
sementara itu Charl di kantor merasa emosi sendiri, sudah hampir dua jam, Axel sang sekretaris belum kembali juga dari mengantarkan Louisa, padahal jarak ke kampus hanya Lima belas menit, mana di telfon tidak diangkat lagi.
"Apa sih yang mereka kerjakan sampai sekarang belum pulang ke kantor." gerutu Charl.
...
pukul dua siang Lou selesai kuliah , dia bergegas keluar dari ruangan kuliahnya, "Fatin ayo pulang, aku mau balik ke kantor nih" ucap Lou pada Fatin.
"Ayo, aku juga tergesa mau ada acara di rumahku, apa kamu bisa datang ke acara di rumahku? Acaranya jam delapan malam." sahut Fatin.
Acara Apaan? tanya Lou sambil berjalan beriringan dengan Fatin.
"Resepsi pernikahan kakakku, tidak banyak yang diundang sih, hanya kerabat dan tetangga kanan kiri.' jawab Fatin
mereka berjalan cepat menuju pintu gerbang. dan keluar dari gerbang.
lou mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memencet nomor ojek online, sebelum pesan terkirim, Hasan yang mengendarai mobil berhenti di samping lou dan Fatin dengan .
" Lou, ayo kita pulang bareng saja!" ajak Hasan pada louisa dan Fatin yang masih melongo.
" Maaf Hasan tidak usah! aku sudah memesan ojek online," tolak Lou pada ajakan Hasan.
" batalkan saja," sahut Hasan.
" Maaf Hasan, aku akan menuju ke kantor tempatku bekerja mungkin tidak searah dengan perjalananmu, tidak usah repot-repot dan terima kasih atas tawarannya," balas Lou.
" memang kantormu itu ada di mana? tanya Hasan lagi.
" di jalan Anjasmara nomor 123.
__ADS_1
" kalau kamu Fatin pulang ke mana? tanya Hasan lagi.
"Aku pulang ke jalan Dewi Sartika,"
" itu sih searah dengan jalan pulang rumahku, ayo bareng aku saja , itung-itung irit biaya ojek," ucap Hasan yang setengah memaksa pada louisa dan Fatin.
dengan terpaksa Lou dan Fatin ikut naik mobil Hasan. sepanjang perjalanan Lou hanya diam saja, dia berpikir seandainya Charl tahu ia diantar oleh laki laki bisa bisa jadi pergedel aku.
"kamu kerja di mana," tanya Hasan.
"diperusahaan Beird Group," jawab Louisa.
"terus kamu ditugaskan di bagian apa, secara... kamu kan masih kuliah, jadi apa tidak kesulitan mengatur waktu?" tanya Hasan lagi.
"Aku jadi asisten di sana, aku kerja saat jam kuliah selesai sampai jam tujuh malam."
lima belas menit perjalanan Lou minta diturunkan di pinggir jalan di sebelah kantor. namun Hasan membaw masuk mobilnya sampai ke lobi dan menurunkan Lou di sana.
Lou keluar dari lift melewati meja Axel, tapi kursinya kosong tak berpenghuni. Lou melanjutkan melangkah menuju ruangan Charles. setelah mengetuk pintu, dia masuk ke dalam.
Lou melihat Charles sedang sibuk pada berkas-berkas yang ada di depan mejanya.
"selamat sore Charles."
"sore... Lou apa kamu pulang diantar oleh Axel," tanya Charles yang penasaran kenapa sampai sekarang Axel belum pulang ke kantor.
"aku tadi pulang bersama teman, setelah Axel mengantarku sampai ruangan, dia pergi bersama Alexa," jawab Lou
"Siapa teman yang mengantarkanmu tadi? laki apa perempuan," tanya Charl yang mulai mengerutkan kening karena Lou tidak menjawab malah diam menunduk.
__ADS_1
Charles mulai bangkit dari tempat duduknya dan mendekati pintu dan mengunci kemudian ia menuju ke arah Louisa.
"Tadi aku dan Fatin diajak pulang bareng sama Hasan, tadi aku sudah menolak tapi Fatin dan Hasan memaksa aku untuk ikut," ucap Louisa menjelaskan.
"Jadi kamu diantar laki laki, siapa namanya? ucap Charl datar tapi menusuk.
"Hasan .... ayolah Charl jangan seperti ini, dia hanya teman, aku mengenal dia saja tidak, kami satu kelompok saat ospek !" ucap Lou takut kalau Charl akan melakukan sesuatu pada Hasan.
Charles memegang bahu Louisa," kamu tahu? kamu adalah istriku dan kamu adalah milikku? tidak akan kubiarkan apa yang kumiliki direbut oleh orang lain." ucap Charl penuh penekanan sambil mengangkat dagu Lou dan mencium dengan kasar.
Lou memundurkan kakinya dan berusaha melepaskan ciuman Charl, sampai akhirnya kakinya menabrak sofa dan jatuh ke atasnya.
"Charles ini kantor, kita tidak boleh mesum di sini,"ucap Lou namun tidak digubris oleh Charl yang mulai melepaskan pakaian Lou satu persatu. Charles dan Lou melakukan olah raga beberapa kali di atas sofa.
Charles memeluk tubuh Lou yang sama berkeringatnya walaupun ada Ac diruangan itu.
" ingat baik baik, kamu adalah milikku dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku," ucap Charl yang meletakkan kepalanya di bahu Louisa.
"Charles... apa kamu mencintaiku," ucap Lou pelan.
"Ya, aku sangat mencintaimu, dan mungkin bisa gila kalau kamu meninggalkanku," ucap Charl sambil mencium bibir Lou.
"Bolehkah aku bersandar padamu, meletakkan semua beban dan bergantung padamu," ucap Lou pelan yang diangguki oleh Charl.
" tok ...tok...tok "
suara ketukan pintu di ruang kerja Charl menjadikan mereka kalang kabut mencari pakaian yang berserakan. Charles langsung memakai kemeja dan celana panjang, sedang Lou mengambil semua baju dan berlari ke arah kamar mandi.
Setelah sedikit menyisir rambut dengan jarinya Charl langsung membuka kunci pintu.
__ADS_1
...