
"Jadi begini, tuan Charles mengalami luka yang serius, harus secepatnya mendapatkan penanganan dari medis. beberapa tulang mengalami patah dan retak. jadi silahkan tanda tangan untuk penanganan selanjutnya.
"Lakukan yang terbaik untuk papi saya dok," ucap Varo sambil menandatangani persetujuan untuk operasi.
Mom, papi mau dioperasi, momy bangun, jangan membuat Varo ketakutan mommy!" ucap Varo dengan mata berkaca-kaca dan jari tangannya memegang erat jari Louisa.
Axel menghubungi kantor polisi dan menanyakan kasus kecelakaan yang terjadi antara pukul sebelas sampai Dua malam. setelah polisi memberikan keterangan tempatnya, Axel langsung menuju ke TKP, dia mencari informasi penyebab kecelakaan, apa murni kesalahan Charl atau ada yang sengaja ingin mencelakai.
Axel juga membaca berita acara kecelakaan yang terjadi, polisi menyimpulkan berdasarkan pantauan cctv di lampu merah dan di gedung perkantoran yang berada di depan TKP bahwa mobil pickup memang sengaja menabrak mobil Charl. terlihat Sopir pick up yang terluka berusaha keluar dari mobil dan langsung dibawa masuk ke dalam mobil tidak berplat di belakangnya.
"Ya Tuhan, siapa lagi yang ingin mencelakai Charles dan keluarganya" gumam Axel sambil memijit keningnya. Axel mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit tempat Loudan Charl dirawat. tidak lupa Juga menghubungi Istrinya Alexa dan papa Beird dan mamah Arina.
Charles dan istrinya dipindahkan ke ruangan yang sama di ruang VVIP agar mudah mengawasi dan menjaganya.
Dua hari sudah Naura dan Varo berada di rumah sakit ikut menunggui papi dan mami yang sampai sekarang belum sadar juga.
Ini adalah hari ke tiga namun charl maupun Louisa belum bangun juga. Sore ini Naura langsung ke rumah sakit setelah pulang dari sekolah, walaupun lelah tapi rasa lelahnya hilang berganti kesedihan yang mendalam manakala melihat kedua orangtuanya tergeletak tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Selamat Sore Oma, opa!" sapa Naura yang langsung menuju ke arah brankar tempat kedua orang tuanya terbaring.
"Sore, sayang, bagaimana kabar sekolahmu hari ini? tanya Opa.
"Baik Opa, bagaimana dengan Papi dan mom , apa sudah ada perkembangan, Oma?" tanya Naura.
"Masih sama Nau, jangan lupa doa saja ya," ucap Oma dengan nada sedih.
"Mom, hari ini Naura masuk sekolah lagi, tapi mau tidak konsen, kepikiran momy dan papi, cepet sehat dong mom, nanti semangati lagi Nau sama kak Varo, kami mau tanding karate lagi lusa. aku kurang semangat kalo tidak ada momy, rasanya aku ingin mengundurkan diri, dan tidak usah ikut tanding lagi!" cerita Naura sambil memegang tangan Louisa.
"Papi, kenapa begini Naura ingin cerita sama papi, Naura gak berantem lagi di sekolah Naura sudah bersikap baik Pi, mom juga gak akan kencan sama pak Hasan. jadi ayo bangun Pi, mi ,"ucap Nau yang sudah menangis sesenggukan.
Kalian persiapkan diri untuk melanjutkan pertandingan, mom dan Papi biar jadi urusan Oma, buat banggga mom dan papi, jangan patah semangat ya sayang!" ucap Oma menyemangati cucunya, dia tidak ingin cucunya ikut terpuruk dalam keadaan saat ini.
...
"Bagaimana hasilnya xel," tanya opa yang sedang berbicara dengan seseorang di gawai nya.
__ADS_1
"Polisi masih menyelidiki dan orang suruhan juga belum menemukan jejak kejadian pah, sepertinya mereka merencanakan ini dengan teliti," jawab seseorang di dalam ponselnya.
Opa terlihat mengurut pelipisnya, bingung memikirkan siapa orang yang ingin mencelakai putranya. karena walaupun Charl pengusaha bertangan dingin, tapi sepertinya kalau lawan bisnis pasti akan berfikir ulang untuk melakukannya.
***
Naura panggil Dimas yang sudah menggunakan seragam karate lengkap hendak maju bertanding.
"Aku ikut berduka atas apa yang menimpa keluarga mu," ucap Dimas dengan muka ikut bersedia.
"Terimakasih Kak, doakan ya biar momy dan papiku lekas sembuh," jawab Nau yang matanya sudah mulai berair. Dimas yang berada didepannya mendekat dan merengkuh tubuh Naura dalam pelukannya.
"Semangat, tunjukkan pada semua, terutama orang tuamu bahwa kamu gadis yang bisa dibanggakan, bukan gadis lemah yang cengeng. eh .. tapi kamu memang cengeng sih, masak belum dipukul sudah nangis duluan." ucapan penyemangat dari Dimas yang menggelikan di telinga Naura.
"Terimakasih," ucap Naura sambil melepaskan diri dari rengkuhan Dimas.
"Eh... ngapain peluk peluk Adek gue," ucap Varo yang baru datang dari ruang ganti saat melihat Dimas memeluk Naura.
__ADS_1
"Yah, yang posesif sama adiknya, gue cuma," ucap kata semangat doang sambil pergi meninggalkan mereka berdua
...