegang.
__ADS_1
"Baiklah mah, aku akan menyuruh orang untuk menyelidiki asisten pribadi tuan Charles Beird,"
....