Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
dua puluh empat


__ADS_3

Kedua orang tua Charl masuk setelah di bukakan pintu oleh bik Siti, sedang Lou sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk makan malam seperti biasanya.


Lou sudah selesai masak dan menghidangkan masakan di atas meja makan ada gurame asam manis, sup asparagus, dan salad buah.


Charles berjalan menuruni tangga, dia sempat terkejut saat melihat kedua orangtuanya sudah berada di dalam mansionnya.


"malam Charles, apakah kau baru saja bangun?" tanya mamah pada Charl yang masih berdiri.


"ya, ada perlu apa Mamah kemari? tumben datang ke sini berdua bareng sama papa, apakah ada sesuatu yang penting sehingga menyempatkan datang ke sini," jawab Charles dengan santai.


"apa Mamah tidak boleh ketemu dengan anak mama sendiri, apa Mama harus minta izin sama Charles kalo mau datang ke sini," sungut mamahnya


"bukan begitu mah! biasanya kan Mamah ngabari kalau mau datang ke sini." sanggah Charl.


"Mama sama papa sudah makan malam belum? ayo kita makan malam bareng ," ajak Charl pada mereka berdua.


" Papa dan mamah belum makan malam, tadi memang rencananya mau makan malam di sini sambil bincang-bincang.

__ADS_1


" ya sudah, ayuk kita ke meja makan, makan malam sudah terhidang semua di atas meja makan." terang Charl.


lou yang tahu kedatangan ayah dan ibu mertuanya datang langsung mempersilahkan duduk dan menyiapkan tambahan piring, karena biasanya hanya mereka berdua yang sarapan, Lou tidak mau duduk di meja makan, Lou berniat pergi ke belakang meninggalkan mereka, namun saat mau pergi Charles menyahut tangan Lou dan menyuruh duduk di sebelah Charles.


Papa Charles memandang dengan perasaan bersalah pada kejadian waktu itu pada Louisa, tapi karena pembicaraan perjodohan yang tidak mungkin dihindari maka Ayah Charles memutuskan datang ke rumah charl.


Dari tadi hanya dentingan sendok yang terdengar di meja makan, tanpa ada yang membuka percakapan. Lou terpaksa ikut duduk dan makann malam dengan orang tua Charles dengan perasaan canggung, dan ada rasa takut.


Saat Papa Charl selesai makan dia mulai membuka percakapan.


"maaf Pah, bukannya waktu itu Charl sudah menjawab dengan jelas tentang perjodohan ini, Charl tidak bisa menerima Lohita sebagai calon istri.


"Charles ini demi persahabatan keluarga kita." tegas papanya.


"tapi Pah, Charl menyukai orang lain," ucap Charl menjelaskan.


Lou yang mendengar percakapan serius itu cepat-cepat menyelesaikan makan dan pergi meninggalkan meja dengan membawa piring kotor menuju wastafel, setelah mencuci piring, Lou langsung pergi ke kamar untuk ganti baju dan hendak pergi tidur.

__ADS_1


"Apakah ini waktunya aku terbebas dari pernikahan ajaib ini, ya tuhan sepertinya baru kemarin aku berfikir membuka hatiku untuk Charl, belum sempat terbuka sepenuhnya, sekarang aku harus menutup kembali" gumam Lou dalam hati.


Louisa ingin mengganti baju rumahan dengan baju tidur lengan pendek tanpa kerah warna abu muda. Lou masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan mendinginkan kepalanya yang rasanya agak berat.


Sementara itu di ruang tamu papah dan Charl masih beradu argument tentang perjodohan itu.


" maaf Pah...,Mah... aku benar-benar tidak bisa menerima perjodohan ini karena aku menyukai wanita lain dan kami sudah menikah secara resmi di catatan sipil," ucap Charl yang menyilang kan kedua tangannya di dada


Mata semua orang yang ada di sana terbelalak ...


"siapa yang jadi istrimu, tanya mamah dengan tatapan emosi.


"dengan Louisa Friska mah, wanita yang tadi makan di sebelah ku," jawab Charl pasrah bila mamah marah mendengarnya.


"Charles... pernikahan bukan mainan," bentak papahnya


...

__ADS_1


__ADS_2