
Benarkah Charles sangat mencintaiku kurasakan diriku sungguh sangat beruntung memilikinya menutup mata sambil membayangkan saat pertama kali dia bertemu dengan Charles wajahnya terlihat cemberut kemudian diiringi dengan senyum sehingga membuat Alexa menjadi bertanya.
"ada apa Kakak ipar kenapa kakak ipar cemberut kemudian tersenyum sendiri?" tanya Alexa melihat ke arah kakak iparnya.
" alexa, aku sedang teringat Bagaimana aku bertemu dengan kakak mu, sungguh sesuatu yang benar-benar diluar akal bagi manusia normal. mungkin Axel sudah menceritakan bagaimana kami bertemu." ucap Lou.
"Alexa, kamu pulanglah dulu, sama Axelino, bawa lah Varo bersamamu, kakakmu biar aku yang menunggu disini!" ucap Lou agar
" kakak ipar yakin tidak mau kami tungguin juga? tapi kalo ada apa apa jangan lupa hubungi kami," jawab Alexa.
"eh....kalian berdua apa sudah menikah? sepertinya dulu kalian berdua pacaran kan. jangan bilang kalo mamahmu juga menentang hubungan kalian?" tanya Lou.
Alexa dan Axel saling berpandangan, kemudian dua duanya juga kompak menggeleng kepalanya.
" semua karena kepergianmu kakak ipar, rencanaku jadi berubah. harusnya dua tahun lalu dia melamarku. tapi karena kakakku Bucin sama kakak ipar dan mogok kerja, jadinya kuliahku tidak selesai-selesai karena aku disuruh menggantikan posisinya," Ucap Alexa
"maafkan aku Alexa," ucap Lou memeluk Alexa.
"tidak usah merasa bersalah Kaka ipar, mungkin ini yang terbaik buat kami, kalian dan keluarga kami. aku bersyukur bertemu kakak ipar disini, sudah ya, kak itu Varo sudah ngantuk berat, kami kembali ke hotel dulu, dan malam ini Varo biar tidur bersamaku di hotel. besok kami alan kesini lagi, pamit Lou melangkah membuka pintu ruang perawatan Charl. diikuti Axel uang menggendong Varo.
__ADS_1
Alexa berjalan beriringan dengan Axel, tangan Axel meraih tangan Alexa dan menggenggam erat, mereka berjalan sambil bergandengan tangan melewati lorong rumah sakit menuju tempat parkir mobil.
Axel menyerahkan Varo kepada alexa karena Axel harus mengemudikan mobil. di dalam mobil mereka bercerita tentang masa depan mereka yang belum jelas.
"Yang, kakakmu sudah menemukan istri dan anaknya sepertinya sudah saatnya bagi kita untuk berbahagia juga. setelah pulang dari sini aku ingin melamarmu, tapi apa kita perlu mengikuti jejak kakakmu,"
"jejak yang mana?
"kita menikah dulu, baru melamar ke orangtuamu. kamu kan tahu sendiri bagaimana sifat mamahmu, kita kan tidak se level," ucap Axel yang kekayaan orang tuanya dibawah kekayaan orang tua Alexa.
"tidak usah, aku akan bicara dulu dengan orang tuaku, semoga mereka merestui, baru kalo mereka tidak merestui kita nikah sendiri," tolak Alexa.
mereka sampai di lobi hotel. Axel menggendong Varo yang sudah tertidur dengan nyenyak dan membawa ke kamar Alexa. setelah meletakan Varo Axel mendekati Alexa,
kegiatan panas mereka terhenti karena telpon Alexa berdering, Axel pun langsung pamit ke kamarnya.
"malam mah," ucap Alexa menjawab panggilan Video call dari mamahnya.
"kamu masih diluar kota? bagaimana keadaanmu, sehat?
__ADS_1
" iya mah aku masih diluar kota, aku disini baik baik saja. bagaimana kabar mamah sendiri?
" mamah juga baik, ehhh... Alexa siapa yang ada dibelakanhmu, kok seperti anak kecil? tanya mamah penasaran.
Alexa mengarahkan ponsel ke wajah bocah yang sedang tidur disampingnya. mamahnya seperti mengenal wajah anak tersebut, mamah terkejut melihat wajah bocah dua setengah tahun itu yang menurutnya mirip dengan charles.
"ya Tuhan, wajahnya mirip dengan charles saat kecil. Alexa siapa dia?"
"dia adalah cucu mamah, anak dari. Louisa dan Charl, aku tidak sengaja bertemu dengannya kemarin. dia sudah bahagia di sini mah, tanpa ada orang yang mengusiknya.
"mah....! mamah ...! mamah kenapa nampak pucat? mamah istirahat dulu, mungkin lusa Alexa baru pulang. sudah ya mah, mamah dan papah istirahat yang bener, jaga kesehatan, Alexa tutup dulu, mau istirahat juga.
Seperti apapun Varo itu adalah bagian dari keluarga Beird, maka Alexa tidak mungkin menutupi keberadaannya dari kedua orang tuannya.
Sementara itu Arina Subroto, sang mamah Charl sedang menangis sesenggukan setelah mengetahui kalo ia mempunyai seorang cucu laki-laki yang sangat tampan. ia bingun harus bersikap bagaimana.
Tuan Beird baru saja masuk ke kamar setelah menonton televisi di ruang tengah. ia mengernyitkan dahi saat melihat istrinya sedang menangis.
Mamah kenapa menangis, apa ada sesuatu?
__ADS_1
"Pah... mamah kangen sama Charl, sudah lama dia tidak ke sini, mamah takut pah, Charles tidak akan kesini lagi karena kebenciannya sama mamah."
"Tadi mamah vc sama Alexa, diluar kota dia bertemu dengan Louisa dan cucu kita pah..." ucap mamah terpotong dengan suara tangisnya.