
Sementara itu Charl, masih di dalam kamarnya, dia tersenyum membayangkan pergulatan tadi pagi, dia sengaja tidak menggunakan pengaman, dia mempunyai rencana membuat Lou hamil, dengan begitu tidak mungkin ada niatan dari Lou untuk berpisah darinya.
"kenapa sekarang rasanya aku malah semakin posesif sama Lou, semakin lama aku bersamanya, kurasa semakin menyukainya, Louisa Friska perempuan sederhana yang tidak mata duitan, dan memegang teguh prinsip hidupnya, yah... prinsip bodoh yang menyebabkan dia terikat pernikahan denganku." gumam Charl sambil tersenyum senang pada kebodohan Louisa.
berawal dari pemaksaanku pada perempuan yang mirip Tiara, perempuan yang meninggalkanku tanpa kabar demi cita-citanya. Aku menemukan pengganti yang lebih baik lagi dari dirinya. Tiara... aku sudah tidak menginginkanmu lagi, aku lebih menginginkan Lou, gadis yang jinak-jinak merpati," gumaman Charl yang masih berlanjut sampai ia mendengar ketukan pintu.
" tuan sarapan sudah siap di meja makan," ucap bik Siti yang langsung berbalik setelah mendengar Jawaban dari Charl.
...
Louisa sudah sampai di kampus X, dengan nafas yang ngos-ngosan, dia berusaha mencari Fatin dan teman sekelompoknya.
"Louisa ke sini cepat!" lou yang mendengar suara panggilan dari Fatin spontan menoleh kearah datangnya suara.
"kenapa kamu datang terlambat Lou, tapi ndak papa, ayo ikut aku segera mumpung senior gak melihat kamu." ucap Fatin menarik tangan Louisa ke arah kelompoknya.
"gimana dengan tugas kelompok yang kemarin, apa sudah kamu selesaikan?" tanya Fatin
__ADS_1
" sudah aku sudah menyelesaikan semuanya," jawab Lou sambil menyerahkan tugasnya pada Fatin.
" ini tugas punyaku juga udah selesai, Yang lain juga sudah menyelesaikan tinggal menyatukan bagian bagiannya sehingga menjadi makalah yang utuh." jawab Fatin yang berjalan ke arah Hasan dan teman-temannya.
"Maaf terlambat, tadi aku mengalami kecelakaan motorku mencium mobil," ucap Lou pada teman sekelompoknya yang sudah lengkap.
"Tapi Lo gak papa kan Lou?"
ucap Hasan menyahut kalimat Louisa dan mengamati tubuh Lou dari atas ke bawah.
"Aku tidak papa Hasan, buktinya aku masih bisa berdiri di hadapan kalian semua, tapi terimakasih atas kebaikan kalian semua, aku merasa tidak sendirian lagi karena kalian." ucap Lou dengan tersenyum.
"Kalo tersenyum kamu kelihatan cantik sekali," ucap Radit dan diangguki oleh yang lainnya.
"ih... apaan sih, jangan buat malu Louisa dong," ucap Fathin yang memecah kekaguman ketiga lelaki tampan itu.
"Dah yuk Lou... kita gabung tugas kita dan sini tugas kalian bertiga," ucap Fatin meminta printout tugas ketiga temannya.
__ADS_1
setelah semua tugas terkumpul mereka menyerahkan pada senior yang bertugas.
setelah menyerahkan tugas, kegiatan selanjutnya adalah presentasi di depan semua mahasiswa baru.
pukul dua belas siang semua kegiatan sudah selesai, Lou pamit pada temannya untuk segera pergi ke kafe.
...
"Lou kamu dicari mas Reza itu, kata Risma yang sedang berdiri pada pintu luar saat melihat kedatangan Lou.
"Ada apa ya Ris, kok aku jadi deh degan, apa aku mau dipecat ya?" tanya Lou pada Risma.
" kalo mau tahu ya langsung aja ketemu yang bersangkutan, kalo tanyanya ke aku ya mesti i don't know," jawab Risma sambil tersenyum.
Louisa melangkah ke ruang ganti dan mengganti pakaiannya dengan seragam waitres. kemudian dia bergegas menuju ruangan mas Reza.
"tok... tok...tok" terdengar suara ketukan pintu
__ADS_1
Lou masuk setelah dipersilahkan oleh mas Reza. Lou dipersilahkan duduk di kursi yang terdapat di depan meja mas Reza.
"Maaf... ada apa ya mas Reza memanggil saya untuk menghadap.