Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
23.


__ADS_3

"kau tidak usah khawatir, aku tidak punya pacar atau selingkuhan, tapi nanti jika kamu punya pacar atau ada wanita lain yang kau cintai maka tanpa kamu cerai akupun akan meninggalkanmu." ucap Lou penuh penekanan.


"Aku mau menikah denganmu karena aku memang single, dan jangan pernah berpikiran untuk meninggalkan aku," balas Charl.


"ayo sekarang kita tidur," ucap Charl mengajak Lou ke kamar yang diikuti dengan anggukan kepala oleh Lou.


Sesampainya di dalam kamar, Lou langsung masuk ke dalam selimut, dan diikuti oleh Charl yang juga berbaring di sampingnya dan memeluk dari belakang.


"Charles, mengapa dulu kau menculikku dari rumah kontrakanku, bukankah banyak wanita cantik dan terpandang yang mau bahkan sukarela tidur denganmu," tanya Lou yang masih penasaran dengan alasan Charl menculiknya.


"tidak ada alasan yang pasti, hanya saja aku penasaran denganmu, saat pertama kali bertemu dengan kamu di lovin cafe, lagi pula wajahmu mengingatkan ku pada seorang yang menyakiti hatiku, dia meninggalkanku tanpa kata" jawab Charl.


"apa setiap kamu penasaran selalu menculik dan memojokkan orang," tanya Lou kesal.

__ADS_1


"tidak, ini baru yang pertama kali dan biasanya tidak ada satupun yang orang yang menolak ajakan ku kecuali kamu," terang Charl sambil membetulkan selimut.


" Charl, Aku sering berfikir bahwa kamu hanya memandangku sebagai pemuas Ranjangmu saja, benar begitu? lanjut Lou bertanya pada Charl.


"kau kan istriku jadi sudah kewajibanmu untuk memuaskan aku di atas ranjang," ucap Lou sambil mencium tengkuk Lou.


" seorang istri, apakah kau menganggap aku sebagai istrimu atau hanya sebagai pelayan bagimu," tanya Nana pelan hampir tidak kedengaran oleh Charl.


"kau adalah istri bagiku kau bukan pelayanku kecuali diranjang, kau adalah pelayanku," ucap mesum Charl.


"sudahlah, tidak usah banyak berfikir, jalani saja semua, yang jelas aku tidak ada keinginan menceraikanmu saat ini." tegas charles.


ini adalah momen pertama kali sejak menikah mereka bicara selayaknya pasangan pada umumnya. Lou tidak tahu harus bahagia atau bersedih dengan jawaban yang diberikan Charl.

__ADS_1


"Apakah mungkin aku akan terjebak selamanya dengan lelaki disamping ku ini?" Lou menerawang jauh, pikirannya berputar putar kira kira apa yang harus ku lakukan, apakah aku harus mulai belajar menerima dan membuka hati untuk Charl sebagai seorang suami? tapi bagaimana dengannya?


Aku takut jika aku berusaha membuka hati dan menerimanya dia malah sebaliknya pergi menjauh. tapi bukankah nasi sudah jadi bubur semua telah terjadi dan yang depan mata harus dilalui. Aku akan berusaha membuka hatiku dan menerima Charles di dalam hatiku. seandainya memang benar dia tidak menginginkanku maka aku akan melepaskannya pergi juga menutup hati ku kembali lalu akan pergi menjauh dari dia.


karena ngantuk sekali Lou pun akhirnya tertidur dengan nyenyaknya sampai pagi hari.


saat bangun tidur seperti biasa tangan Charl memeluk tubuh Lou dan dia merasakan tubuhnya segar sekali tidak seperti hari-hari biasanya.


dua bulan berikutnya


ya... pernikahan mereka berdua baik baik saja, namun malam ini papa dan mamah Charl datang ke rumah charles. untuk membahas pertunangan dengan Lohita.


kedua orang tua Charl masuk setelah di bukakan pintu oleh bik Siti, sedang Lou sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk makan malam seperti biasanya.

__ADS_1


Orang tua Charl memang tahunya Lou hanya sebagai Sistem rumah tangga.


...


__ADS_2