
"Lou pergi ke mana bik?" bentak Charl.
Bik Siti menceritakan semua kejadian kemarin sore, dengan detail dari mulai kedatangan nyonya besar, sampai perginya nyonya Louisa. Charles matanya memerah antara sangat marah dan ingin menangis.
"Aaaahhhhh...... teriak Charles seperti orang kesetanan, Dia menendang apa saja yang ada di depannya, pergi ke kamarnya kemudian mengambil handphonenya, secepat kilat dia menelpon seseorang, ya dia menelpon sekretarisnya.
"Axel cepat kerahkan semua orang-orangmu dan cari louisa sampai ketemu, kalau sampai tidak ketemu kalian yang sehat pecat!" kata Charles berapi-api karena marah.
Axel yang mendengar perintah dari bosnya langsung mengumpulkan bawahannya, mereka brefieng sebentar setelah itu mereka menyebar ke semua tempat, dari mulai kontrakan, terminal, bandara, stasiun serta tempat lainnya.
Axel sendiri belum sempat ganti baju, dia melajukan mobil dengan kecepatan tinggi ke arah rumah Charl menembus gelapnya malam. setengah jam berikutnya Axel sudah sampai di mansion charles.
Axel langsung menuju ke dalam rumah dengan langkah terburu, kemudian disusul bawahannya di belakang. Dengan langkah cepat Axel menuju ke ruang kerjanya tapi, Charl tidak ada di sana.
Axel menuju ke kamar Charl.
"tok...tok..."
Axel membuka pintu yang tidak di buka-buka setelah tida kali mengetuk pintu, karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka Axel membuka pintu, kemudian masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
Mata Axel kembali terbelalak melihat kondisi kamar bosnya. suasana kamar benar benar seperti kapal pecah.
Mata Axel mengelilingi kamar namun tidak menjumpai bosnya di kamar. Axelpun mencari di kamar mandi dan balkon kamar yang ternyata juga kosong.
Axel keluar kamar dan mencari bik Siti.
"bik, di mana Tuan Charles," tanya Axel dengan nafas memburu.
"Anu, tuan , tadi setelah tuan menelpon, dia masuk kamar dan membanting benda yang ada di dalam kamar, kemudian dengan wajah marah dia pergi membawa mobil keluar tuan.
"ya sudah bik, saya pamit dan tolong kamar tuan dirapikan lagi," ucap Axel sambil berlalu menuju ke mobilnya yang terparkir di di halaman
Charles yang baru saja sampai ke rumah orang tuanya, masuk tanpa mengetuk pintu dan tanpa salam.
"Mamah...mah .. mamah..."
Charles berteriak di dalam rumah memanggil mamahnya. semua penghuni rumah yang hendak istirahat terlihat bergegas mendekati ke arah suara yang yang membuat keributan.
"kakak kenapa teriak teriak malam...malam begini? protes Alexa pada kakaknya.
__ADS_1
" di mana mamah? Dia harus menjelaskan semuanya pada Charl. ucap Charl dengan nada marah.
"kamu kenapa teriak teriak charles, tidak punya sopan santun saja?" ucap mamah yang baru keluar dari kamarnya dan diikuti tuan Beird.
"kenapa mamah tega mengusir istri Charl, apa salah dia mah, mengapa mamah tidak merasa bersalah sedikitpun kepada dia, karena keluargakulah yang telah mengambil nyawa mamah Louisa, begitu kejamkah hati mamahku sehingga mengusir menantu yang sedang mengandung anakku." ucap Charl dengan wajah dingin dan meneteskan air matanya.
"Aku bener benar kecewa dengan mamahku yang seorang ibu, tapi yang ada di kepalanya hanya harta dan tahta." ucap Charl menambahkan.
"jaga ucapanmu Charl," ucap papah Charl dengan muka marah.
"ucapan Charl mana yang salah pah, ucapan mana yang harus ku jaga, istriku sedang hamil anakku, tapi mamahku dengan tega mengusirnya bahkan mau membayar nyawa mamah Lou yang sudah meninggal. apakah mamah lupa saat mengandung aku dan Alexa, sehingga jiwa keibuannya menguap saat berhadapan dengan harta dan kehormatan." ucap Charl dengan muka memerah dan marah.
Charles melangkah keluar dari mansion orang tuanya, hatinya hancur berkeping keping, Alexa yang terkejut dengan apa yang disampaikan kakaknya terlihat kekecewaan di wajahnya, Alexa mengejar kakaknya dan ikut masuk ke dalam mobil kakaknya.
saat mobil mau keluar dari halaman depan, datanglah mobil Axel, yang langsung berhenti saat tahu mobil bosnya ada di depannya.
Axel turun dan mengetuk pintu mobil Charl. turun kamu bos, biar aku yang bawa mobil," ucap Axel menyuruh Charles turun karena takut terjadi sesuatu pada Charl bila mengemudi saat pikiran kalut.
mamah Lou hanya diam membisu, mendengar kalimat yang keluar dari mulut anaknya. ada rasa senang, sedih, dan kecewa juga.
__ADS_1