
"kak... aku nanti Sore harus balik ke Surabaya," kakak baik saja Khan?' pamit Alexa
"ya pulanglah, kalo aku mau disini dulu menunggu sampai kakak iparmu mau kembali ke Surabaya bersamaku. jawab Charlsambil memeluk istrinya yang baru keluar dari kamar mandi.
setelah Axel selesai mengurus administrasi mereka semua keluar dari ruangan. Axel membuka pintu mobil untuk Charles, setelah Charl masuk Lou yang menggendong Varo juga ikut masuk ke dalam mobil.
Axel membawa mobil dengan hati-hati, Alexa duduk bersebelahan dengannya, mereka saling ngobrol untuk menggoda Louisa dan Varo. Charles yang ada di sebelahnya hanya diam saja sambil tersenyum.
...
pukul 3 sore Alexa dan Axel kambali ke Surabaya dengan penerbangan dari bandara Ahmad Yani Semarang. pukul empat sore mereka sudah sampai di bandara Juanda Surabaya.
Alexa memanggil taksi untuk mengantar ke rumahnya. axel ingin ikut mengantar sampai rumah tapi ditolak oleh Alexa, bukan Axel namanya kalau dia diam saja saat mendapat penolakan dari orang yang dicintainya, dia pun memaksa ikut dalam taksi yang ditumpangi oleh Alexa.
Axel benar benar preventif terhadap Alexa, ia tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan.seperti berbagai macam jenis kasus kejahatan sekarang ini, kayaknya Axel tidak berani untuk meninggalkan Alexa sendirian.
"Alexa, Sabtu depan aku ingin melamarmu, aku iri dengan Charles , dia berani mengambil keputusan untuk bisa mendapatkan bahagia bersama, walaupun mungkin orang tua kalian belum menyetujuinya setidaknya berani untuk mengambil resiko agar bisa memperoleh kebahagiaan yang mungkin tidak bisa dibayarkan dengan uang berapapun banyaknya," ucap Axel dengan wajah serius.
__ADS_1
" apa kamu sungguh-sungguh axel? aku benar-benar bahagia mendengar itu. aku sih iyes kalo nikah sama kamu, tapi belum tentu dengan mamaku, menilik sejarah Kakak dan lou yang terlunta-lunta seperti itu, sebenarnya aku agak pesimis terhadap restu dari orang tuaku," ucap Alexa lirih.
" apa memang perlu kita menikah dulu ya? seperti kakak tapi rasanya aku kasihan pada kedua orang tuaku yang telah membesarkan dan membiayai aku sampai seperti ini, mungkin sebagai bentuk terima kasihku, Aku ingin meminta restu kepada mereka saat pernikahanku, seperti apapun mereka adalah kedua orang tuaku yang telah berjasa besar untukku, jadi bersabar ya sayang?" ucap Alexa yang perasaanya campur aduk, antara senang, sedih, bahagia.
tanpa terasa mereka sudah sampai di depan gerbang besar rumah Alexa, setelah turun taksi langsung pergi ke apartemen Axel.
"Ting tong... Ting tong," suara bel berbunyi.
" bibik, sapa Alexa dengan ramah.
" eh non Alexa sudah pulang, sini bibik bawakan kopernya ucap bik Lastri yang langsung minta koper nona dan membawa ke kamar Alexa,
"Oh iya ini untuk bibik, " Alexa memberikan oleh-oleh dari Semarang
"Mama dan Papa ke mana bik?
" Mereka ada di teras belakang non sedang menikmati minum teh" jawab bik Lastri dengan menunjukkan mereka.
__ADS_1
Alexa yang masih memakai baju baju resmi langsung menuju ke kamar mandi, setelah mandi selama 15 menit ia berganti pakaian kemudian menuju ke halaman belakang tempat kedua orang tuanya sedang menikmati teh.
" mah...Alexa sudah pulang," seru Alexa namun ditanggapi dengan muka kecut mamah.
"Alexa, apa benar kamu bertemu dengan Louisa di luar kota?" tanya mamah dengan raut wajah yang sulit dimengerti.
"Iya mah, aku tidak sengaja bertemu dengan anaknya yang wajahnya seperti di kakak saat masih kecil di resto, aku penasaran dengan ibunya, jadi kutanya pelayan . eh ternyata benar dia adalah Louisa.
"mah... kakak sudah ke tempat Lou, untuk menjemputnya, cuma Lou mau kembali atau tidak tergantung usaha kakak,
bahkan kemarin kakak masuk rumah sakit mah, dia terlalu stres atas kehilangan istrinya hingga sampai lupa makan, stres yang berkepanjangan membuat tubuhnya tidak kuat dan puncaknya kemarin dia sakit.
dia begitu mencintai istrinya, bahkan lohita selama tiga tahun ini tidak bisa mengalihkan perhatian kakak dari Lou.
"mah mereka saling mencintai, bisakah mamah menerima menantu dan cucu mamah. kakak Charl benar benar mencintainya mah!" ucap Alexa yang masih berusaha menyatukan keluarganya.
Arina Subroto hanya terdiam mendengar kalimat yang keluar dari mulut anaknya, dia bimbang dengan dirinya sendiri yang mulai goyah pendiriannya.
__ADS_1
Lou terlihat sedang menyiapkan makan malam untuk suaminya. sementara Charl sedang bermain dengan Varo sang putra. dia seolah tidak percaya kini telah memiliki seorang anak tampan.
Lou mengamati dan menikmati kebahagiaan anak dan suaminya. "apakah aku harus kembali ke tempat suamiku lagi? tempat yang mengerikan...