
Lou menyandarkan badannya di pintu, mengamati dan menikmati kebahagiaan anak dan suaminya yang sedang bermain dan bercengkrama.
"apakah aku harus kembali ke tempat suamiku lagi? tempat yang menyimpan banyak kenangan buruk dan mengerikan menurutnya.
Varo yang melihat momynya langsung mendekat pada louisa dan menarik tangan lou untuk berkumpul bersama Charles. "mommy ayo kita bermain bersama," ujar Varo yang memberikan puzzle pada Lou.
"ayah ayo macukan puzzlenya," pinta Varo pada ayahnya, " Varo aja yang masukan ya, papi bingung nih mau masukin ke mana? Varo aja yang masukin yah! pinta Charl dengan senyum puas melihat anaknya patuh.
"sudah ah.. mainnya, sekarang kita makan dulu!" ucap Lou yang mulai berjalan mendekat hendak menuntun Varo.
Charles berjalan menuruni tangga mengikuti Louisa dan juga Varo. mereka sudah berkumpul di depan meja makan yang ada di ruang belakang rumah. Lou memasakan bubur sayur untuk Charles karena perutnya belum bisa menerima masakan yang aneh-aneh atau pedas pedas atau berminyak. jadi untuk lebih amannya memberikan bubur yang lebih mudah dicerna pada Charles.
Charles melihat bubur itu sebenarnya tidak ingin memakannya, tapi melihat hasil usaha dari istrinya yang sibuk memasak untuk dirinya, maka dengan terpaksa ia menyuapkan sesendok demi sesendok bubur di hadapannya.
"oh iya mas, kenalkan ini pegawaiku, itu yang sedang memasak bernama mbak Rina, itu yang sedang membawa nampan Susi dan yang satunya lagi adalah Marni.
Louisa memang sebelum memanggil Charles, dia sudah bercerita kepada 3 pegawainya itu, bahwa Charl adalah suaminya yang tinggal di Surabaya dan ayah dari Varo.
__ADS_1
Lou juga sempat terpikir untuk ikut dengan Charles kembali ke Surabaya kalau lalu berbincang-bincang dengan mbak Rina seandainya dia kembali ke Surabaya maka Mbak Rina suruh memegang restoran dan jadi orang kepercayaannya. tempat ia pertama kali datang ke Semarang.
Lou kapan kita kembali ke Surabaya?" ucap Charl mengarahkan pertanyaan pada loisa yang langsung diam dan belum memberi jawaban.
" Charles apa tidak apa-apa kalau aku kembali ke Surabaya? aku agak takut untuk memulai semuanya kembali,"
percayalah padaku Aku sangat mencintaimu dan tidak akan menyia-nyiakan dan anakku apapun akan kulakukan untukmu,"
Charles tapi bagaimana dengan orang tuamu? mereka adalah orang yang wajib kamu patuhi, jangan kau berlaku seenaknya, kamu ada anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga itu, mamamu pasti menginginkan keturunan yang berasal dari perempuan yang sederajat bukan perempuan seperti aku yang tidak memiliki apa-apa.
"Lou aku sudah hampir tiga tahun tidak bertemu dengan mereka! ucap Charl menerawang.
***
Pagi itu Lou bersama anak dan suaminya pergi ke bandara hendak pulang ke Surabaya.
terlihat Charl menarik dua koper besar punya Lou dan anaknya.
__ADS_1
Lou sudah memantapkan hati pulang bersama suaminya, dia tidak ingin menghancurkan keluarga besar Beird dengan kehilangan anak lelakinya.
Charles bahagia karena istrinya bersedia untuk kembali pulang ke rumahnya. setelah dia meletakkan kopernya dia meraih pinggang istrinya dan mendekatkan ke tubuhnya, sambil berbisik ditelinga Lou,"terima kasih sayang Kau sudah mau kembali kesisiku, aku kan terus menjagamu dan anak kita.
sesampai di bandara Juanda, Charl memesan taksi untuk mengantar ke rumahnya. sopir taksi membuka bagasi dan memasukan koper ke dalamnya. Charles membuka pintu mobil untuk Lou dan anaknya. kemudian dia juga masuk kedalamnya.
mereka sudah sampai di depan mansion milik Charl. Lou keluar dari taksi dan memandang rumah besar dihadapannya. dia menghela nafas kasar dan memejamkan matanta. Charles yang melihat itu memeluk istri dan anaknya dari belakang.
"Ayo masuk,perintah Charl sambil menggenggam jari Lou dan menggendong anak lelakinya.
" ayah ini lumah siapa? becar sekali" ucap Varo dengan mata bulatnya
"ini adalah rumah baru Varo, Varo akan tinggal di sini bersama momy dan Dady ucap Charles pada anak kecilnya.
"hole...hole...hore..." teriak Varo yang minta turun dari gendongan ayahnya kemudian berlari kecil mengelilingi mansion.
Bik Siti yang baru datang matanya terbelalak melihat nyonya muda sudah kembali, dia meneteskan air mata bahagianya. bik minta tolong bawa masuk koper ini ya!" ucap Charl pada bik Siti.
__ADS_1
Lou melangkahkan masuk dan mengamati rumah yang ia tinggalkan tiga tahun lalu. ada perasaan aneh. ia teringat bagaimana dulu ia bisa masuk ke dalam rumah ini. Charles yang tahu kondisi istrinya langsung memeluknya dan mencium tengkuk istrinya.
...