
"Kamu sudah pernah ciuman dengan kak Dimas?" tanya Lusi yang sadar dengan kepolosan Naura akan hal yang dianggap tabu oleh adat ketimuran.
Naura yang mendapat pertanyaan itu pipinya memerah sambil tersenyum kemudian mengangguk perlahan karena malu.
"Ke, sepertinya sobat kita ini baru sekedar ciuman deh belum sempat belah duren," lanjut Lusi memberitahu pada Keke yang sama sama geleng geleng kepala.
"Sepertinya kita harus turun tangan membantunya keke," bisik Lusi pada keke.
"Memangnya kamu sudah pernah melakukannya," tanya Keke dengan wajah penasaran dan pindah duduk ke sebelah Lusi.
"Ya belumlah! gila apa menyerahkan sesuatu yang berharga ke sembarang orang! Kesucian ku akan ku khususkan untuk suamiku Sorang Sorang," sahut Lusi dengan cepat menyentil kepala Keke yang membuat Keke mengelus lembut jidatnya.
'Eh,... kita ajak Naura nonton film bokep bareng aja, rumah Lo kan kalau sore masih sepi, jadi kita ajak aja dia lihat film gituan, sekalian kita belajar!" jawab Lusi dengan wajah tersenyum tidak jelas.
"Ogah ah, nonton kayak gituan yang ada otak kita jadi kotor, kalo mau nonton film seperti itu nah dia sudah punya suami, bisa langsung praktek dengan suami, lah kita kan masih jomblo terus prakteknya sama siapa, hiks...hiks...,"jawab Keke dengan pura pura menangis yang langsung di cubit sama Naura.
"Tapi kalo menurut gue sih, bercinta dengan pasangan kan naluri tuh, kucing aja gak lihat film bokep bisa kawin, jadi Naura dan kakak gue tanpa lihat film begituan aja pasti bisalah, tinggal bagaimana pancingannya," lanjut Keke sambil tersenyum membayangkan.
"Hei... ngapain kalian yang sewot sampe bawa bawa kucing kawin segala, aku yang menikah kalian yang repot. kita aja yang menjalani gak repot kok, kita berdua sih santai menghadapinya. Eh... tapi gue setuju dengan pendapat Lusi, perempuan itu harus punya harga diri, jangan sampai diri kita jual murah," sela Naura yang gemes mendengar ide dari sahabatnya.
__ADS_1
" Eits.... tunggu dulu, lelaki yang sudah menikah berati resmi menjadi milik kita, kita harus pandai menjaga agar tidak direbut pelakor," jawab Lusi
###
Bel pulang berbunyi membuat kebahagiaan bagi pelajar yang kelelahan menuntut ilmu. Mobil Kak Dimas sudah menunggu di depan gerbang sekolah. saat melihat tiga sekawan keluar dari gerbang Dimas membuka pintu mobil dan melambaikan tangannya.
"Kak, kita boleh ikut bareng gak?" tanya Keke saat melihat Dimas menjemput Naura.
"Gak, aku mau mengajak Naura ke suatu tempat lagian noh, pak Budi sudah datang menjemput kamu," tolak Dimas sambil menunjuk mobil merah metalik yang akan menjemput Keke.
Naura membuka pintu mobil bagian depan dan meletakkan pantatnya di kursi sebelah Dimas, setelah menutup pintu kemudian dia memasang sealbelt sendiri.
"Kak memangnya kita mau kemana? aku capek banget, pulang aja yuk!! perginya besok besok lagi saja, pas saat weekend," ucapan Naura sambil menguap karena memang rasanya mengantuk, matanya terbuka tinggal lima Watt.
" haish... istri aku kecapekan memang habis ngapain?"tanya Dimas lagi dan hanya dijawab
"olah raga, terus tadi juga latihan tanding karate," jawab Naura.
mobil pun melaju menuju suatu tempat, bener saja baru lima menit mobil melaju Naura sudah menikmati bobo cantik dalam mobil, sesekali Dimas melirik dan mengusap kepala Naura, ada rasa gemezzz melihat pipi sedikit chubby yang bersih tanpa polesan makeup sama sekali, pingin cium bibir pink alami tanpa polesan lipstik yang sedikit terbuka dan terlihat menggoda untuk dikulum.
__ADS_1
Satu jam kemudian mobil terparkir di sebuah rumah yang tidak bisa di bilang sederhana tapi juga tidak terlalu mewah seperti rumah Naura atau rumah orang tua Dimas.
" Nau ayo bangun, kita sudah sampai!" tubuh Nau hanya menggeliat dan melanjukan tidur.
Dimas keluar dari mobil dan membuka gerbang kemudian memarkirkan mobil di halaman rumah tersebut. setelah membuka pintu rumah Dimas kembali ke mobil dan bermaksud menggendong dan memindahkan istri ke kamar.
Baru setengah perjalanan Naura terbangun Dia terlihat bingung saat membuka mata dan berada di gendongan suaminya, matanya mengerjap kemudian mengedar ke seluruh ruangan yang terlihat asing.
" turunin Naura kak! eh...kita ada di mana?" tanya Naura yang sedikit kebingungan melihat rumah yang baru saja dia masuki
"Syukurlah, istriku yang cantik sudah bangun, tidak usah turun kamu lanjut istirahat di kamar saja ya! nanti Kakak beritahu jawabannya di kamar," jawab Dimas yang masih terus menggendong Naura walaupun Naura berusaha turun, akhirnya Naura memilih menikmati sensasi di gendong suami.
Dimas meletakkan dengan perlahan tubuh Naura di ranjang yang cukup besar kemudian Timas duduk di sebelahnya dan ikut merebahkan diri di sebelah Naura.
"Ini adalah rumah kita, rumah yang aku beli dengan hasil keringatku sendiri, maaf aku belum bisa memberikan rumah mewah untukmu dan baru bisa memberikan yang sederhana seperti ini!" jawab Dimas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Naura memiringkan badannya ke arah Dimas, memandang takjub lelaki dihadapannya yang salah tingkah karena Naura hanya memandang tanpa berucap sedikitpun.
"Ka...kamu tidak suka yah? karena rumahnya terlalu kecil," ucap Dimas yang mulai gugup dengan tingkah Naura yang diam dan terus memandangnya.
__ADS_1
"Nau suka kok, kakak tenang saja, Nau hanya takjub saja sama kak Dimas karena kakak kan masih kuliah, kok bisa beli rumah pake duit sendiri," jawab Naura.
...