Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.11


__ADS_3

"Opa, Axel merasa sangat kesulitan saat harus menghandle banyak perusahaan sekaligus, jadi Opa, Axel ingin Varo membantu pekerjaan di perusahaan papinya. karena Kita belum tahu kapan kondisi charles pulih, sekaligus Varo juga sekalian belajar mengelola bisnis keluarga, bagaimana pendapat Opa?" tanya Axel pada Opa.


"Tapi apa tidak terlalu cepat, lagipula dia masih kelas tiga SMA, Axel," tanya Opa.


" terus harus bagaimana pah, pekerjaan dikanto Charles menumpuk, sedangkan itu harus diselesaikan dalam Tidak bisa pah,beberapa kontrak kerja harus disepakati beberapa pekan ke depan, tidak mungkin juga menyuruh papa terjun langsung, yang mungkin papa mendampingi Varo, kalau untuk menyerahkan ke sembarang orang juga tidak mungkin pah, perlu benar benar orang yang dapat dipercaya," jelas Axel yang di angguki oleh papa


"Baiklah Om, Varo bersedia membantu bekerja di perusahaan selama papi masih di rawat di rumah sakit.


mulai besok Senin kamu sudah bisa mulai, untuk sekolah sementara home schooling.


***


hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, Louisa sudah sembuh total, sedangkan Charles masih belum sadar juga, luka di tubuh sudah mulai sembuh, baik yang luar maupun dalam tapi Charl masih belum sadarkan diri.


Varo sibuk dengan perusahaan ayahnya dan dan juga sekolah, begitu juga dengan Naura yang masih sibuk belajar untuk mempersiapkan ujian Nasional. kehidupan mereka berubah semenjak kecelakaan. Naura ke fokus belajar dan sudah tidak pernah lagi berhubungan dengan BP. Nathan lebih bisa mandiri begitu juga dengan Ara.

__ADS_1


Setiap Pagi Louisa mempersiapkan keperluan sikembar dan menyiapkan sarapan dan memastikan semuanya siap sebelum setengah tujuh, Naura Nathan dan Ara berangkat bersama supir, sedangkan Varo membawa mobil sendiri ke perusahaan.


Sesudah semua berangkat Louisa akan menuju ke rumah sakit menunggui suaminya.


"Pagi sayang," ucap Lou sambil mengecup kening Charles, lalu duduk di sebelahnya. terlihat wajah Lou sedih melihat kondisi suaminya yang terbaring.


"Sayang lihatlah apa yang aku bawa," ucap Lou sambil mengeluarkan sebuah benda dari dalam tasnya.


" Kamu pasti ingat betul kan dengan benda ini, iya pasti kamu mengingat jelas benda ini? yah... inikan selendang peninggalan mamah Friska yang selalu aku peluk saat tidur dulu, akibat rasa kehilangan ku terhadap mamah, kemudian selendang ini pula yang selalu kau peluk saat aku pergi dari rumah. Charles apa kamu tahu saat semua keluargaku, dan terakhir mamah meninggalkan aku, kurasakan hancur kehidupanku, tapi Tuhan menggantikannya dengan mengirimkan kamu untuk menjagaku, Charles bangunlah, aku dan anak anak sangat membutuhkanmu!" Louisa bercerita sambil berurai air mata tangannya memegang tangan suaminya kemudian menyelipkan selendang ke tangannya.


"tok...tok"


Oma dan opa masuk keruangan VVIP tempat Charl dirawat. Oma mendekat ke arah Lou dan memeluk menantunya. kemudian berjalan mendekati Charles tidak lupa mencium keningnya.


"Charl, kamu itu benar benar tidak kasihan pada Varo anakmu, dia bekerja keras menjalankan perusahaan padahal kan dia masih SMA!" omel mama Arina pada anak lelakinya yang masih terbaring kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan mendekat pada Opa.

__ADS_1


"kriiiiing.....5*"


HP opa berdering dengan nyaring, Opa dengan cepat mengangkat panggilan yang ternyata dari Axel.


"Halo, ada apa Axel," tanya papa .


"Pa, Axel mendapatkan titik terang tentang orang yang menabrakkan mobil box pada mobil Charles. dia adalah orang suruhan dari paman Louisa, yaitu Arman yang tiga bulan lalu baru keluar dari balik jeruji besi. Oh iya pa, Arman sekarang masih buron polisi."


" ya, berarti sekarang keluarga Charl harus lebih hati-hati, terimakasih Axel,” Jawab Opa.


Opa menarik nafas dalam dan mengeluarkan dengan pelan. kemudian menghubungi seseorang.


Sementara itu Varo sebenarnya tidak mengalami kesulitan berarti dalam menangani perusahaan, setelah sebulan lamanya didampingi oleh Opa dan tentunya dalam pantauan Axel.


Dengan kecerdasannya dia mampu menyelesaikan semua bahkan menyumbangkan ide baru yang kadang mengundang decak kagum rekan kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2