
Rombongan keluarga Naura dan Varo sampai ke gedung olah raga Jati Diri tempat berlangsungnya lomba. mereka semua akan memasuki gedung tapi sebelumnya Oma menghentikan langkahnya dan meminta semuanya ke depan gedung, untuk berfoto ria di depan gedung.
Naura masuk ke ruang ganti perempuan diikuti oleh Varo menuju ruang ganti putra. mereka mengganti bajunya dengan pakaian karate.
Oma, opa, Papi momy dan semua anggota keluarga menonton dari baris depan, mereka akan mensuport kedua anggota keluarga yang akan bertanding.
"Naura sekarang papi izinkan kamu berkelahi, tapi di sekolah tidak papi izinkan berkelahi," Nasehat Charl pada Naura.
"Varo, kamu anak lelaki pertama papi kamu harus jadi kuat, kalahkan semua lawan, karena kamu harus jadi pelindung untuk adik adikmu." ucap Charles pada anak sulungnya.
Ada tiga babak dalam pertandingan, babak penyisihan, perempat final, semifinal dan Final. dan ada 6 kelas. Naura mengikuti kelas kadet usia 14-15 tahun sedang Varo mengikuti kelas Junior usia 16-18 tahun.
Pada Babak penyisihan Naura mengalahkan lawannya dengan mudah. begitupun dengan Varo, dengan mudah dia menumbangkan lawannya.
Naura dapat melewati babak kedua dan ketiga dengan baik walaupun skor menang sangat tipis. Naura menang dengan selisih satu angka, sedangkan Varo dengan mudah melenggang ke babak final.
Tidak diduga ternyata Varo dalam babak final menghadapi Dimas Prasaja kakak Keke. pertandingan adu jotos itu berlangsung alot karena keduanya sama-sama punya teknik dan pertahanan yang kuat. tapi tetep saja yang jadi juara akhirnya Varo.
Sedangkan Naura harus mengakui kekalahan dari Berta Sihombing, walaupun kalah Naura masih tetap mewakili daerah karena masing masing kelas mengirimkan juara satu dan dua.
Dimas yang melihat Naura sedang menyeka keringat mendekat dan menyapanya.
"Hai Naura, selamat ya bisa lolos seleksi, gadis yang cantik dan tangguh," ucap Dimas yang kemudian duduk dan meminum air mineral yang dibawanya.
__ADS_1
Mata Naura melirik penasaran dengan orang yang menyapanya, karena di sini dia hanya mengenal kak Varo.
"Terimakasih Kak Dimas, selamat juga untuk kakak yang juga lolos kan?" Oh iya, Keke tidak ikut kak, biasanya dia paling getol jadi suporter." ucap Nau yang melihat sekeliling bangku penonton tapi tak nampak batang hidung Keke.
Varo menghampiri adik kesayangannya, kemudian merangkul dan mengajak menemui keluarganya yang sedari tadi berteriak saat anak anak tampil di arena.
" Maaf Kak, kami kesana dulu mau menemui semua keluarga yang ngumpul jadi suporter," ucap Naura yang diikuti pandangan Dimas ke keluarga besar Varo.
Cherril langsung menarik Naura yang datang mendekat sehingga lepas dari cengkeraman Varo, "wah keren, hebat banget sih kamu Nau, bisa mengalahkan lawanmu. Tapi nih, aku sih ogah ikut adu tonjok, yang ada sakit semua badan! muka Lo lebam gitu gak sakit? Eh... tadi siapa yang ngajak bicara kamu?" tanya Cherril beruntun.
"Gila Lo ya Ril, tanya sudah kayak gerbong kereta berjalan, gak berhenti berhenti, nanya tuh satu satu," sungut Naura.
"Sudah tahu lebam ya pasti sakit Oneng! tapi ada kepuasan tersendiri saat bisa mengalahkan lawan, Ril," jawab Naura sambil menoyor kepala Cherril.
"Pacar dari Hongkong, itu kakaknya Keke, kita baru bertemu dua kali, kemarin di pertandingan basket dengan kak Varo dan barusan," ucap Nau menjelaskan
"Ohh... kenalin dong!"
"ogah..., sana kenalan sendiri, gue kenal aja kagak." sahut Naura.
Varo dan Naura mendekati Papi, mom, Oma dan Opa, yang duduk bersebelahan. Mereka gantian memeluk Varo dan Naura. "selamat ya anak anak papi, dan momy,"
"Eh,... siapa dulu om dan Tante nya, ucap Axel tak mau ketinggalan.
__ADS_1
"yang jelas mereka cucu Oma dan Opa, Ayo kita rayain kemenangan cucu cucu Oma, ucap Mami Arina yang tidak mau kalah.
Si kembar tidak mau kalah,
"Mom Nathan sama Ara juga mau ikut tanding, kita kan juga berlatih karate, kenapa gak bisa tanding kan jadi gak dipeluk semuanya," ucap polos Nathan.
"Juna juga mau ikut tanding," sahut Juna .
Mereka semua tertawa mendengar celotehan si kembar, dan Juna, Louisa yang ada di sebelah langsung memeluk Ara dan nathan bersamaan begitu juga dengan Charl.
Alexa dan Axel juga langsung memeluk Juna.
Mereka keluar dari GOR dan menuju ke restoran untuk merayakan kemenangan.
Varo yang membawa mobil sendiri, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, tiba tiba ada anak kecil berlari menyebrang jalan , mobil Varo berhenti mendadak dan menabraknya. Naura dan Cherril yang satu mobil dengan Varo bergegas keluar dan melihat keadaan anak itu,Naura bersyukur anak itu tidak terluka serius.
Naura dan Cherril mengobati luka lecet anak itu dan mengajak ke restoran menyusul keluarga yang sudah berkumpul di sana sebelum mengantar anak itu pulang.
to be continued...
Baca juga novel Thor "Bukan Suami Kontrak"
...
__ADS_1