Selendang Di Atas Ranjang

Selendang Di Atas Ranjang
S.2.10


__ADS_3

Sementara Naura dan Varo masih bertanding untuk memperebutkan gelar juara pada babak final perlombaan karate, louisa baru saja sadar dari koma , Oma yang mengetahui Lou telah membaik keadaannya merasa sangat bahagia sampai meneteskan airmata. Setelah dokter selesai memeriksa kondisi Lou dan mengatakan semuanya baik baik saja hanya saja tubuh masih lemah, Oma mendekat dan menggenggam jari Lou.


Lou mengedarkan pandangannya ke semua orang yang ada di ruangan yang hanya ada Oma , Opa dan dokter serta perawat yang sedang memeriksa .


" Ini di mana mah ?" tanya louisa pada Oma yang ada di sebelahnya.


" Kita masih di rumah sakit sayang, kamu baru sadar setelah seminggu kamu tidak sadarkan diri, akibat mengalami kecelakaan dan mami bersyukur sekali, Kamu baik baik saja dan istirahatlah jangan terlalu capek ya sayang!" pinta mami Arina yang terlihat merapikan selimut yang dipakai Louisa.


" Charles di mana mah?" tanya Louisa dengan suara lemah.


"Charles ada di sebelah kirimu, tengoklah ke sebelah kirimu dia berada di sampingmu nak, dia belum sadarkan diri setelah operasi pada beberapa tulang yang patah di tubuhnya, dan juga benturan keras dikepala," jelas mamah Arina yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


Louisa menengok ke arah kiri dan terlihat alat bantu pernafasan, alat deteksi jantung masih menempel di tubuh Charles. Lou yang melihat kondisi suaminya hanya bisa meneteskan air matanya," Ya Tuhan kenapa bisa begini!" ucapnya dengan lemah.


" Jangan terlalu dipaksakan bergerak, kamu baru sadar, pulihkan dirimu dulu, baru kamu memikirkan dan merawat suamimu," tegas mamah Arina yang melihat Louisa sudah tidak sabar ingin mendekat pada suaminya.


...


Pada pertandingan babak final kali ini Naura benar benar berusaha mengerahkan semua kemampuannya, bukankah proses tidak akan mengkhianati hasil." aku sudah berusaha yang terbaik dengan berlatih di rumah dan di sekolah maka aku pasti bisa," ucap Naura sesaat belum masuk ke arena sambil menggenggam erat jemari tangannya.

__ADS_1


Final Putra lagi lagi Varo bertemu Dimas. bukan hal mudah karena Dimas juga sudah tahu bagaimana permainan Varo otomatis akan berhati-hati, tapi Varo juga sudah memahami kekuatan lawan yang sudah pernah dihadapinya.


Varo mengeluarkan rencana baru untuk mengalahkan Dimas.Dan benar saja Varo bisa mengalahkan Dimas.


Saat Varo bertanding Naura menerima telp dari Oma, matanya bersinar bahagia. Oma mengabarkan kalau momy Louisa sudah sadar.


"Syukurlah Oma, selesai pertandingan ini kami langsung balik ke rumah sakit," ucap Naura yang bergegas merapikan tasnya dan pergi ke ruang ganti pakaian untuk mengganti seragam karate dengan kaos oblong putih dan celana jeans hitam juga.


beberapa saat setelah Varo menyelesaikan pertandingan Naura langsung mengabarkan berita gembira kalau momy sudah sadar. Varo bergegas menemui pelatih dan mohon undur diri bersama adiknya.


Secepatnya Varo dan Naura menuju mobil dan melaju ke rumah sakit. "Kak , aku ingin segera memeluk mom," ucap Naura berkaca kaca serasa tidak sabar menemui kedua orang tua nya.


Mobil berhenti di parkiran Naura yang sudah tidak sabar langsung membuka pintu dan berlari menuju ke ruangan tempat mommy dirawat, sementara Varo setelah memarkirkan mobilnya menyusul Naura.


Ternyata Oma juga sudah memberi kabar ke pada Alexa dan Axel yang biasanya datang sore hari sambil mengajak sikembar dan Rafa yang masih di rumah Charl.


Benar saja sore harinya mereka datang ke rumah sakit, sikembar Nathan dan Ara sudah berlari mendekati ke arah momy Louisa yang tersenyum kearah sikembar yang baru saja datang dan memeluk dengan erat, mereka menghujani pipi Lou dengan ciuman, mereka mulai berceloteh dan menanyakan keadaan papi, Alexa yang menggandeng tangan Juna juga ikut mendekat dan kemudian memeluk Louisa.


Axel mendekat ke arah ranjang Charl, yang disana sudah berdiri Varo dan Naura.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi papi Charl? tanya Axel yang duduk di kursi yang terletak di sebelah Varo dan menepuk pundak Varo.


"Masih belum ada perubahan, masih sama Om belum sadar," jawab Varo tertunduk lesu.


"Oh iya, bagaimana pertandingannya tadi Nau," tanya Axel yang melihat Naura memandang sedih ke arah papinya.


"Eh, apa Om, pertandingan tadi kami tentu saja jadi yang pertama," jawab Naura tergagap karena pikiran sedang fokus pada papinya.


"Selamat ya Varo, Naura atas kemenangannya. emm... Varo, nanti ada hal yang harus Om , Opa juga Varo diskusikan. kamu dan Naura pulanglah dulu, istirahat saja dulu di rumah.


"Oh iya, Oma, Opa, Louisa nanti Sarah mamahnya Rafa akan datang menjemput Rafa, dia dulu adalah sekertaris Charles yang sudah keluar karena melahirkan, aku baru ingat tadi pagi untung bagian HRD masih menyimpan nomor telepon, jadi aku bisa menghubunginya." ucap Axel memberitahu kedatangan Sarah nanti malam.


...


Malam sekitar pukul tujuh Sarah datang ke kediaman Charles setelah menghubungi Axel, sedangkan Axel baru saja datang bersama dengan Opa, sikembar, Rafa dan Juna.


Axel menyerahkan Rafa pada mamahnya, dan mengobrol sebentar dengan Sarah. kemudian pamit pulang setelah mengucapkan banyak terimakasih.


setelah makan malam, Axel membuka percakapan dengan Opa dan Varo.

__ADS_1


"Opa, Axel merasa sangat kesulitan saat harus menghandle banyak perusahaan sekaligus, jadi Opa, Axel ingin Varo membantu pekerjaan di perusahaan papinya. karena Kita belum tahu kapan kondisi charles pulih, sekaligus Varo juga sekalian belajar mengelola bisnis keluarga, bagaimana pendapat Opa?" tanya Axel pada Opa.


...


__ADS_2