Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.120.


__ADS_3

Pukul 8 pagi Varo berangkat menuju ke kantor, tapi sebelumnya dia akan mampir ke kantor Om Axel yang letaknya tidak jauh dari kantor tempat Varo bekerja. begitu sampai di perusahaan Axel, Varo berjalan menuju ke ruangan tempat Om Axel berada.


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk maka Varo masuk ke ruangan Axel kemudian duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Axel berjalan mendekat dan duduk di samping Varo dan terlihat memijit pelipisnya dan menarik nafas panjang.


"Varo, sekarang keluargamu harus lebih berhati-hati ada oknum yang sepertinya memiliki dendam atau ketidaksukaan pada keluargamu. Sebenarnya kecelakaan yang terjadi pada papa dan mamimu itu bukan murni kecelakaan, tapi perbuatan dari orang yang memang tidak menyukai keluargamu.


" Kalau Om boleh merunut ceritanya Sebenarnya keluarga dari momi kamu dahulu mengusir mamah dan momy Lou dari rumah besar mereka, saat papa dari momy Lou meninggal dunia. Mereka diusir dengan fitnah, Sebenarnya intinya karena perbedaan kasta nenek kamu bukan berasal dari kalangan berada, dan mereka tidak ingin menyerahkan harta warisan yang ditinggal kan papanya momy Louisa kepada Momy kamu, sehingga dulu saat Varo berumur empat tahun, momy Lou sempat diculik dan disekap tujuannya agar momi Varo mau menandatangani penyerahan saham peninggalan kakekmu. tapi momy kamu menolak bahkan keluarga momy Lou tega menyiksa mami kamu sampai hampir meninggal. Untung papimu, Charles datang tepat waktu menyelamatkannya. dan akhirnya keluarga momy kamu dipenjara hampir Lima belas tahun.


Nah dua tahun lalu mereka sudah keluar dari penjara, jadi mungkin keluarga momy kamu itu yang hendak mencelakai keluargamu, Sebenarnya om dan pihak kepolisian sudah berusaha mencari jejak mereka, namun belum menemukan hasilnya." terang Axel panjang lebar sambil menarik dan menghembuskan nafas panjangnya.


"Oh, jadi kemungkinan yang menyerang Naura juga pihak keluarga momy om?" tanya Varo lebih lanjut yang diikuti anggukan oleh Axel.


"Apa mungkin kita memerlukan bodyguard untuk menjaga dan mengawal adik adikmu Varo? om khawatir dengan keselamatan mereka," desah Axel dengan raut wajah penuh kekawatiran.


" Kalau menurut Varo sih belum perlu om, hanya mungkin mengurangi interaksi dengan orang yang tidak dikenal dan mengurangi bepergian kecuali ada yang menjaga, lagi pula adik adiku bisa beladiri om, begitu juga dengan sikembar," usul Varo.


"Om akan menambah orang untuk menyelidiki keberadaan Arman, om dari momy kamu itu. kamu juga harus hati hati Varo, kalau ada apa apa hubungi om secepatnya." pesan om Axe

__ADS_1


" Baiklah Om, Varo akan lebih hati-hati lagi, Varo balik ke kantor dulu om," pamit Varo pada Axel dan langsung berdiri dan melangkahkan keluar dari ruangan, Varo menarik nafas dalam-dalam seolah ingin melepaskan semua beban dipundaknya.


"Baiklah kakek, bila ingin bermain dengan keluargaku maka aku yang akan menghadapimu, kalau perlu akan ku kirim dirimuke neraka sekalian," gumam Varo sambil menyeringai.


...


Baru saja duduk di kursi kebesarannya, gawai Varo berdering, setelah melihat yang menelfon Varo langsung memencet tombol hijau.


" halo, Selamat pagi tuan David," sapa Varo sopan


"sehat, saya baik-baik saja tuan."


" Nak Varo berkas penandatanganan proyek terakhir, nanti akan diantar Nia, ke kantor. emmm... nak Varo, istri saya mengundang nak Varo untuk makan malam di rumah nanti malam pukul 19.00. dia sangat ingin mengucapkan terimakasih karena telah menyelamatkan putri tunggal kami


"tidak usah terlalu sungkan tuan, eh... akan saya usahakan datang tuan, terima kasih atas kerjasamanya.


"ya...saya tunggu kedatangan nak Varo." ucap tuan David menutup telponnya.

__ADS_1


***


"Naura, Ayuk ke kantin, aku lapar banget," ajak Keke yang sudah bersiap menarik tangan Naura.


"Males ah, aku tidak lapar, tolak Naura sambil meletakkan kepala ke atas meja.


" Huh, tidak boleh malas, ayok!" Keke menarik tangan Naura. dengan malas Naura berjalan mengiringi langkah kaki Keke, saat melewati belokan menuju kantin tubuh Naura menabrak seseorang, sehingga terhuyung hampir jatuh bila tidak dipegangi oleh Keke.


"Eh, sorry ... rem blong, jadi nabrak deh," ucap seorang lelaki berperawakan tinggi, dengan badan cenderung kurus tapi terlihat tampan sambil tersenyum.


"Makanya jalan lihat lihat, jangan asal ," sewot Keke.


"Iya sekali lagi maaf, eh... nona cantik boleh tanya gak, ruang kepala sekolah sebelah mana ya? aku baru di sini, jadi belum hafal letak ruangan." tanyanya lagi.


Naura hanya diam mengacuhkan lelaki yang menabraknya dan yang menjawab pertanyaan dari tadi adalah Keke.


tbc

__ADS_1


__ADS_2