Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.12


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, angin yang berhembus pun berbeda, tidak terasa kehidupan ikut berubah, sekarang Varo sudah lulus SMA, dan melanjutkan pendidikan ke jurusan manajemen di sebuah universitas lokal, masih menjalankan perusahaan juga. begitupun dengan Naura sekarang sudah masuk SMA kelas 10. Charles masih blm sadar dari tidur panjangnya.


Pebisnis muda brilian itu julukan yang diberikan oleh rekan bisnis Varo. Tampan, cerdas dan punya karakter. pandai melihat situasi dan mengambil keputusan. walaupun masih muda tapi tidak disepelekan oleh lawan bisnisnya.


Walaupun tidak bisa menikmati akhir masa sekolah seperti teman lainnya, saat yang lain sibuk dengan aktivitas sebagai anak muda , dia sibuk berkecimpung di dunia bisnis. sibuk tidak sibuk, suka tidak suka semua sudah menjadi keharusan bahwa dia menjadi anak pertama dan harus menerima beban ini.


setelah dari pagi sampai siang berada di kampus untuk mengikuti beberapa mata kuliah. Pukul satu siang Varo bersiap menemui klien di sebuah restoran terkenal yang sudah disepakati, Varo terlihat keluar dari kampus, saat bersamaan seorang gadis juga berlari dan berteriak, "mohon maaf mau ikut lewat.'


Varo yang juga terburu memilih untuk mengalah dan memberikan jalan pada gadis dengan rambut panjang sepunggung, yang mengenakan celana jeans dan atasan model Sabrina yang berlari dengan tergesa. Varo hanya menggeleng kepala melihat kelakuan gadis barusan.


Varo mengendarai mobil menuju restoran yang di maksud. hampir setengah jam mengendarai mobil akhirnya sampai juga di Restoran, setelah memarkirkan mobilnya, Varo menemui resepsionis dan menanyakan meja reservasi atas nama tuan David.


Setelah mendapat mengetahui letak meja bergegas Varo menuju meja yang dicari.


di sana seorang lelaki paruh baya duduk menikmati segelas kopi di sebelahnya ada seorang gadis menemaninya.

__ADS_1


Varo yang baru datatang ke tempat duduk yang ada di hadapan kliennya dan menyapanya.


" Selamat siang pak, mohon maaf saya datang terlambat sehingga membiarkan bapak menunggu lama di sini." sapa Varo dengan sopan dan menyodorkan tangan pada pak David kliennya itu. Varo melihat gadis yang nampak tidak asing disebelah pak David.


"Oh, tidak papa, saya juga baru saja datang, silahkan duduk," menyilahkan Varo duduk.


"Oh iya nak Varo, perkenalkan ini putri semata wayang bapak, dia Alvania Fahira, saat ini masih kuliah mengambil jurusan hubungan internasional, di universitas Airlangga," ucap pak David memperkenalkan putrinya. Varo tersenyum mengingat kejadian tadi di kampus, baju yang dikenakan Putri pak David sama dengan perempuan yang berlari dengan tergesa, Varo mengulurkan tangannya dan disambut oleh Nia yang tersenyum malu.


" Nia, Nak Varo ini bisa juga masih kuliah loh, kuliah di mana Nak?" tanya pak David selanjutnya.


"Oh, berarti kalian kuliah berdua di tempat yang sama, mungkin kalian bisa berteman , eh Ayo Silahkan di nikmati nak!" ucap pak David mengajak Varo menikmati makan siang.


Pak David merupakan salah satu teman bisnis charles sejak lama, hari ini dia sengaja mengajak Nia untuk berkenalan dengan Varo, bisnismen muda berbakat selain membicarakan kerjasama yang harus dibahas.


"Terimakasih Pak David, ini berkas kontrak yang saya ajukan, mohon dipelajari dulu," ucap Varo sambil menyerahkan map berisi dokumen kerjasama.

__ADS_1


"Mohon maaf saya permisi dulu, mau ke rumah sakit setelah itu mau ke kantor papi juga," pamit Varo mengakhiri pertemuan dengan pak David.


" Semoga papi kamu lekas sehat dan salam untuk momy dan keluargamu," ucap pak David mempersilahkan Varo meninggalkan mereka.


***


Cukup sepuluh menit, Varo sudah sampai di rumah sakit, dia masuk ke ruangan di mana papinya dirawat, kemudian duduk di sofa sebelah Louisa yang sedang memainkan ponselnya.


" Bagaimana kabar Papi hari ini Mom? tanya Varo yang sudah menyandarkan kepala di bahu momy nya.


"hm..Hari ini ada kemajuan Varo, papi menggerakkan jarinya saat mom mengambil selendang yang mom berikan dahulu, rencananya sih mau mom cuci, Krn sudah hampir enam bulan blm dicuci, ucap mom dengan mata berkaca bahagia.


" Mom, kenapa memberikan selendang pada papi, mesti ada sejarahnya kan mom? sampai papi bereaksi seperti itu."


"itu adalah selendang peninggalan Mamah mom, yang meninggal karena kecelakaan, dulu mom selalu memeluknya saat tidur, walaupun sudah menikah dengan papimu, nah.. saat mom pergi dulu itu, papimu gantian memeluk selendang yang ini untuk mengobati rindu dengan mom," senyum Lou saat menceritakan kisah selendang yang dipegangnya.

__ADS_1


...


__ADS_2