Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
empat puluh Lima


__ADS_3

"Aduh ... kakakku benar benar tidak tahu malu dan tidak tahu tempat." ucap Alexa yang menutupi mukanya .


" lain kali kalo mau masuk ketuk pintu dulu," ucap Charl sewot, sementara Lou mukanya sudah merah padam, menahan malu. dan berusaha melepaskan pelukan Charles, tapi tidak dilepaskan juga.


"Ada apa kamu datang kemari?" ucap Charles yang masih melingkarkan tangan di pinggang Louisa.


"Dih... kakak emang gak boleh aku datang kemari, aku ingin bertemu kakakku yang bucin dengan istrinya," jawab Alexa sambil tersenyum senang melihat ekspresi wajah Charl.


"Eh... kakak ipar mau ke mana, kok bawa tas segala?" tanya Alexa.


Belum sempat Lou menjawab Axel masuk setelah mengetuk pintu, dengan membawa berkas di tangannya, ditatapnya istri dan adik bosnya itu." eh bos, disini kok banyak wanita cantik, eh iya, ini berkas yang dibutuhkan untuk evaluasi Senin siang dari semua Kabag." ucap Axel sambil menyerahkan berkas pada bos-nya.


"Axel, tolong antarkan Lou berangkat kuliah, mang Yadi, tadi ijin pulang mau mengangkat istrinya periksa kandungan ke klinik," ucap Charl pada Axel.


"oke bos, akan aku antar istri bosku sampai ke depan ruang kuliah dan kupastikan tempat duduknya aman bos.


"kakak ipar, aku boleh ikut ya, aku ingin melihat kampus tempat kakak belajar. "pinta Alexa pada Lou dengan mata puppy eyes.


"boleh, ayo nanti ku kenalkan pada teman temanku." Jawab Lou pada Alexa.


"Kalian berdua tunggu diluar sebentar, jangan lupa pintunya ditutup," ucap Charl mengusir adik dan sekertarisnya dari ruangannya.


Begitu Alexa dan Axel keluar, Charl kembali mendekap tubuh lou.

__ADS_1


"Hati hati di jalan, jangan kegenitan, jangan lirak-lirik sama laki-laki lain, jangan terlalu dekat dengan teman lelakimu itu," pesan Charl yang terasa aneh di telinga lou.


Charles memberikan kecupan dikening, pipi kiri dan kanan tidak lupa ciuman di bibir. sementara itu Alexa dan Axel menunggu di depan ruangan dengan jengah,


"haish, dasar pengantin baru mesum, kita yang disuruh jadi obat nyamuk," gerutu Alexa kesal melihat tingkah kakaknya.


Axel yang melihat itu hanya tersenyum sambil melirik ke arah Alexa," gadis yang sangat cantik, dengan rambut terurai membuat dia terlihat seksi," gumam Axel. merasa ada yang mengamati Alexa melirik ke arah Axel dan benar saja, Axel ketahuan sedang melihat wanita cantiknya, mukanya memerah dan langsung memalingkan pandangannya.


Alexa tersenyum melihat ke arah Axel, hatinya berdebar-debar saat ini, detak jantungnya serasa berloncatan seperti sedang disko.


"Mm... mas Axel, bagaimana ceritanya kakakku bisa menikah dengan Louisa," tanya Alexa membuka percakapan.


"kamu tanya aja sama kakakmu itu?" Jawab Axel .


"kalau kakak mau jawab ngapain aku tanya sama mas Axel, karena ternyata mereka menikah tanpa memberi tahu papah dan mamah, seolah pernikahan ini seperti di rahasiakan!" sahut Alexa gemez.


Axel terdiam sebentar dan melihat ke arah Alexa.


" Orang tua Louisa sudah meninggal semua, dia di kota ini sendiri, tanpa sanak saudara," ucap Axel lirih.


" apa, dia yatim-piatu, jadi kakak menikahi louisa karena kasihan? tanya Alexa lagi.


"Bukan," jawab Axel pendek.

__ADS_1


" oh .. berarti kakak menikahi karena memang jatuh cinta pada gadis cantik itu," ucap Alexa menyimpulkan


" bukan juga," jawab Axel pendek.


" jadi kenapa, kamu dari tadi jawabnya bukan terus?" kesal Alexa dengan jawaban yang keluar dari mulut Axel.


sebelum pembicaraan selesai, Louisa sudah keluar dari ruangan Charles, dengan muka yang memerah seperti tomat karena malu.


"Ayok kita berangkat, ajak Lou pada mereka berdua yang diikuti anggukan oleh mereka berdua secara kompak.


Alexa yang berjalan di sebelah Axel berbisik didekat telinga," mas kamu berhutang penjelasan padaku." spontan jantung Axel perpacu tak terkendali dengan muka merah saat merasakan hembusan nafas Alexa ditelinganya.


Axel berjalan dengan diiringi oleh dua perempuan cantik, para pegawai yang melihatnya berbisik bisik tak jelas.


Lou dan Alexa menunggu Axel yang sedang mengambil mobil di halaman depan. Lou masuk dan diikuti oleh Alexa.


setelah pintu di tutup mobil melaju menuju kampus yang tidak jauh dari kantor Charl hanya memerlukan waktu lima belas menit.


mobil sudah sampai di parkiran kampus X, mereka bertiga turun dari mobil, Axel mengikuti dua gadis cantik itu. Lou menggandeng tangan Alexa menuju ruang kuliahnya.


Fatin yang juga baru datang, kaget melihat penampilan Louisa, dan juga mengamati orang yang berada disampingnya.


"Eh... louisa kamu nampak cantik dengan pakaian resmi seperti itu! ucap Fatin dengan muka heran

__ADS_1


Louisa tersenyum kemudian memperkenalkan orang orang yang berada di sampingnya.


...


__ADS_2