Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
tujuh puluh lima


__ADS_3

#Dipersori ya pemirsah baru bisa up, maklum kemarin baru ada acara yang menguras waktu dan tenaga hingga tepar badan ini#


***


"Charles lepaskan, ayo kita sarapan dulu," ucap Lou namun masih belum juga dilepas pelukannya.


"tapi aku maunya sarapan kamu dulu, baru nanti sarapan." Charles membalik posisi di atas Lou. mereka pun berolahraga di pagi hari.


Charles sudah terlihat rapi sehabis mandi dan berpakaian. Lou membantu memasangkan dasi di leher Charl. karena tubuh Lou lebih pendek maka Charl harus menunduk. tangan Charl tidak diam dia memeluk pinggang louisa.


"Charles, aku takut kalau harus bertemu dengan Mamahmu, dia sangat membenciku, apa tidak apa-apa kalo aku ikut ke rumahmu, bagaimana kalo aku diusir lagi?" ucap Lou sambil merapikan dasi yang selesai dipasangnya.


"cup" Charl kembali mencium bibir istrinya.


"Tidak usah takut, ada aku di sampingmu, yang akan menjagamu dan membelamu sayang, siapa tahu mama sudah berubah. buktinya dia menerima Axel." ucap Charl


Charles dan Lou turun ke ruang makan yang yang disana sudah ada Varo duduk manis dengan muka manyun.


"Momy, sekalang ****** sama Valo, xa sama papi telus," ucap Varo yang nampak cemburu tapi menggemaskan.


"Loh... katanya Varo mau punya adik, biar cepet momy harus deket sama papi, oke deh besok Minggu Varo sama momy, papi ajak jalan jalan ke taman hiburan.


Sementara itu di kantor milik kakaknya CL company. CL singkatan dari Charles dan louisa. Alexa terlihat berjalan dengan cepat menuju ke ruangan Axel. wajahnya penuh senyum dan kebahagiaan.


Saat hampir sampai ke meja Axel, Alexa berjalan dengan pelan seolah tidak ingin Axel tahu kedatanganya. sementara itu Axel dengan muka serius nampak sibuk menghadapi berkas menumpuk di mejanya.

__ADS_1


"Halo, sayangku," ucap Alexa sambil melingkarkan tangan ke leher dari arah belakang.


Axel yang begitu terkejut dengan perlakuan dadakan, berusaha melepaskan tangan yang melingkar di lehernya.


Axel membalikan badan, maka terlihat dengan jelas siapa yang memeluknya.


"Ya Tuhan, sayangku mengagetkanku saja, kupikir perempuan dari mana yang berani bener memeluk aku dari belakang, ternyata sayangku."


"ada apa? tumben kau ke sini."


"Kangen sama pacar sendiri masa nggak boleh," ucap Alexa yang masih memandangi wajah tampan Axel.


"Ya bolehlah, kalau perlu aku nikani sekarang aja boleh kok, tidak sabar pingin punya keturunan nih, ucap Axel sambil cengar-cengir dan melingkarkan tangannya ke pinggang Alexa.


"Ya lamar dulu dong, masak langsung menikah, besok Sabtu kamu dan keluargamu harus datang melamarku, papa dan mamah sudah mengizinkan kamu melamarku.


Pagi itu, Tepatnya pukul delapan pagi rumah kediaman Beird nampak sibuk. para pelayan lalu lalang menyiapkan hidangan.


Mobil yang membawa Charles dan keluarga sudah sampai terlebih dahulu. Charles turun dari mobil, kemudian membuka pintu mobil untuk Lou dan Varo. Charles memandang rumah yang tidak pernah dia kunjungi lagi sejak tiga tahun lalu.


"Papi ini lumah capa" tanya Varo memecah lamunan Charl.


" Ini rumah nenek, kakek dan Tante Alexa.


"Ayo kita masuk Varo, ayo Lou, ucap Charl mengambil Varo dan menggendongnya.

__ADS_1


Mamah dan papah sudah siap menerima tamu dan duduk di ruang tamu. Charles masuk dan langsung bertemu dengan kedua orang tuanya.


"Pagi pah, mah," bagaimana kabar kalian?"


"Seperti yang kamu lihat, badan kami sehat sehat saja, tapi tidak dengan perasaan kami, kami merasa kehilangan seorang anak lelaki. apakah kami tidak berhak menerima maafmu Charl," ucap papa dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan Charl papa, bukan papi dan mami yang bersalah tapi Charl yang bersalah. Charl hanya ingin introspeksi diri terhadap semua hal yang terjadi." balas Charl.


"Duduklah menantuku, maafkan kami atas perbuatan kami padamu dahulu,"


"Iya papah," ucap Lou yang sudah berlinang air mata benar benar kejadian diluar nalar.


"kakek, nenek... aku Valo," ucap Varo sambil melepaskan diri dari gendongan Charl dan berlari menuju ke arah kake dan neneknya.


Arina memandang wajah Varo, raut wajah yang sangat mirip dengan Charles saat masih kecil,


"Nenek jangan belsedih, nanti kalo ada yang ganggu nenek, bial Valo malah in," ucap Varo karena sedari tadi melihat neneknya diam saja tanpa bersuara.


Arina yang sedari tadi hanya diam saja, saat mendengar suara Varo yang terlihat tulus menyayangi langsung memeluk Varo, cucu yang dulu saat masih dalam kandungan sempat dia usir.


"Varo sayang sama nenek dan kakek," tanya Arina.


"Cayang nek, Valo ceneng punya banyak kelualga. dulu Valo cuma punya momy, tapi cekalang ada ayah, nenek, kakek dan Tante,"


"Kalo begitu nanti Varo nginap di sini yah, Nemani kakek sama nenek," ucap papah pada Varo.

__ADS_1


"Oke kakek, bial momy dan papi buat adek untuk Valo,"


semua yang ada diruang tamu hanya tersenyum mendengar ocehan Varo.


__ADS_2