
*Eits, author muncul lagi!!!! padahal kemarin bilangnya mau pensiun. he...he...Thor merasa jadi orang yg tidak bertanggung jawab saja. Thor coba selesaikan novel ini dari pada kalian membully Thorπ π π wk...wk ..wk*
Hari ini Lou mengikuti suaminya untuk bekerja di kantor C&L company, dia berencana untuk membantu suaminya menyelesaikan semua berkas yang menumpuk akibat ditinggalkan hampir satu minggu lamanya.
Pukul enam pagi louisa mulai menyiapkan sarapan dia juga sudah membangunkan si kecil Varo dan memandikannya, Varo yang sudah rapi menemani momy masak, dia duduk di kursi sambil memandangi punggung momynya yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pagi
"Varo nanti momy akan membantu pekerjaan papi di kantor , Varo di rumah baik-baik saja ya, sama bi Siti, jangan nakal!! bantu bik Siti Varo kan anak yang baik, suka membantu ya kan sayang?" ucapkan lou pada putra semata wayangnya.
"Momy boleh Varo ikut ke kantor papi, ucap Varo dengan wajah memelas.
"Varo, sekarang belum boleh ke kantor papi karena pekerjaan papi menumpuk, biar diselesaikan dulu agar bisa ajak Varo ke taman hiburan." jelas Lou.
"Oke, momy! Valo dilumah saja!" ucap Varo yang langsung mendapat ciuman dari Louisa.
__ADS_1
Setelah semua terhidang dan Charl juga sudah turun dan berpakaian rapi, mereka sarapan pagi bersama tanpa suara, hanya dentingan sendok yang terdengar. Lou merapikan meja dan segera mengganti bajunya dengan baju resmi ke kantor, setelah ber-make up tipis tapi elegan, Lou turun menuju ke arah Charl yang sudah menunggunya di ruang tamu.
"Kamu cantik sekali istriku, bagaimana nanti kalo banyak Lelaki yang memandangiku," ucap Charl posesif.
"Sudah, ayo berangkat sekarang!" ucap Lou sambil berjalan mendahului Charlesmasuk ke dalam mobil yang diikuti oleh Charles duduk di sebelah enggak bisa hari ini mang Yadi yang akan mengantar mereka ke kantor C&L company.
"ih Mas jangan pegang-pegang dong kita itu ada di dalam mobil malu itu sama mania di ucap lowisa pada suaminya yang tangannya masih berada di atas paha Lou.
"Siapa suruh kamu menggoda aku, kamu pakai rok selutut dan saat kamu duduk roknya akan naik, jadi kelihatan paha mulusmu dan Aku tidak mau karyawanku menikmati pahamu, itu hanya milikku dan hanya boleh aku yang menikmatinya, kamu memang sengaja menggodaku," ucap charl sambil terus tangannya bermain di atas paha istrinya.
mobil yang membawa Charles dan Louisa sudah sampai ke halaman kantor C&L company. mang Yadi menghentikan mobilnya di depan lobby perkantoran itu. Charles keluar terlebih dahulu kemudian disusul oleh istrinya mereka berjalan beriringan menuju ke kantor direktur.
Karyawan yang berlalu lalang langsung menyapa bos mereka yang baru hadir. dengan wajah dingin Charl tidak menjawab sapaan karyawannya tapi hanya sedikit menganggukkan kepala.
__ADS_1
Lou langsung memencet lift khusus petinggi perusahaan. setelah memasuki lift Lou memencet tombol 7. di sanalah letak kantor Charles berada.
Charles membuka pintu kantornya dan mempersilahkan istrinya untuk duduk di tempat yang dulu pernah ia berikan saat louisa sebagai asisten.
"jam 9 nanti aku akan ada meeting dengan perusahaan Wijaya group, tolong kamu cek apakah kelengkapan kerja samanya sudah lengkap apa belum!" perintah Charles pada Louisa yang baru saja duduk di meja kerjanya.
Lou menerima arsip yang diberikan oleh suaminya, dia mulai membuka kelengkapan arsip yang mulai dia pelajari dan cek.
Lou mengamati lembar kontrak kerja di sana tertulis kata Wijaya company dengan direkturnya yang bernama Arman Wijaya, Louisa sedikit mengernyitkan keningnya," itu seperti nama paman," gumamnya.
Lou terus mengamati lembar demi lembar berkas tersebut, dada Lou bergemuruh menahan amarah yang rasanya ingin meledak, Dia teringat Bagaimana pamannya itu telah menuduh ibunya mencuri perhiasan di rumah neneknya. terlihat mata Louisa berair karena mengingat mamahnya .
Charles melirik istrinya yang duduk tidak jauh dari tempatnya , Charl terlihat terkejut melihat istrinya menangis sepagi ini.
__ADS_1
"Ada apa sayang kenapa kau menangis apa ada sesuatu yang membuatmu bersedih hari ini?" tanya Charles kepada Louisa.