Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
100


__ADS_3

"Ehhhhh.... emm Varo banyak berdoa saja, minta sama Tuhan agar momy bisa cepat dikasih adik," jawab Lou sambil tersenyum.


"Iya momy Varo akan rajin berdoa biar punya adik yg bisa diajak bermain,"


"Varo mau adik lelaki apa perempuan," sahut Charl yang langsung ikut berbaring di sebelah Lou.


"Varo pengen punya adik perempuan, yang akan Varo jagain, tapi Varo juga ingin punya adik laki-laki yang bisa diajak main bareng," ucap Varo dengan wajah gembira berada diantara papi dan mominya.


" Oke, akan papi dan momy usahakan untuk memberikan Varo adik kalau bisa lima orang adik," ucap Charles yang diikuti dengan cubitan pada bagian perut oleh Lou.


"memangnya aku istri pencetak anak, senaknya saja mau punya anak setengah lusin," waktunya anaknya yang bisa dengan tersebut mendengar ucapan suaminya


" Mami kalau kalau Varo punya adik banyak nanti kan rumah kita jadi rame, hangat, suasananya menyenangkan, betul nggak Varo?"ucap Charles sambil mengacungkan jempol pada anak laki-laki yang tersenyum senang mendengar ucapan Papinya.


" Iya mami Varo juga seneng punya adik yang banyak biar nanti baru kita main bareng-bareng," jawab Varo yang mendukung usul papinya.

__ADS_1


"Anak sama bapak sama sama," geleng Lou sambil tersenyum.


"terimakasih Tuhan telah memberikan aku kesempatan untuk berbahagia bersama keluarga ku." gumam Lou dalam hati sambil meneteskan air matanya.


"momy kenapa menangis?" kalo momy gak mau buat adik juga gak papa, tapi momy jangan sedih ya, biar nanti anak om Axel yang jadi adik Varo," ucap Varo merasa bersalah.


"apaan sih anak mami ini, mami tidak bersedih sama sekali dengan permintaan varo, mami menangis karena mami sangat bahagia dan sangat bersyukur bisa berkumpul dengan Papi dan anak mami yang ganteng," ucap Lou mencium pucuk kepala anaknya.


Varo yuk papi temenin Varo tidur di kamar Varo biar momy bisa istirahat, besok kita main lagi sama momy oke!" ucap Charl mengajak anak lelakinya untuk kembali ke kamar karena sudah malam.


Charles mematikan lampu ruangan dan menyalakan lampu temaram di pojok ruangan, Charl menutup pelan pintu kamar Varo. dan berjalan menuju ke kamarnya.


Lou terlihat sudah tertidur juga. Charles yang merasa tubuhnya kelelahan pun akhirnya ikut merebahkan diri di sebelah Lou dan memeluk tubuh istrinya yang terlihat agak kurus dan mencium pucuk kepalanya dengan lembut.


"Aku mencintaimu Louisa, entah apa yang akan terjadi jika kamu meninggalkan ku sendiri, terimakasih masih mau menemani aku dalam mengarungi kehidupan ini, aku ingin bersamamu sampai tua dan maut memisahkan kita,"

__ADS_1


" Terimakasih Tuhan untuk tidak mengambil Lou dari sisiku," bisik Charl di telinga Lou dan semakin mengeratkan pelukannya.


# lima tahun berikutnya#


" mami ayo kita belangkat ke lumah om Axel, Aku s cudah tidak sabal ingin beltemu dengan dek Juna!" rengek Naura pada Lou untuk menemui sepupunya yang baru berumur tiga hari. Juna adalah anak kedua Axel dan Alexa.


"Iya sayang, tunggu papi masih ganti baju di kamar," ucap Lou sambil membelai rambut anak perempuanya yang berwajah sangat imut dan menggemaskan dengan pipinya yang gembul.


"Ayo, kita berangkat sekarang!," Ucap Charl yang baru keluar dari kamarnya, Naura yang dari tadi berada di sebelah Lou langsung berlari dan meminta gendong pada papinya.


"Nanti adik Varo yang ke dua laki apa perempuan ya momy?" tanya Varo sambil mengelus dan mencium perut Lou yang terlihat sangat besar pada usia kandungan enam bulan.


Varo berjalan beriringan dengan momynya masuk ke dalam mobil.


" nanti momy akan sekalian periksa ke dokter kandungan di tempat Tante Alexa melahirkan, biar tahu adik Varo ini laki apa perempuan." jawab Lou sambil tersenyum.

__ADS_1


Keluarga Charl tiba di rumah sakit. mereka menuju ke ruang VIP tempat Alexa berada, disana sudah berkumpul Om Axel, cheril, kakek dan nenek...


__ADS_2