Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
96


__ADS_3

*he...he...telat up lg, beneran Minggu Minggu ini kesibukan tulang tindih sampai aku belum punya waktu untuk ngetik naskah, seperti dikejar-kejar waktu 😅😅😅,#


"bersyukurlah kalian saat kelelahan karena tugas dan amanah karena itu menunjukkan kalian sangat dibutuhkan, karena akan datang masanya seorang tidak diberi tugas dan itu menunjukkan bahwa dia tidak dibutuhkan"


***


tubuh louisa semakin lemah karena hampir tiga hari dia tidak makan, hanya minum dari air keran yang ada di kamar mandi kamarnya.


"ugh... apakah sekarang waktunya aku berkumpul dengan papah dan mamah, ya tuhan tubuhku lemas sekali aku sudah tidak kuat lagi, mamah aku datang menyusul mu, dan aku pastikan, keluarga ini tidak akan mengambil apa yang menjadi hakku, biarlah Papah tahu bahwa aku menjaga apa yang dia tinggalkan untukku dengan baik. lebih baik aku sumbangkan semua peninggalan papa untuk orang yang membutuhkan," gumam Lou yang tubuhnya meluruh dan tidak sadarkan diri.


...


"Arman, bagaimana ini? anak itu benar-benar keras kepala dan tidak mau menurut untuk tanda tangan. bagaimana kalau dia mati." ucap mamah Arin meremas tangannya.


"Bukankah itu lebih baik mamah, biar dia mati sekalian, toh Kalau dia mati saham itu akan jatuh pada kita.


Sementara itu di hotel Charles menemui orang yang memantau keadaan rumah keluarga Wijaya. malam itu juga Charl bersama dengan para orang sewaannya pergi ke kediaman Wijaya.


Saat sampai di depan gerbang Axel menekan tombol. terlihat dua orang satpam keluar, dengan sigap dua anak buah Axel langsung menodongkan pistol ke kepala dua orrang satpam di rumah itu. langsung saja pintu gerbang dibuka oleh pengawal Charl

__ADS_1


Charles memasuki gerbang besar rumah besar kediaman keluarga Wijaya, Axel nanti kau dan orang-orangmu urus semua anggota keluarga Wijaya, aku akan cari istriku disetiap sudut rumah. perintah Charl.


tok...tok ...


Arman dan anggota keluarga yang memang sedang berkumpul langsung mendengar dan istri Arman bergegas membuka pintu. betapa pucatnya istri Arman saat tahu ada seseorang yang menodongkan pistol ke kepalanya.


Axel dan 7 orang orangnya langsung masuk dengan memegang pistol. Arman dan nenek Arin begitu terkejut melihat kedatangan Axel dengan orang orangnya yang membawa pistol dan langsung semua pucuk senjata mengarah pada mereka.


"Ada apa tuan Axel, mengapa anda datang dengan membawa orang-orang ini," tanya Arman yang wajahnya terlihat pias.


"harusnya kamu sudah tahu apa maksud kedatangan kami," ucap axel.


"Tuan Charles, mengapa Tuan tidak memberitahu kami akan kedatanganmu? seandainya tuan memberitahu kedatangan pada kami mungkin kami bisa menyiapkan perjamuan untuk Anda tuan," ucap Arman dengan mulut bergetar.


" benarkah tuan Arman akan menyambutku? ha...ha...ha tawa Charl yang terdengar menakutkan.


"Bagaimana bisa istriku yang begitu baik memiliki keluarga brengsek seperti kalian," ucap charl


"Maaf siap istri tuan Charl tanya Arman lagi,"

__ADS_1


masih dengan suara yang bergetar.


" louisa Friska Wijaya, itu adalah nama istriku, keponakanmu tuan Arman dan cucu dari nenek Arin yang jahat ," ucap Charles dingin.


Tuan, nona Lou ada dikamar ini! panggil pengawal yang tadi menggeledah rumah itu.


Charles lari menaiki tangga dan menuju kamar yang pintunya rusak akibat dibuka dengan paksa, Charl mengedarkan pandangannya dan melihat kondisi istrinya yang pinsan dengan wajah lebam.


Charles begitu murka dan wajah merah padam melihat kondisi istrinya, dengan tangan bergetar Charl mencoba menyadarkan Lou namun Lou tak kunjung membuka matanya.


Charl dengan cepat mengangkat tubuh istrinya dan membawa tubuh Lou dengan setengah berlari .


"Siapkan mobil, kita ke rumah sakit yg paling bagus dan terdekat dari sini!" perintah Charl pada pengawalnya.


"Axel, urus keluarga iblis itu, aku akan membawa Lou kerumah sakit."


"mereka sudah melukai istriku, menculik dan menyiksanya, lihat saja mereka akan membayarnya 100 kali lipat kalau perlu akan ku bunuh semua keluargamu," gumam Charl yang begitu panik melihat kondisi Louisa.


"Lou kamu harus baik baik saja, kamu tidak boleh meninggalkan aku dan Varo, aku mencintaimu Lou," bisik Charl ke telinga Lou yang duduk di pangkuannya.

__ADS_1


...


__ADS_2